<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873</id><updated>2011-12-21T08:44:03.828-08:00</updated><category term='Marketing'/><category term='Pendidikan Agama Islam'/><category term='My Life'/><category term='Bisnis-Entrepreneurship'/><category term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><category term='Motivasi - Inspirasi'/><category term='Matematika Bisnis'/><category term='My Diary'/><category term='Pengantar Manajemen'/><title type='text'>Muhammad eko</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-6171435600518013061</id><published>2010-06-27T18:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T18:35:13.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>4 JENIS SEKOLAH BISNIS</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ada yang pernah tahu sekolah bisnis? Kalau sekolah akademik pasti anda tahu kan? Ada playgroup, TK, SD, SMA, SMK, S-1, S-2 dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dulu saya tidak tahu seperti apakah &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/" target="_self"&gt;&lt;strong&gt;sekolah bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; tersebut. Waktu itu yang saya hanya berpikiran untuk mencari &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/" target="_self"&gt;&lt;strong&gt;peluang bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sampai suatu ketika saya membaca buku karya Robert T Kiyosaki, akhirnya saya mengetahui ada 4 jenis &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/" target="_self"&gt;&lt;strong&gt;sekolah bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; menurutnya. Dan beruntungnya, Kiyosaki sempat mengikuti keempat jenis sekolah bisnis tersebut. &lt;span id="more-664"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;1. Sekolah Bisnis Tradisional.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sekolah ini berlokasi di perguruan tinggi negeri dan atau universitas swasta berakreditasi. Keduanya menawarkan gelar MBA. Para pengajar atau instrukturnya biasanya adalah karyawan sekolah bisnis tersebut atau karyawan perusahaan yang berpengalaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Siswanya sebagian besar berusaha menjadi karyawan yang berpendidikan tinggi dan bergaji tinggi, seperti halnya para pengajar atau instrukur mereka. &lt;em&gt;Mereka berusaha mendaki tangga perusahaan untuk mencapai jabatan penting di perusahaan dimana mereka bekerja&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;2. Sekolah Bisnis Keluarga.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Banyak bisnis keluarga yang bisa anda jadikan tempat yang bagus untuk mendapatkan pendidikan bisnis. Contoh bisnis keluarga adalah Bakrie Group atau yang semisalnya. Hanya saja, biasanya seseorang yang “diterima” di sekolah tersebut adalah keluarga mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tapi kalau anda dekat dengan salah satu dari keluarga mereka, anda bisa belajar banyak dari mereka. Sekolah tersebut adalah sekolah yang bagus. Apalagi jika pemilik perusahaan keluarga tersebut bukan hanya entrepreneur yang hebat, tapi juga guru yang baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;Anda tidak perlu mencari bisnis sebesar Bakrie Group. Banyak bisnis skala kecil dan menengah yang telah sukses yang bisa anda ikuti.&lt;/em&gt; Tinggal mencocokannya dengan tipe bisnis yang cocok bagi anda. Kalau anda belum tahu tipe bisnis apa yang cocok bagi anda, bacalah artikel saya mengenai &lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.dokterbisnis.net/2009/12/01/tipe-bisnis-apa-yang-cocok-buat-anda/" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;jenis-jenis bisnis yang cocok bagi anda&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;3. Sekolah Bisnis Perusahaan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebagian besar bisnis atau perusahaan menawarkan program internal bagi “siswa muda” yang menjanjikan. Setelah lulus, perusahaan tersebut akan menuntun kemajuan karier mereka. Biasanya perusahaan tersebut membayar biaya pendidikan siswanya, bahkan memberikan waktu untuk meneruskan pendidikan mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Setelah menerima pendidikan formal, karyawan yang menjanjikan tersebut seringkali di rotasi ke divisi berbeda perusahaan itu sehingga mereka bisa melihat keseluruhan bisnis dan mendapatkan pengalaman langsung. Sebagai gambaran, ada sebuah perusahaan, sebut saja “Perusahaan X” yang mempunyai fasilitas pendidikan penjualan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anda akan dilatih dengan metode khusus mereka. Setelah itu, mereka akan menuntun anda untuk mepraktekan apa yang telah anda pelajari di ruang kelas. Mentor anda bisa membuat anda tetap berada sesuai dengan teori yang anda dapat di ruang kelas hingga anda mampu menerapkan pada tantangan bisnis di dunia nyata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Banyak yang bisa anda dapat dari sekolah jenis ini. Tidak hanya ketrampilan menjual yang bisa anda dapat, &lt;em&gt;tapi juga menganalisis strategi pesaing, membuat materi iklan yang efektif dan sebagainya&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;4. Sekolah Bisnis di Jalanan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sekolah jenis ini menurut Kiyosaki adalah sekolah yang diikuti entrepreneur saat ia meninggalkan “rasa aman” yang ada di sekolah bisnis tradisional, sekolah bisnis keluarga atau sekolah bisnis perusahaan. Ini adalah sekolah tempat “kecerdasan jalanan anda” dibangun, yaitu &lt;strong&gt;anda memulai sendiri membangun “kerajaan bisnis” anda sendiri&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sekolah bisnis di jalanan adalah &lt;em&gt;sekolah bisnis yang buruk, guru yang kasar, dan pelit dalam nilai&lt;/em&gt;. Anda seringkali harus berhadapan dengan ketakutan terbesar yang didalamnya terdapat keraguan dalam diri anda. Seringkali anda harus menempuh resiko-resiko bisnis yang sebenarnya daripada hanya teori diatas kertas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bahkan jika anda pernah mengikuti sekolah bisnis perusahaan dan terjun langsung di lapangan, kerugian akibat kesalahan dan kegagalan anda ditanggung oleh perusahaan. Paling banter anda tidak mendapatkan komisi. Skenario terburuknya adalah anda dipecat. Di sekolah bisnis jalanan, andalah yang harus menanggung sendiri kerugian akibat kesalahan dan kegagalan anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Namun, sekolah jenis ini adalah sekolah bisnis terbaik bagi anda, setidaknya begitulah kata Kiyosaki. Anda tidak akan mendapatkan nilai A dan B, pujian atau komisi yang besar. “Nilai anda” di jalanan diukur dengan uang yang anda dapat dan uang yang anda keluarkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kebanyakan pengusaha atau entrepreneur yang berhasil adalah &lt;strong&gt;orang yang mengikuti sekolah jenis ini, terjun langsung membangun sebuah bisnis&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Saya hanya pernah dan masih bersekolah di “sekolah bisnis jalanan” ini. Dan saya mempunyai seorang teman yang mengikuti sekolah bisnis tradisional, jenjang S-2. Saat kami sedang berdiskusi, banyak sekali pendidikan bisnis yang saya dapat dari dia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bahkan sampai ke beberapa teori dan perhitungan bisnis yang teramat rumit yang kadangkala bertentangan dengan apa yang saya dapat di sekolah bisnis jalanan. Memang tidak semua, beberapa diantaranya sangat bagus sebagai masukan bagi saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sayangnya, saat ini teman saya memutuskan untuk bekerja membangun bisnis orang lain daripada membangun bisnisnya sendiri. Dengan kata lain, beliau bekerja ke perusahaan orang lain. Itulah mengapa saya setuju dengan pendapat Kiyosaki bahwa sekolah bisnis di jalanan adalah &lt;strong&gt;sekolah sekaligus guru yang terbaik&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anda akan langsung berhadapan dengan “pendidikan bisnis jalanan” yang bengis, kejam dan tak pandang bulu. Seiring dengan waktu, di sekolah bisnis jalanan pengetahuan, &lt;strong&gt;keberanian dan mental pengusaha anda akan terbentuk&lt;/strong&gt;. Jadi, bagi anda yang ingin sekolah bisnis, anda bisa memilih satu atau lebih dari sekolah bisnis diatas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kalau saya sendiri, saya lebih suka sekolah bisnis jenis yang keempat, sekolah bisnis jalanan. Karena bagi saya, hanya sekolah itu yang bisa saya pilih dan saya ikuti. &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/" target="_self"&gt;&lt;strong&gt;Sekolah bisnis terbaik&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang pernah saya dapatkan. Ingat, ini bagi saya lho, mungkin anda berbeda. Kalau anda sendiri, pilih yang mana?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : www.dokterbisnis.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-6171435600518013061?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/6171435600518013061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=6171435600518013061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6171435600518013061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6171435600518013061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/06/ada-4-jenis-sekolah-bisnis.html' title='4 JENIS SEKOLAH BISNIS'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-129610766766091433</id><published>2010-06-26T02:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T18:33:46.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>CARA CEPAT BAGAIMANA MENDATANGKAN CALON KONSUMEN YANG BANYAK</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kalau anda perhatikan, banyak pedagang kaki lima di pinggir jalan yang memasang besar-besar karton bertulisan misal, &lt;strong&gt;“&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;HARGA MULAI 8 RIBUAN&lt;/span&gt;“&lt;/strong&gt;. Kalau menurut anda, kira-kira apa tujuannya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebenarnya sengaja atau tidak sengaja, mereka paham prinsip sederhana pemasaran, yaitu mendatangkan calon konsumen terlebih dulu. Perkara mau beli apa nggak, itu urusan belakangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pertama kali saya tahu “jurus” ini dari teman SMP saya. Kebetulan ia jualan kambing pada saat menjelang Idul Adha. Waktu itu saya datang untuk sekedar melihat kambing-kambingnya. Ternyata ada banyak, baik yang gemuk maupun yang kecil. &lt;span id="more-1286"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Teman saya ini memasang spanduk berukuran cukup gede bertuliskan &lt;strong&gt;“&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;JUAL KAMBING KURBAN HARGA 450 RIBU&lt;/span&gt;“&lt;/strong&gt;. Terus saya tanya, “Harganya segitu ya?”. Ia jawab, “Ya, tapi yang itu…”, sambil menunjuk seekor kambing yang agak kecilan. “Yang penting pembelinya mau datang lihat kambing duluan, ntar kan mau beli”, katanya. Ternyata benar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Selang beberapa waktu ada seorang ibu yang sedang naik becak turun sambil bertanya, “Harga kambingnya 450 ribu ya mas. Yang mana? Coba saya lihat.” Kemudian teman saya menunjukkan ke kambing yang ukurannya agak kecil tadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“Oalah, yang ini tho yang harganya 450 ribu. Tak kirain yang besar. Wah, kalau yang ini kecil sekali mas. Saya ndak suka”, kata ibu tersebut. Tapi apa yang terjadi kemudian. Si ibu tadi melihat-lihat kambing yang lainnya. Dengan gesit teman saya menawarkan sambil menjelaskan kambing-kambingnya ke ibu tadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Akhirnya, si ibu-pun mau  membeli seekor kambing yang lebih besar dari yang harganya 450 ribu tadi. Tentunya dengan harga yang berbeda… “Wah, teknik mendatangkan calon konsumen ini ganas juga”, pikir saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kebanyakan orang yang berbisnis memiliki pemahaman yang salah tentang pemasaran. Mereka mempunyai pola pikir untuk langsung mendapatkan konsumen. Disinilah letak permasalahannya. Padahal intinya adalah, anda mendatangkan dulu calon konsumen sebanyak-banyaknya. Setelah mereka datang, baru anda tawarkan produk atau jasa anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Masih ingat artikel saya tentang hukum pareto kan? Kalau anda belum baca, silahkan baca artikel &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/2010/03/25/satu-prinsip-bisnis-super-penting-yang-wajib-anda-ketahui/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;prinsip bisnis penting&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Di situ saya menjelaskan bahwa untuk mendapatkan 2 orang yang ingin join di grup saya, saya harus menghubungi minimal 50 orang agar mau datang ke presentasi saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Asumsinya, saya mendatangkan calon konsumen sebanyak 10 orang, hasil 80% dari 50 orang yang saya hubungi. Jadi saya menelpon 50 orang buat mendatangkan 10 calon konsumen dengan tujuan, 2 orang mau join di grup saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lha terus cara detailnya mendatangkan calon konsumen gimana? He..he..he..seperti biasa, gud kuestion…Caranya sederhana saja, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;berikan penawaran harga yang “gelap”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, kata pakde Tung Desem. Contohnya seperti yang pernah saya lakukan waktu jualan kepiting ekspor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Waktu itu harga kepiting ekspor per kilonya 40 ribu. Sekilo isi 4-5 ekor kepiting. So, saya buat penawaran harga seperti ini, &lt;strong&gt;“&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;KEPITING MERAH FULL DAGING, KOPONG GANTI. HARGA 4000 RUPIAH PER ONS&lt;/span&gt;“&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebenarnya dalam iklan saya tersebut terdapat harga yang “gelap”. Mengapa dikatakan gelap? Karena calon konsumen belum tahu berapa isi per kilonya, berapa minimal pembeliannya, dari daerah mana kepiting tersebut berasal, kondisi daging kopong yang seperti apa yang bisa diganti dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tetapi dengan anda menggunakan &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/2010/01/07/cara-jitu-bagaimana-memberikan-penawaran-yang-membuat-konsumen-tertarik-membeli-produk-atau-jasa-anda/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;cara penawaran&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; harga yang demikian, insya Allah banyak orang yang mau datang untuk melihat produk atau jasa anda. Begitu para calon konsumen itu datang, anda sudah menyediakan program penjualan agar mereka mau membeli produk atau jasa anda. Tapi ingat, anda tidak boleh bohong.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Saat konsumen sudah datang, jelaskanlah secara rinci produk atau jasa anda. Konsumen paling tidak suka dicurangi. Anda harus &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/2009/10/10/kejar-dan-bangunlah-hubungan-yang-baik-maka-kesuksesan-akan-datang/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;membangun hubungan baik&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dengan konsumen anda. Ingatlah selalu bahwa konsumen adalah aset anda. Oke? Saya lanjutkan…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Contoh lain penawaran harga yang “gelap” adalah misalkan anda jualan kompor gas seharga 400 ribuan. Anda memberlakukan pembayarannya dengan sistem angsuran selama 8 bulan. Anda bisa beri penawaran harga yang menarik seperti ini, &lt;strong&gt;“&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;KOMPOR GAS DENGAN SISTEM PENGAMAN TERKINI, CICILAN PER HARI CUKUP 1700 RUPIAH TANPA UANG MUKA&lt;/span&gt;“&lt;/strong&gt;. Fantastis kan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anda bisa terapkan model &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; di atas pada iklan di koran atau di majalah. Tapi sebelum itu, sebaiknya anda pelajari dulu &lt;a href="http://www.dokterbisnis.net/2009/10/15/6-kesalahan-memasang-iklan-di-koran-atau-majalah-dan-bagaimana-memperbaikinya/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;bagaimana cara memasang iklan di koran dan di majalah yang benar&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Nah, saya harap sekarang anda paham. Ubahlah paradigma anda. Anda jangan berharap calon konsumen akan membeli membeli begitu melihat penawaran anda. Tapi tujuan pertama anda adalah memperbanyak &lt;em&gt;lead&lt;/em&gt; atau calon konsumen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Begitu anda mendatangkan calon konsumen yang banyak, kemungkinan besar anda menutup dengan penjualan akan tinggi. Apalagi jika produk atau jasa anda benar-benar &lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.dokterbisnis.net/2010/03/03/rahasia-mempengaruhi-minat-dan-keputusan-pembelian-konsumen/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;sesuai dengan harapan&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Bagaimana, ada yang kurang jelas? Monggo, silahkan ditanyakan bagian mana yang kurang jelas. Insya Allah akan saya jawab jika mampu. Jika tidak, akan saya jadikan pe-er. Siapa tahu nanti saya nemu jawabannya. Ayo, ojo sungkan-sungkan nak arep takon kata orang Jogja. Artinya, jangan malu-malu kalau anda mau bertanya…&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.dokterbisnis.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-129610766766091433?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/129610766766091433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=129610766766091433' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/129610766766091433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/129610766766091433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/06/cara-cepat-bagaimana-mendatangkan-calon.html' title='CARA CEPAT BAGAIMANA MENDATANGKAN CALON KONSUMEN YANG BANYAK'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-6926524962188362883</id><published>2010-04-02T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T00:18:34.168-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>4 UNSUR BAURAN KOMUNIKASI PEMASARAN KONVENSIONAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pelaku pasar sudah jamak menyampaikan informasi produk dan berupaya membujuk konsumen agar mau membeli produk. Pada hakekatnya, komunikasi pemasaran mengandalkan stimuli lingkungan yang sengaja dirancang untuk mempengaruhi kognisi, sikap dan perilaku konsumen. Bagi pemasar modern, instrumen utama komunikasi pemasaran mestinya tidak terbatas pada iklan, promosi penjualan, personal selling, dan publisitas (Marketing-PR) saja, namun juga termasuk sponsorship, komunikasi dalam-toko, pemasaran langsung, dan trade shows serta pameran niaga. Kombinasi instrumen membentuk bauran komunikasi pemasaran (marketing-communication mix). Hampir semua produk dan merek sukses perlu komunikasi pemasaran guna menciptakan keunggulan diferensial yang langgeng atas pesaingnya. Dengan kampanye komunikasi, pemasar menginformasikan atribut produk, harga dan lokasi tersedianya produk. Informasi ini menghemat waktu maupun uang konsumen yaitu dengan mengurangi biaya pencarian mereka.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iklan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iklan adalah penyajian informasi non-personal tentang produk, merek, perusahaan atau gerai yang didanai sponsor. Iklan bertujuan mempengaruhi citra, keyakinan, dan sikap konsumen terhadap produk dan merek, serta perilaku konsumen. Bahkan, iklan bisa dianggap manajemen citra, yakni menciptakan dan menancapkan citra serta makna-makna di benak konsumen. Iklan biasanya disampaikan lewat teve, radio, media cetak, billboard, signboard, atau media lain seperti balon udara, T-shirt, internet dll. Meski konsumen umumnya menerima eksposur ratusan iklan tiap harinya, namun mayoritas pesan ini kurang begitu diperhatikan dan dipahami. Maka, tantangan pemasar adalah bagimana menata pesan-pesan iklan dan menyeleksi media sehingga mengekpos sebanyak mungkin konsumen, memancing perhatiannya dan mampu mendorong proses pemahaman dan perubahan sikap ke arah yang dikehendaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Promosi Penjualan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Promosi penjualan adalah bujukan langsung pada konsumen untuk membeli suatu produk. Promosi bisa dilakukan melalui program diskon ataupun menawarkan nilai-tambah (premi) bila konsumen mau membeli produk. Walau iklan teve bisa jadi lebih glamor, namun lebih banyak dana pemasar justru dialokasikan buat pelbagai bentuk promosi. Promosi bisa juga didefinisikan sebagai peningkatan rasio nilai-harga yang bertujuan mendongkrak penjualan. Aspek kunci promosi ialah menggerakkan produk saat ini juga, tidak menunggu besok. Singkatnya, kebanyakan promosi penjualan bertujuan merubah perilaku pembelian jangka pendek. Perkecualiannya ialah promosi tematik, dimana premi diberikan cuma-cuma, walau tidak ada produk yang dibeli, misalnya hadiah-hadiah kecil yang dibagikan kepada anak-anak.&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Personal Selling (Penjualan Personal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Personal selling mencakup interaksi-interaksi langsung antara wiraniaga dan calon pembeli. Personal selling bisa jadi metode komunikasi paling efektif, walau di negara-negara Barat khususnya dianggap relatif mahal. Berkat komunikasi dua-arah, keterlibatan situasi konsumen cenderung menjadi meningkat cukup tinggi dan wiraniaga bisa mengubah-ubah presentasi penjualan agar mampu mempengaruhi konsumen secara efektif. Produk tertentu amat mengandalkan promosi melalui personal selling. Asuransi jiwa, mobil, sistem komputer dan konsultasi manajemen adalah sedikit contohnya. Namun, lantaran biaya penjualan tatap muka yang makin meningkat, personal selling melalui telepon, yang disebut telemarketing menjadi makin populer.&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Humas atau Publisitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Publisitas mencakup berbagai bentuk komunikasi tan-bayar guna meningkatkan citra perusahaan, produk atau merek. Sebagai contoh, artikel liputan khusus koran Kompas yang membandingkan sejumlah merek laptop memberi informasi produk yang berguna bagi konsumen, tanpa pelaku pasar komputer mengeluarkan uang. Begitu pula, liputan produk serta merek-merek baru, komparasi merek-merek di majalah bisnis, koran atau internet, atau talk-show di radio atau teve memberi informasi produk pada konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marketing-PR merupakan instrumen yang diciptakan agar mampu menjaga kontak dengan para jurnalis dan pembentuk opini lainnya guna mendorong penjualan. Hanya saja ada resikonya, publisitas gratis bisa menjadi positif atau negatif. Jenis publisitas lain yang diselenggarakan lewat Marketing-PR ialah lomba tematik atau acara-acara lain seputar merek tersebut misalnya ketika kelompok Sampoerna mensponsori Tour d’ISSI, balap sepeda nasional yang mendorong publisitas-publisitas gratis dalam koran-koran, radio dan teve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Publisitas mungkin bisa lebih efektif ketimbang iklan, lantaran konsumen tidak merasa perlu menyaring pesan. Lebih efektif dalam arti publisitas mungkin lebih dipercaya, karena tidak dipaparkan melalui organisasi pemasaran. Publisitas, meski demikian, sulit dikelola. Pemasar kadang menyelenggarakan “media events” dengan harapan bisa mendorong publisitas gratis. Mereka berharap bahwa media akan melaporkan even-even tersebut dan mungkin sekalian memuat gambar produk. Namun, perusahaan hanya punya kontrol yang lemah atas publisitas yang akan muncul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemasar dapat memilih di antara berbagai strategi komunikasi pemasaran. Mereka yang smart akan mengkombinasikan berbagai instrumen tersebut dalam suatu strategi yang disebut Komunikasi Pemasaran Terpadu (Integrated Marketing Communications).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-6926524962188362883?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/6926524962188362883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=6926524962188362883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6926524962188362883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6926524962188362883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/04/4-unsur-bauran-komunikasi-pemasaran.html' title='4 UNSUR BAURAN KOMUNIKASI PEMASARAN KONVENSIONAL'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-6859869720619346117</id><published>2010-03-23T22:37:00.001-07:00</published><updated>2010-03-23T22:38:23.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>HOBI DAN PELUANG BISNIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan dan gaji yang kurang memuaskan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegilaan orang akan hobi yang ditekuninya, dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang yang hobi berburu barang-barang antik bisa menghabiskan banyak waktu, tenaga dan bahkan uang sampai ratusan juta rupiah yang bagi orang lain seperti sia-sia. Bandingkan dengan tingkah orang yang yang hobi dengan burung perkutut atau ikan Louhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan. Ungkapan yang sering terdengar, nggak masalah untung atau buntung yang penting hobi !&lt;br /&gt;Bekerja Dengan Senang Hati Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana salah satu kunci untuk memulai usaha yang sukses adalah bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang mengerjakan hobi sampai-sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah. Yang pasti ada kesungguhan baik dalam memulai usaha hingga mengembangkannya dan melakukan sesuatu dengan landasan cinta, bukan keterpaksaan agar kita bekerja untuk hasil yang terbaik dan penuh keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika banyak orang memulai suatu bisnis adalah karena kegemaran atau hobi. Bayangan mendapatkan penghasilan besar dengan melakukan pekerjaan yang disukai memang menjadi keinginan banyak orang. Sebab biasanya orang memang melakukan hal yang terbaik untuk kegiatan yang disukainya, sehingga tidak heran jika hasilnya juga maksimal. Hobi yang dilakukan dengan tujuan awal melepaskan stress, kemudian malah menghasilkan uang tentunya menjadi bonus yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Awal Mengubah Hobi Menjadi Bisnis Satu hal yang berat dalam melakukan usaha ialah melakukan langkah pertama. Meski demikian, langkah pertama tetap saja melakukannya. Bukankah hal-hal besar itu berawal dari yang kecil, dan langkah seribu, tidak mungkin terjadi tanpa langkah pertama. Apa saja yang harus dilakukan agar hobi kita bisa menghasilkan uang, berikut ini adalah caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobi Anda, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. “ Practise makes perfect “ dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Hasil karya yang berkualitas tentunya meningkatkan nilai jualnya, apalagi jika banyak orang yang menekuni hobi yang sama, tentunya produk Anda harus mempunyai nilai lebih dibandingkan produk sejenis. Paling tidak hasil karya Anda mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini secara alamiah memang terjadi, namun itulah konsekuensi dari perubahan hobi menjadi bisnis. Supaya Anda tidak tersiksa dalam proses perubahan ini, maka lakukanlah secara perlahan atau bertahap, jangan memaksakan diri untuk meluangkan waktu jauh lebih banyak, tetapi sedikit lebih banyak saja dari waktu ke waktu. Misalnya jika bisanya Anda membuat hasil karya sebulan sekali, maka jangan memaksa diri untuk membuat hasil karya seminggu sekali. Tingkatkan produktifitas menjadi sebulan dua kali, kemudian jika sudah merasa nyaman dengan ritme kerja yang baru, jangan ragu-ragu untuk meningkatkan produktifitas setingkat lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tambah terus pengetahuan Anda, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi Anda. Biasanya dalam kursus Anda akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkat daya jual hasil karya Anda.. Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan anda, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama juga bisa menjadi cara yang terbaik bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kulitas juga harga. Sebab yang terpenting dari sebuah hobi yang jadi bisnis adalah apakah orang mau membeli hasil karya yang Anda hasilkan, dan berapa orang mau membayar untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari mereka yang sudah berhasil di hobi yang jadi bisnis yang Anda minatilah Anda bisa mendapatkan informasi mengenai cara menjalankan bisnis tersebut dengan sukses. Lagipula dengan bergaul dengan mereka, hasil karya dan keterampilan anda selalu diukur kemajuanya oleh orang yang kompeten dibidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu berada dalam lingkungan yang memiliki minat yang sama juga akan meningkatkan motivasi Anda dalam berbisnis. Jika ada perkumpulan dalam hobi Anda, usahakan untuk bergabung dan aktif. Beberapa hobi mempunyai perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang menggemari hobi yang sama. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat dengan mengikuti perkumpulan, antara lain : mendapatkan perkembangan terbaru serta informasi-informasi mengenai hobi Anda yang mungkin bisa dimanfaatkan dalam mencari peluang, meningkatkan peluang mendapatkan calon pelanggan, memperoleh promosi gratis untuk usaha Anda, memperluas network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tawarkan hasil karya Anda dari satu toko ke toko lain, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, anda diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang anda tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah apapun yang Anda pilih, cintailah ! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, Anda seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-6859869720619346117?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/6859869720619346117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=6859869720619346117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6859869720619346117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6859869720619346117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/03/hobi-dan-peluang-bisnis_23.html' title='HOBI DAN PELUANG BISNIS'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-8894143303287630494</id><published>2010-03-18T05:06:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T05:08:06.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>SEKOLAH BISNIS VS ENTREPRENEUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilema sekolah tinggi vs praktek langsung di lapangan masih terus kita jumpai dalam kenyataan sehari-hari. Keduanya memiliki sisi positif dan negatif masing-masing. Manakah yang harus kita pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep (29 tahun) adalah seorang pengusaha muda, dengan asset miliaran Rupiah. Bisnis utamanya adalah peternakan ayam. Semua dibangun setelah beberapa kali mengalami kebangkrutan. Latar belakang pendidikan Asep adalah drop out kuliah pada tahun kedua. Tulisan tentang Asep dimuat di sebuah harian nasional terkemuka  beberapa waktu yang lalu. Kisah lain dialami pemilik Ayam Goreng Mas Mono yang mempunyai beberapa cabang di Jakarta, seperti diceritakan di sebuah televisi swasta. Mas Mono adalah lulusan SMU yang pernah menjadi office boy. Namun, saat ini bisnis ayam bakar dan kateringnya beromzet puluhan juta per bulan. Antara Asep dan Mas Mono mempunyai kesamaan, keduanya tidak pernah mendapatkan pendidikan bisnis secara formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi cerita lain, setiap tahun Fakultas Ekonomi dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di seluruh Indonesia meluluskan ribuan sarjana ilmu bisnis (manajemen dan akuntansi) dengan gelar S1 dan S2. Selanjutnya, para sarjana S1 dan S2 itu beramai-ramai antre mencari pekerjaan yang bergengsi. Ada sebagian kecil yang berhasil, namun ribuan lainnya terpaksa bekerja tidak sesuai dengan keinginannya (dengan bayaran kecil) atau mengalami nasib yang lebih buruk yaitu menjadi pengangguran terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sisi kisah ini menjadi pengantar dari sebuah masalah serius yang sedang dialami negeri ini, yaitu pendidikan bisnis yang tidak mampu menjawab masalah riil yaitu pengangguran (terdidik). Penulis yakin, setiap mahasiswa S1 atau S2 saat ini berharap setelah lulus akan mendapatkan pekerjaan layak sebagai eksekutif perusahaan. Sangat sedikit diantara mereka yang berkeinginan menjadi pengusaha tangguh yang mampu menciptakan pekerjaan sendiri. Padahal mereka sangat terdidik untuk menjadi pebisnis handal. Pertanyaannya apa sebenarnya yang diajarkan di sekolah-sekolah bisnis dengan nama Fakultas Ekonomi jurusan manajemen dan akuntansi dan STIE yang begitu banyak di negeri ini. Mengapa lembaga-lembaga itu tidak mampu mencetak pebisnis handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kurikulum vs Dunia Bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum di dalam sekolah bisnis pada umumnya mengacu pada kurikulum baku di perguruan tinggi. Ada beberapa sekolah bisnis yang baik dan selalu melakukan perbaikan kurikulum sesuai dengan perkembangan dunia bisnis. Pada umumnya di dalam sekolah bisnis diajarkan mata kuliah keahlian dalam dunia bisnis sesuai dengan kebutuhan. Secara umum keahlian di dalam ilmu bisnis dibagi menjadi lima, yaitu bidang pemasaran, keuangan dan akuntansi, sumber daya manusia, operasional dan manajemen stratejik. Pendekatan yang dilakukan hampir pasti dengan metode klasikal di dalam kelas dengan pembahasan mengenai konsep-konsep bisnis. Sekolah bisnis pada umumnya mengajarkan alat analisis untuk mengambil keputusan dalam dunia bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil akhir dari sekolah bisnis Indonesia adalah pakar bisnis dengan pendekatan akademik. Pertanyaannya seberapa kompeten para sarjana ilmu bisnis ini pada saat terjun dalam bisnis yang nyata sebagai pengusaha. Masalahnya dalam dunia bisnis ada beberapa hal yang tidak bisa dipelajari yaitu intuisi, keberanian dan inovasi. Biasanya para pengusaha sukses mempunyai tiga kemampuan itu. Pengusaha sukses mempunyai intuisi atau feeling dalam menangkap peluang bisnis, dan hal ini sangat jarang dimiliki oleh para sarjana bisnis. Keberanian adalah hal lain yang menjadi keunggulan para pengusaha sukses. Penulis menduga para pengusaha sukses itu berani justru karena mereka tidak mempunyai ilmu bisnis, jika menggunakan ilmu bisnis mereka akan memperhitungkan banyak hal dan bisa jadi akhirnya tidak jadi memulai sebuah usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengusaha sukses biasanya adalah seorang inovator baik dalam menangkap peluang pasar baru atau membuat sebuah produk baru. Sebagai contoh, siapa yang menduga bahwa situs internet www.tube.com pada awalnya hanya sebuah keisengan dari dua anak muda yang kesulitasn meng-upload video di internet. Situs ini berkembang menjadi sebuah situs yang paling banyak dikunjungi dan kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai pembelian mencapai miliaran Dollar. Ini adalah sebuah inovasi yang dilakukan dua anak muda AS yang juga tidak mempunyai latar belakang pendidikan bisnis. Paparan ini menunjukkan ada ketidaksesuaian antara kurikulum dalam sekolah bisnis dengan kondisi nyata dalam dunia bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penjara Pikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sarjana bisnis saat ini ternyata masuk dalam sebuah penjara pikiran. Penjara pikiran ini terjadi justru karena mereka menguasai ilmu bisnis dengan baik. Pada saat mereka menguasai ilmu bisnis dengan baik maka mereka akan memperhitungkan segala aspek dalam bisnis, sehingga keputusan akhir yang diambil terlalu lama. Padahal, pengusaha memerlukan keputusan yang cepat. Gillian et al (1992) dalam sebuah tulisannya mengatakan model-model yang dipergunakan dalam ilmu bisnis terkadang tidak sesuai dengan kondisi nyata. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Johson dan Winchern (2002) dalam buku Multivariate Statistics, bahwa “all models are wrong but some are useful”&lt;br /&gt;artinya semua model (bisnis) adalah salah tetapi beberapa (model) bisa digunakan. Pernyataan dua pakar bisnis ini adalah sebuah pengakuan tentang kelemahan pengajaran di sekolah bisnis saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah sebuah keprihatinan tentang kondisi saat ini di tanah air dimana begitu banyak pengangguran terdidik, khususnya mereka para lulusan sekolah bisnis baik S1 maupun S2. Sekolah bisnis harus mulai melakukan perubahan pendekatan menjadi sekolah calon pengusaha, sehingga kurikulum yang digunakan mampu menempa mereka menjadi pengusaha tangguh atau eksekutif perusahaan yang handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: scribd.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-8894143303287630494?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/8894143303287630494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=8894143303287630494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8894143303287630494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8894143303287630494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/03/sekolah-bisnis-vs-entrepreneur.html' title='SEKOLAH BISNIS VS ENTREPRENEUR'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-4754180026867666725</id><published>2010-03-15T23:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T23:24:37.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Diary'/><title type='text'>ENTAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S58kGltkR9I/AAAAAAAAALQ/tZH3kVdAI40/s1600-h/entah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 301px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S58kGltkR9I/AAAAAAAAALQ/tZH3kVdAI40/s400/entah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449113769762637778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-4754180026867666725?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/4754180026867666725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=4754180026867666725' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/4754180026867666725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/4754180026867666725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/03/entah.html' title='ENTAH'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S58kGltkR9I/AAAAAAAAALQ/tZH3kVdAI40/s72-c/entah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-234249997314837248</id><published>2010-03-15T20:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T20:43:06.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>10 KUALITAS YANG HARUS DIMILIKI PENGUSAHA PEMULA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S57-N2yyh5I/AAAAAAAAALI/v2mddqgro2U/s1600-h/timemachine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S57-N2yyh5I/AAAAAAAAALI/v2mddqgro2U/s400/timemachine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449072113165174674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi, Anda sudah siap membuang kejenuhan bekerja dari pk 9 hingga pk. 5 dan mulai membuka usaha Anda. Tapi yang Anda perlukan lebih dari sekedar nyali dan ide kemenangan untuk berpindah dari karyawan menjadi pengusaha. Ini bukan hal yang mudah dan mungkin memerlukan biaya yang besar sebelum mencapai kesuksesan. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari separo usaha baru mengalami kegagalan setelah lima tahun berjalan! Alasan utamanya, kurangnya pengalaman, dana atau keterampilan manajemen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah 10 kunci kualitas yang diperlukan pengusaha agar sukses. Beberapa diantaranya mungkin telah Anda miliki dalam kepribadian Anda, sementara yang lainnya harus terus menerus dikembangkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Pengetahuan khusus&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan jalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu, Anda menempatkan diri Anda pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah hal yang mudah bagi pengusaha. Ketika Anda men-set bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit – satu atau paling banyak dua tahun – dimana Anda harus sukses sebelum Anda kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, Anda juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnis Anda dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Percaya diri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meluncurkan bisnis baru adalah perjuangan dan tanpa kepercayaan diri dan kemampuan untuk melihat situasi, maka akan mudah hancur. Karyawan mereflekseikan moral pengusaha dan jika mereka merasa Anda tidak jujur atau tidak aman, mereka akan menjadi gelisah dan tidak ada motivasi. Anda harus belajar menyimpan ketakutan dan kecemasan dalam hati dan merefkeksikannya secara personal . Dihadapan publik, Anda harus menjadi figur yang tenang dan percaya diri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Keuletan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan untuk melihat situasi adalah kualitas yang dimiliki pengusaha sukses. Orang yang demikian mampu bertahan dalam kondisi bisnis yang tidak menentu dengan keteguhan dan keuletan. Kemauan yang kuat lebih diperlukan di tahap awal usaha, bahkan ketika goncangan kecil terjadi dalam bisnis. Pengusaha harus belajar untuk bangkit dari kegagalan yang dihadapi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Motivasi yang tepat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengapa Anda ingin memulai usaha Anda ? Apakah semata-mata untuk menghasilkan banyak uang sehingga Anda bisa membeli kondominium? Apakah ada sesuatu yang lebih tinggi yang mendorong Anda ? Pengusaha yang memiliki motivasi lebih tinggi daripada nilai sekedar kaya cenderung membangun bisnis yang bisa bertahan lama . Mereka di dorong oleh keinginan untuk menciptakan sesuatu yang berharga. Mereka memberikan benefit di lingkungannya dengan memberikan produk dan jasa yang unik atau melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik sehingga memberikan kesejahteraan bagi setiap orang. Tentu, mereka juga menjadi kaya secara signifikan, tapi ini yang jarang dijadikan motivasi utama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Kreatifitas dan inovasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kreatifitas adalah kemampuan memberikan solusi unik dari permasalahan. Pengusaha sukses mengadopsi teknik pemecahan masalah yang kreatif untuk menghadapi tantangan. Pemikiran kreatif dan inovatif yang demikian diperlukan di semua area, dari mengisi kekosongan pasar, dan memvisualisasikan produk dengan sistem dan prosedur yang lebih efisien dan biaya yang efektif. Terkadang, hanya diperlukan satu ide bagus untuk mengubah keberuntungan bisnis dan mengeluarkan produk yang bagus.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;6. Pandangan Strategik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada pengusaha yang sukses tanpa pandangan stratejik terhadap perubahan banyak hal. Langkah apa yang harus diambil dimasa datang? produk baru apa yang diluncurkan ? haruskah operasional dikonsolidasikan atau ekspansi ? investasi uang atau membangun modal cadangan ? apa langkah kompetitor selanjutnya ? akankah terjadi penurunan ekonomis ? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tergantung pada pandangan stratejik pengusaha. Pengusaha yang sudah lama malang-melintang di dunia bisnis memiliki pengalaman tersebut atau hanya dengan mengandalkan memiliki peluang yang bagus untuk sukses karena mereka bisa merasakan kemana arah angin bertiup dan akan mengarahkan kemudi di arah angin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;7. Kepemimpinan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang pengusaha harus bisa menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah kualitas yang memberikan panduan dan insipirasi bagi mereka yang melihat ke arah Anda. Banyak orang yang beruntung terlahir dengan kualitas kepemimpinan. Bagi yang lain, merupakan keterampilan yang didapat dari kerja keras dan pengalaman. Bagaimanapun, tidak ada pengusaha berhasil tanpa kualitas kepemimpinan untuk memotivasi orang yang bekerja dengannya, dorong mereka untuk memberikan yang terbaik dan tentukan arah kemana mereka melangkah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;8. Menghilangkan ego&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengusaha dengan ego yang tinggi tidak bisa menghargai pandangan orang lain kecuali pandangannya sendiri. Mereka mudah tersinggung dan orang yang berbakat akan kesulitan bekerja dengannya. Ini bisa menjadi pangkal masalah. Karyawan dengan tingkat self-respect dan intelegensi akan meninggalkan organisasi atau berusaha low profile di tempat kerja. Mereka yang ambisius akan mengatakan pada bos apa yang hanya ingin dia dengar. Pengusaha yang egois tidak bisa menilai karyawan berdasarakan kontribusinya pada perusahaan. Mereka akan menilainya dari sudut pandang suka dan tidak suka. Pengusaha yang demikian akan menjadi santapan kompetitor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;9. Kemampuan untuk berbelok&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fleksibilitas dalam berpikir adalah kualitas kunci bagi pengusaha. Mereka harus bisa merubah pandangan dan strategi berdasarkan situasi yang terjadi. Untuk melakukannya, ego perlu dihilangkan . Jika Anda memiliki sifat yang demikian, Anda tidak akan mengakui kesalahan yang sudah Anda buat dan menolak untuk mempertanggungjawabkan keputusan Anda. Pengusaha yang egois terus menggelontorkan uang untuk proyek yang tidak memiliki harapan memberikan keuntungan. Salah satu contoh yang paling dikenal – yang masih diajarkan di sekolah bisnis – yang memiliki kemampuan untuk berbelok adalah Microsoft. Perusahaan ini tidak menghiraukan fenomena Internet saat mulai populer dipenjuru dunia. Setelah dua tahun mengabaikannya, Microsoft meninjau ulang posisnya dan “membelokkan perusahaan dalam sekejap .” Dalam melakukan perubahan, perusahaan berhadapan dengan teknologi baru, melakukan akuisisi, mengeluarkan produk baru, dan kini berada di garis depan revolusi Internet. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika manajer puncak tidak fleksibel dalam melakukan pendekatan dan cukup rendah hati untuk mengatakan “Kami telah melakukan kesalahan dalam hal ini .”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;10. Etika&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Etika adalah faktor terbesar yang didengar prospek terhadap perusahaan untuk jangka panjang. Rekan – suplier, konsumen, karyawan, bankir, pemegang saham – tidak suka berhubungan dengan pengusaha yang tidak jujur. Mereka akan sulit menghilangkan sakit hatinya dan harus selalu waspada . Kejujuran dan etika adalah benih kepercayaan dan ketika orang lain mulai mempercayai Anda, banyak pintu yang akan terbuka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : www.pengusahamuslim.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-234249997314837248?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/234249997314837248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=234249997314837248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/234249997314837248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/234249997314837248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/03/10-kualitas-yang-harus-dimiliki.html' title='10 KUALITAS YANG HARUS DIMILIKI PENGUSAHA PEMULA'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S57-N2yyh5I/AAAAAAAAALI/v2mddqgro2U/s72-c/timemachine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-658070583694612198</id><published>2010-03-14T21:38:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T21:40:53.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>KONSEP MARKETING</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S526NyV6pwI/AAAAAAAAAK4/2ube0bifXa4/s1600-h/skill2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S526NyV6pwI/AAAAAAAAAK4/2ube0bifXa4/s400/skill2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448715870202930946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Marketing merupakan faktor yang sangat penting dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan. Pada umumnya perusahaan perusahaan yang menitikberatkan kegiatan usahanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen mengenal suatu falsafah yang mendasari usahanya untuk mencapai tujuan jangka panjang yang sering disebut dengan konsep Marketing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kotler memberikan suatu konsep tentang tujuan organisasi yang disebut konsep Marketing, yaitu: “….the key to achieving its organizational goals consists of the company being more effective than competitors in creating, delivering, and communicating superior customer value to its chosen target market.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan definisi tersebut tampak bahwa konsep Marketing memusatkan pada pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif, daripada pesaing dalam berkreasi, mendistribusikan, dan mengkomunikasikan nilai yang superior kepada target marketnya. Hal ini mencerminkan bahwa konsep Marketing merupakan upaya organisasi untuk mencapai tujuannya melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan target marketnya secara lebih baik daripada pesaingnya. Pemenuhan kebutuhan dan keinginan akan menciptakan kepuasan konsumen, dan melalui kepuasan konsumen inilah suatu perusahaan akan dinilai lebih baik daripada perusahaan lainnya. Apabila kepuasan konsumen secara terus menerus terpelihara dengan baik, maka konsumen akan sulit meninggalkan perusahaan dan peluang perusahaan untuk memenangkan persaingan yang ketat akan semakin mudah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-658070583694612198?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/658070583694612198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=658070583694612198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/658070583694612198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/658070583694612198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/03/konsep-marketing.html' title='KONSEP MARKETING'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S526NyV6pwI/AAAAAAAAAK4/2ube0bifXa4/s72-c/skill2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-6040926136127281245</id><published>2010-03-14T19:06:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T19:09:30.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>MENCARI IDE BISNIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S52WWo-G-LI/AAAAAAAAAKw/VPMHwkFh3so/s1600-h/idea.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 98px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S52WWo-G-LI/AAAAAAAAAKw/VPMHwkFh3so/s400/idea.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448676439887378610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ide atau gagasan atau pemikiran untuk membuat suatu bisnis baru memang ’susah susah gampang’. Tetapi untuk mencarinya tidak perlu dengan melakukan ‘tapa brata’ atau ’semedi’, hanya di perlukan pengamatan yang mendalam akan diri sendiri dan lingkungan. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulai pencarian ide bisnis ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengamatan Diri sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal yang sederhana adalah dengan mengamati potensi diri, apa yang ada pada diri kita, apakah itu hobby, keahlian tertentu atau malah suatu keinginan tertentu yang menurut anda sanggat mungkin diwujudkan. Banyak contoh dari pencarian ide bisnis dari pengamatan diri sendiri, yang paling mudah biasanya muncul dari hobby. Seorang ibu yang hobby dengan masak memasak bisa melakukan bisnis di bidang kuliner, seorang penghobby tanaman hias akan melakukan bisnis dibidang budidaya tanaman hias.&lt;span id="more-29"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengamatan terhadap Lingkungan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ide bisnis juga bisa muncul dari kondisi lingkungan atau pengamatan dari lingkungan. Seorang pengusaha yang melihat lingkungan sekitar yang kesulitan melakukan pengolahan sampah, bisa mendapatkan ide bisnis untuk melakukan usaha pengolahan sampah, disamping bisa membantu kebersihan lingkungan, ternyata bisa menjadi ladang usahanya  dalam &lt;a title="Bisnis Sampah yang Menjanjikan" href="http://pelangiinstitute.com/?p=34" target="_self"&gt;bisnis sampah&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengamatan pada Komunitas lain &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengusaha yang membuat bisnis Kebab Turki, bisa mempunyai ide bisnis tersebut ternyata dari hasil pengamatan pada saat banyak berada pada negara timur tengah, kebetulan pengusaha ini sering melakukan perjalanan ke negara tersebut yang merupakan asal makanan kebab ini. Maka timbulah ide bisnis untuk menjual makanan kebab di Indonesia, tentu saja dengan melakukan modifikasi (Make Inovation) rasa yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Meniru Usaha Orang lain (Copy Cat)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ide bisnis ini seharusnya sangat mudah dilakukan , karena hanya melakukan bisnis yang sudah dilakukan oleh orang lain. Tetapi Ide bisnis ini biasanya akan retan didalam hal persaingan usaha, karena akan menyebabkan bagaimana menarik pelangan dari usaha sejenis lainnya. Contoh ide bisnis ini, bisa dilihat dari permunculan usaha sepeti warnet, laundry dll. Sebenarnya bisa saja memakai ide bisnis ini , tinggal bagaimana menciptakan perbedaan dari usaha sejenis yang telah ada, sehingga akan memunculkan bentuk bisnis yang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga artikel ini bisa membuat inspirasi baru dalam membuat bisnis atau malah mengembangkan bisnis yang sudah ada. Be Sucessfull Entrepreneurship.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : pelangiinstitute.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-6040926136127281245?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/6040926136127281245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=6040926136127281245' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6040926136127281245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6040926136127281245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/03/mencari-ide-bisnis.html' title='MENCARI IDE BISNIS'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S52WWo-G-LI/AAAAAAAAAKw/VPMHwkFh3so/s72-c/idea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-8441365427527099440</id><published>2010-03-11T03:13:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T03:15:43.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>MEMULAI BISNIS TANPA UANG TUNAI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkinkah kita memulai bisnis tanpa &lt;a href="http://www.semuasaudara.com/category/inspirasi-bisnis/" target="_blank"&gt;memiliki uang tunai&lt;/a&gt;? Saya kira itu mungkin saja. Mengapa tidak! Jika kita mampu mengoptimalkan pemikiran kita, maka banyak jalan yang bisa ditempuh dalam menghadapi masalah permodalan untuk kita memulai bisnis. Cuma masalahnya, dari mana duit itu berasal? Logikanya, semua bisnis itu membutuhkan modal uang. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang, kebanyakan kita selalu mengeluhkan ketiadaan modal uang sebagai alasan mengapa kita “enggan” berwirausaha. Padahal, modal yang paling vital sebenarnya bukanlah uang, tetapi modal non-fisik, yakni berupa motivasi dan keberanian memulai yang menggebu-gebu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-134"&gt;&lt;/span&gt;Saya yakin, jika hal itu bisa terpenuhi, maka mencari modal uang &lt;a href="http://www.purdiechandra.net/jadi-entrepreneur/2009/04/memulai-bisnis-tanpa-uang-tunai/bukanlah%20persoalan%20yang%20tidak%20mungkin" target="_blank"&gt;bukanlah persoalan yang tidak mungkin&lt;/a&gt;, mesti secara pribadi kita tidak memiliki uang. Sementara kita telah tahu, bahwa peluang bisnis telah ada di depan mata. Tentu, alangkah baiknya jika kita tidak menundanya untuk memulai berbisnis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Toh kita tahu, bahwa sebenarnya banyak sumber permodalan. Seperti uang tabungan, uang pesangon, pinjam di bank, dan di koperasi atau dari lembaga keuangan, atau dari pihak lainnya. Namun, jika kita ternyata tidak memikili uang tabungan, uang pesangon, atau katakanlah belum ada keberanian untuk meminjam uang ke bank atau koperasi, saya kira kita juga tidak terlalu risau. Karena ada cara untuk kita memulai bisnis, mesti kita tidak memiliki uang tunai sekalipun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Contohnya, kita bisa menjadi seorang pelantara. Misalnya, menjadi pelantara jual bile rumah, jual motor dan lain-lain. Keuntungan yang kita dapat bisa dari komisi penjualan atau dari cara lain atas kesepakatan kita dengan pemilik produk. Saya yakin, kita pasti bisa melakukannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita bisa juga membuat usaha dengan cara konsumen melakukan pembayaran dimuka. Dalam hal ini, kita bisa mencari bisnis di mana konsumen yang jadi sasaran bisnis kita itumau membayar atau mengeluarkan uang dulu sebelum proses bisnis, baik jasa maupun produk, itu terjadi. Misalnya bisa dilakukan pada bisnis jasa, seperti industri jasa pendidikan. Di mana, siswa diwajibkan membayar dulu di depan sebelum proses pendidikannya itu terjadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bisa juga misalnya, ada orang yang memesan barang pada kita, namun sebelum barang yang dipesan itu jadi, pihak konsumen memberikan uang muka dulu. Artinya, ini sama saja kita telah diberi modal oleh konsumen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih ada cara lain memulai bisnis tanpa kita memiliki uang tunai. Contohnya, menggunakan sistem bagi hasil. Biasanya, cara bisnis model ini banyak diterapkan pada Rumah Makan Padang. Di mana kita sebagai orang yang memiliki keahlian memasak, sementara patner bisnis kita sebagai pemilik modal uang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita bekerjasama dan keuntungan yang didapat pun dibagi sesuai kesepakatan bersama. Atau kita mungkin ingin cara lain? Tentu masih ada. Contohnya, kita bisa melakukannya dengan sistem barter dengan pemasok, dan kita pun jika memiliki keahlian tertentu, mengapa tidak saja menjadi seorang konsultan. Selain itu, bisa saja dengan cara kita mengambil dulu produk yang akan diperdagangkan, hanya untuk pembayarannya bisa kita lakukan setelah produk tersebut terjual pada konsumen. Tentu, masih banyak cara lain untuk kita memulai bisnis tanpa uang tunai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya kita tidak perlu berkecil hati atau takut dipandang rendah, bila ternyata kita memang tidak memiliki uang tunai namun berhasrat untuk memulai bisnis. Saya yakin dengan kita memiliki kemauan besar menjadi seorang wirausahawan atau entrepreneur, maka setidaknya akan selalu ada jalan untuk memulai bisnis. Nyatanya, tidak sedikit pengusaha yang telah meraih keberhasilan meski saat memulai bisnisnya dulu tanpa memiliki uang tunai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu menunjukan bahwa tidak benar kalo ada yang mengatakan: “Tak mungkin kita memulai bisnis tanpa memiliki uang tunai”. Kuncinya sebetulnya terletak pada motivasi dan keberanian kita memulai bisnis yang mengebu-gebu. Hanya saja, untuk cepat meraih sukses, apalagi tanpa memiliki uang tunai, itu tidak semudah seperti kita membalikan telapak tangan. Semuanya membutuhkan perjuangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber :www.purdiechandra.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-8441365427527099440?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/8441365427527099440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=8441365427527099440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8441365427527099440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8441365427527099440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/03/memulai-bisnis-tanpa-uang-tunai.html' title='MEMULAI BISNIS TANPA UANG TUNAI'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-2388070014941741817</id><published>2010-02-27T00:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T00:15:45.034-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi - Inspirasi'/><title type='text'>GAGAL KULIAH, JADI ENTREPRENEUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu saya kuliah dulu saya punya temen yang pandai dan memiliki wawasan dunia bisnis yang lumayan. Ide-ide  rencana usaha yang muncul dari pemikirannya sangat cemerlang. Selalu saja, ide-ide itu adalah ide bisnis yang menarik, prospektif, dan perpeluang besar untuk digarap. Semua temen kuliah berdecak kagum dengan lontaran ide-idenya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi ide itu tinggal ide saja. Sampai hari ini belum ada satupun bisnis yang pernah dijalankannya. Malahan, terakhir saya ketemu dia, berstatus karyawan sebuah perusahaan publim di Jakarta. Dia memang terlalu pandai untuk merencanakan sebuah usaha sekaligus terlalu takut untuk memulai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada juga mahasiswa yang pernah datang pada saya. Dia menyatakan ingin berwirausaha, kemudian dia mengatakan, bahwa dirinya belum punya modal dan tidak begitu pandai. Saya katakana pada dia: “Kebetulan!” Kemudian saya katakana lagi: “Jangan takut, karena &lt;a href="http://www.purdiechandra.net/modal-awal/2009/04/modal-awal-entrepreneur-itu-cuma-berani-dan-mimpi/" target="_self"&gt;modal utama untuk berbisnis adalah keberanian&lt;/a&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-63"&gt;&lt;/span&gt;Mengapa saya katakan seperti itu? Sebab, biasanya kalau terlalu pinter itu &lt;a href="http://www.semuasaudara.com/inspirasi-bisnis/2009/03/dimulai-bukan-dihitung/" target="_blank"&gt;malah terlau berhitung&lt;/a&gt;. Orang yang tahu banyak hal, maka dia akan tahu banyak risiko dan halangan di depannya. Hal itu menurut saya justru akan menciutkan nyalinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya malah pernah bilang pada seorang sarjana yang ingin berwirausaha. Saya katakana: “Sekarang, abaikan ijazahmu. Buatlah dirimu seolah-olah tidak punya apa-apa, kecuali semangat dan keinginan yang kuat”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya teruskan: “Mulailah berwirausaha justru pada saat Anda tidak punya apa-apa. Saat Anda merasa tertekan. Saat anda tidak dapat berbuat apa-apa dengan ijazah Anda. Saat kebingungan harus bayar kredit rumah. Atau pada saat Anda merasa terhina.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang nasihat saya ini agak berbeda dengan kebanyakan orang. Biasanya orang menyarankan, kalo mau usaha sebaiknya mengumpulkan modal dulu, kemudian cari tempat dan seterusnya. Tetapi, banyak orang sukses sebagai wirausahawan justru dimulai dari sebaliknya, hanya punya semangat dan tidak punya apa-apa. Kondisi yang memaksa mereka harus “bermimpi” tentang masa depannya, kemudian tertantang untuk menggapainya, dan berusaha keras untuk mewujudkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda tentu tahu atau paling tidak pernah mendengar nama Steve Jobs. Sebelumnya dia bukan siapa-aiapa. Jobs hanyalah anak muda yang gemar bercelana jeans belel dan berkantong kemps. Belakangan, dia membuat Apple Computer di garasi rumahnya, dan mendirikan perusahaan yang masuk Fortune 500 lebih cepat dari siapapun sepanjang sejarah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jobs adalah contoh orang yang berhasil dalam berwirausaha, justru bukan karena kepandaiannya di bangku kuliah. Tetapi, karena ia memiliki keberanian dan keyakinan akan usaha yang digelutinya. Dia mampu bertindak merealisasi gagasannya dengan meninggalkan lingkungan kuliah dan teman-temannya yang suka berhura-hura.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi saya tidak menyarankan Anda mengabaikan pendidikan. Hanya saja, saya ingin mengatakan, bahwa untuk menjadi wirausahawan terlebih dahulu dibutuhkan keberanian memulai (bertindak), untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Hal tersebut harus segera dilakukan, sebelum orang lain mendahuluinya. Kepandaian akan diperlukan bila usaha kita sudah berjalan, dan itu bisa kita dapatkan dengan mengikuti kuliah lagi, atau kita bisa membayar orang-orang pandai sebagai karyawan atau konsultan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : www.purdiechandra.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-2388070014941741817?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/2388070014941741817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=2388070014941741817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2388070014941741817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2388070014941741817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/gagal-kuliah-jadi-entrepreneur.html' title='GAGAL KULIAH, JADI ENTREPRENEUR'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-1110985222288582973</id><published>2010-02-26T04:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T04:57:23.105-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi - Inspirasi'/><title type='text'>KASIH SAYANG SEORANG IBU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi, Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap, Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anaknya harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba, Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah, dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-1110985222288582973?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/1110985222288582973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=1110985222288582973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1110985222288582973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1110985222288582973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/kasih-sayang-seorang-ibu.html' title='KASIH SAYANG SEORANG IBU'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-1509848133611112012</id><published>2010-02-10T08:15:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T08:16:33.291-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi - Inspirasi'/><title type='text'>BIBIT YANG TIDAK BERTUNAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah, di sebuah kerajaan. Karena raja tidak memiliki putra penerus, maka raja menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu, dibuatlah sayembara pemilihan ke seluruh negeri, agar diseleksi per daerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh baginda raja sendiri. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Babak akhir, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi. Di ibu kota kerajaan, mereka harus menjalani proses tes terakhir oleh sang raja. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka raja berpesan, "Anak-anakku. Tugas sebagai abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, ini kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulanglah dan datanglah 2 minggu kemudian kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua minggu kemudian, di hadapan raja, 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda yang ke-8, dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat ke arah pot yang dibawanya dan berkata, "Ampun baginda, maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda! Saya tidak mengerti dimana kesalahan saya, tetapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan di tangan baginda." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terlihat senyum penuh kepuasan kemudian disusul tawa terbahak-bahak sang baginda. "Hahaha...!" Semua yang hadir disitu saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Lalu, Raja menepuk pundak si pemuda, dan berkata, "Terima kasih anak muda. Baginda senang dan puas. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini!" &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Sambil berpaling kepada semuanya, raja melanjutkan," Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh, sepertinya dia gagal! Tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu, jadi ..ya pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang dibawa anak-anak muda ini. Hai...kalian 7 pemuda, tidak jujur! Kalian pantas dihukum karena berani menipu baginda!" &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Segera ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun, namun baginda raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu. Sungguh tragis, ambisi mereka untuk meraih jabatan tersandung karena ketidakjujuran . &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Kejujuran adalah mutiara pribadi yang harus kita miliki dan pelihara dengan baik!   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Kejujuran adalah "mata uang" yang berlaku di mana-mana.&lt;/strong&gt; Walaupun kita hidup tidak berkelimpahan harta, namun dengan kejujuran, hidup kita akan bebas dari perasaan waswas, takut, dan cemas. Sehingga, kita akan menikmati kehidupan ini dengan tentram, damai, dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber : www.andriewongso.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-1509848133611112012?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/1509848133611112012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=1509848133611112012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1509848133611112012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1509848133611112012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/bibit-yang-tidak-bertunas.html' title='BIBIT YANG TIDAK BERTUNAS'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-1140257749738283367</id><published>2010-02-10T08:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T08:11:02.200-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi - Inspirasi'/><title type='text'>KAKEK BERUSIA 10 TAHUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan, di bawah sebuah pohon yang rindang, tampak sekelompok anak-anak sedang menyimak pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. Di antara anak-anak itu, terlihat seorang kakek duduk di sana. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Seusai pelajaran, seorang pemuda dengan penasaran menghampiri dan bertanya kepada si kakek, "Kek, apakah kakek seorang guru?"  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; "Bukan..., aku bukan seorang guru. Aku juga sedang belajar, sama dengan anak-anak itu." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; "Lho, memangnya, berapa umur kakek?"  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; "Umur kakek tahun ini, tepat 10 tahun." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; "Ah..., kakek bercanda! Perkiraanku, umur kakek sudah 70 tahunan..."  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; "Ha ha ha, tebakanmu benar! Bila dihitung dari saat kakek lahir hingga kini, umur kakek memang 70 tahun. Tetapi, 60 tahun yang telah dilewati jangan dihitung. Yang benar-benar dapat dihitung adalah kehidupanku sepuluh tahun terakhir ini." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Si pemuda menunjukkan wajah kebingungan. Ia pun bertanya, "Apa artinya, Kek?"  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sambil menghela napas panjang si kakek menjawab, "Sejak kecil sampai usia 20 tahun, yang seharusnya waktu terbaik untuk belajar, tetapi kakek sibuk bermain dan bersantai. Karena semua kebutuhan hidup telah disediakan berlimpah oleh orangtua kakek. Kemudian 20 tahun berikutnya, waktu yang seharusnya untuk mengejar karir dan berjuang, kakek malah menggunakannya untuk berfoya-foya-menghamburkan harta yang diperoleh dengan susah payah oleh orangtua kakek. Dan 20 tahun ketiga, waktu yang seharusnya untuk mengumpulkan tabungan sebagai persiapan pensiun di masa tuaku, malahan kakek gunakan untuk pergi tamasya, menghabiskan sisa harta yang masih ada. Semua hanya untuk mengejar kesenangan sesaat. Coba, kamu pikir, bukankah 60 tahun telah kulewati itu sia-sia? Tidak ada satu pun yang kupelajari." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; "Lalu bagaimana dengan sepuluh tahun terakhir hidup kakek?"  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Dengan mata berkaca-kaca si kakek bertutur, "Sepuluh tahun terakhir aku sadar, 60 tahun hidup dilalui tanpa makna, tanpa tujuan, dan tanpa cita-cita... Sungguh hidup yang sia-sia, tidak berguna. Saat sadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta. Untuk hidup pun harus ditunjang dari belas kasihan orang lain. Anak muda, jangan meniru kehidupan seperti yang telah kakek jalani. Karena, waktu adalah modal utama paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Pergunakanlah baik-baik untuk belajar, berusaha, dan berkarir. Efektivitaskan waktumu pada tujuan yang jelas, dan berjuang meraih keberhasilan. Maka kelak di hari tuamu, kamu akan menjalani kehidupan ini dengan bangga dan bahagia." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Saat ini kita hidup di Abad ke-21, di mana zaman mempunyai ciri khas yakni perubahan yang cepat, perkembangan teknologi yang semakin pesat, persaingan di semua lini usaha yang begitu ketat. Dan kita dituntut menjadi manusia pembelajar yang &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;bisa menghargai waktu dan mengelolanya secara cerdas, cermat, dan cekatan&lt;/strong&gt;.  &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Jika kita mampu mengelola waktu dengan begitu&lt;em&gt; smart&lt;/em&gt;, bisa dipastikan kehidupan kita akan punya warna, punya ciri, dan berkualitas. &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Manfaatkan waktu yang begitu berharga&lt;/strong&gt;! Seperti pepatah berbunyi, &lt;em&gt;time is money&lt;/em&gt; (waktu adalah uang). Tetapi lebih dari itu, &lt;em&gt;time is life&lt;/em&gt; (waktu adalah nyawa)...!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber : www.andriewongso.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-1140257749738283367?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/1140257749738283367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=1140257749738283367' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1140257749738283367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1140257749738283367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/kakek-berusia-10-tahun.html' title='KAKEK BERUSIA 10 TAHUN'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-3091478346425338807</id><published>2010-02-10T00:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T07:54:37.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi - Inspirasi'/><title type='text'>Kekuatan Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan, seorang wanita baru menikah dengan pria yang dicintai dan tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Tidak lama setelah mereka berumah tangga, sangat terasa banyak ketidakcocokan di antara menantu dan sang mertua. Hampir setiap hari terdengar kritikan dan omelan dari ibu mertua. Percekcokan pun seringkali terjadi. Apalagi sang suami tidak mampu berbuat banyak atas sikap ibunya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu demi melampiaskan sakit hati dan kebenciannya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Setelah berpikir sejenak, dengan senyumnya yang bijak, si paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu, tetapi dengan syarat yang harus dipatuhi si menantu. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan, "Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakanmu sendiri. Kamu harus bersikap baik, menghormati,dan tidak berdebat dengannya. Perlakukan dia layaknya sebagai ibumu sendiri, agar saat ibu mertuamu meninggal nanti, orang lain tidak akan menaruh curiga kepada kamu." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan perasaan lega dan senang, diturutinya semua petunjuk sang paman penjual obat. Dilayaninya sang ibu mertua dengan sangat baik dan penuh perhatian! Setiap hari, ia menyuguhkan aneka makanan kesukaan si ibu mertua. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak terasa, empat bulan telah berlalu dan terjadilah perubahan yang sangat besar. Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertua pun merasa tersentuh. Ia berbalik mulai menyayangi si menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia juga memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa menantunya adalah seorang penuh kasih dan menyayanginya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat, "Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasihat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Tolong paman, saya tidak ingin dia meninggal karena racun yang telah saya berikan". &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sang paman tersenyum puas dan berkata "Anakku, kamu tidak perlu khawatir. Bubuk yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua. Sekarang semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya." &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Cerita di atas mengajarkan kepada kita &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;betapa luar biasanya kekuatan kasih dan kekuatan perhatian&lt;/strong&gt;.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kasih dan perhatian mendatangkan kepedulian, ketulusan, dan kerelaan untuk berkorban. Kasih dan perhatian mampu melepaskan kita dari belenggu kesalahpahaman, meluluhkan ketidakpedulian, hati yang keras, dan pikiran yang penuh kebencian. Kasih dan perhatian juga mendatangkan kedamaian dan merekatkan perbedaan menjadi suatu kedekatan yang menyenangkan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Jika setiap hari kita mau memberikan kasih dan perhatian kepada orang di sekeliling kita, maka kehidupan kita pasti akan lebih bermakna dan berbahagia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;sumber : www.andriewongso.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-3091478346425338807?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/3091478346425338807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=3091478346425338807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3091478346425338807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3091478346425338807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/kekuatan-cinta.html' title='Kekuatan Cinta'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5372104627863730886</id><published>2010-02-08T20:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T20:18:24.555-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>7 SRATEGI TRANSISI KEUANGAN DARI PEGAWAI  MENJADI PENGUSAHA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3DhvuO3e_I/AAAAAAAAAJ4/6YFbgfWHRFM/s1600-h/100_0149-koin_preview.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3DhvuO3e_I/AAAAAAAAAJ4/6YFbgfWHRFM/s320/100_0149-koin_preview.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436092960216677362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang perempuan berusia 40 tahunan berbicara kepada saya mengenai tekanannya "bekerja untuk orang lain" dan keinginannya untuk "melakukan usaha mandiri ". Tapi, dia mengatakan dengan kebimbangan, "Saya memiliki keluarga yang mengandalkan pada diri saya dan standar kehidupan yang tidak ingin saya korbankan." &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang harus memutuskan bagi dirinya di level mana pengorbanan dan resiko bersedia diambil agar bisa menikmati kepuasan bekerja mandiri. Dengan mengetahui beberapa strategi mengelola resiko dalam memulai usaha akan membuat Anda membuat keputusan dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari ketujuh ide finansial dalam memulai usaha seperti di bawah ini, yang pertama menyarankan cara berpindah dari orang gajian (pegawai) menjadi mandiri (pengusaha) secara bertahap. Yang kedua bagaimana mengembangkan dana dan yang terakhir memulai ide.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Mengurangi gaji&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meninggalkan pekerjaan untuk mengembangkan usaha baru, sepertinya sebagai satu-satunya opsi Anda, dengan asumsi Anda tidak mendapatkan persetujuan mengurangi jam kerja Anda.  Dalam kasus ini, tanyakan pada diri Anda mengapa dan bagaimana perusahaan akan mendapatkan keuntungan dengan mempertahankan ketrampilan dan pengalaman Anda, karena masa transisi bisa memberikan dasar dalam mendekati pimpinan Anda. Pastikan menyelesaikan pekerjaan rumah Anda terlebih dahulu. Namun, bagaimanapun juga Anda harus mampu mendukung permintaan Anda secara rasional.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga pertimbangkan masalah waktu dalam memulai usaha. Anda ingin menginformasikan pada pimpinan jika Anda ingin keluar setelah segala sesuatunya sudah siap, jika pimpinan tidak menyetujui permintaan Anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Mengembangkan sumber penghasilan lain&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda ingin meninggalkan pekerjaan saat ini, adakah ketrampilan yang Anda miliki bisa dijadikan sandaran dan diterapkan tanpa mengeluarkan waktu dan energi? Apakah kerja sambilan atau freelance sebagai opsi?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Misalnya,  pekerja komunitas kesehatan mental membuka praktek pribadi. Dengan menggunakanpengalamannya dalam hal resolusi konflik untuk menjual paket training ke sekolah umum. Seorang wanita beralih dari agen asuransi menjadi penyedia seminar perencanaan keuangan jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Mengurangi pengeluaran&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ide finansial lainnya dalam memulai bisnis adalah melihat apa yang bisa Anda hemat. Terlepas dari pengeluaran tetap – pajak, asuransi, dsb - yang merupakan kebijakan pengeluaran dengan anggaran yang lebih besar.  Dengan melakukan analisa yang hati-hati terhadap pengeluaran ini dan memilih mana yang didahulukan bisa menghemat ribuan dollar setiap tahunnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Analisa dengan cermat pengeluaran tersembunyi  - bunga kartu kredit, biaya bank, denda keterlambatan, atau auto debit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Meminjam&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak perlu menunggu untuk meminjam sebagai biaya awal sampai Anda memiliki ide yang tersusun dengan baik yang digunakan untuk pinjaman  bisnis. Mengambil kredit lunak adalah cara mendapatkan modal saat memulai usaha.  Jika Anda memilih ide finansial ini untuk  memulai usaha, mengajukan pinjaman atau paket pembiayaan ketika Anda masih bekerja, sangat disarankan. Peringkat Anda sebagai peminjam akan menurun ketika pinjaman ada berkurang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda tidak perlu menunggu! Segera mulai bisnis anda saat Anda masih bekerja. Beberapa langkah dibawah ini bisa dilakukan saat antri di toko kelontong atau di threadmill. Ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan dan melakukan riset informal untuk mendapatkan kristalisasi ide yang jelas mengenai ide Anda. Ini akan memakan waktu berminggu-minggu dari waktu start-up Anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Menentukan ceruk&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat memulai usaha, pikirkan jasa unik yang Anda kuasai  dan paling disukai. Buatlah spesifik! Tuliskan! Kemudian pikirkan orang-orang yang akan mendapatkan keuntungan dari jasa yang Anda berikan dan mampu membayarnya. Sekali lagi, buatlah spesifik: usia, dimana mereka biasa berkumpul, kebiasaan dan nilai-nilai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda tidak tahu, bertanyalah. Temukan seseorang yang tepat sebagai  profil  "klien ideal" dan minta ijin untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Biasanya orang senang bisa membantu orang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6. Membuat marketing plan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang Anda butuhkan dari marketing plan akan mempengaruhi perkembangan bisnis Anda, mulai saat ini hanya dengan menanyakan , "Bagaimana usaha saya bisa menghasilkan keuntungan ?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Produk atau jasa apa yang akan Anda jual? Bagaimana Anda menjabarkannya sehingga orang cepat mengetahuinya? Bagaimana Anda mengemasnya? (Biaya jasa? Per proyek? Berdasarkan gaji?) Bagaimana Anda memberinya harga ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7. Mengelola ketakutan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi kebanyakan orang, apapun yang terkait dengan uang meningkatkan kekhawatiran. Penting untuk mengetahui diri Anda dan orang lain bahwa Anda mengambil resiko, dan Anda sudah menentukan ini adalah resiko yang Anda ambil. Jadi, anggap saja ketakutan memulai usaha adalah hal yang wajar, dan temukan cara untuk mengelolanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendapatkan dukungan dari orang-orang yang percaya dengan Anda dan apa yang Anda kerjakan adalah taktik manajemen ketakutan nomor satu.  Jangan menganggap Anda akan mendapatkannya dari orang-orang yang terdekat dengan Anda atau jika Anda tidak memilikinya, maka tidak menjalankannya.  Mungkin saja mereka adalah orang-orang yang berpengaruh besar dalam keputusan Anda dan yang paling siap membantu Anda. Kesediaan untuk melakukan rencana dengan Anda – sangat membantu, tapi dukungan bisa datang belakangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menetapkan tujuan juga sangat membantu  (serta tanggal penyelesaian)  ini adalah kunci untuk pengalaman baru Anda – mengelola kekhawatiran – dan mengumumkannya setidaknya ke satu orang. Anda akan menemukan dengan membuat komitmen terhadap ide finansial untuk memulai usaha, katakan dengan keras dan ikuti, maka akan memberikan Anda keyakinan ke arah kedepannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi Anda yang sudah lelah bekerja untuk orang lain dan ingin mandiri, ide finansial untuk memulai usaha ini akan membantu Anda mengambil langkah yang tepat , tapi positif untuk merealisasikan tujuan Anda!&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: www.about.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5372104627863730886?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5372104627863730886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5372104627863730886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5372104627863730886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5372104627863730886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/7-srategi-transisi-keuangan-dari.html' title='7 SRATEGI TRANSISI KEUANGAN DARI PEGAWAI  MENJADI PENGUSAHA'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3DhvuO3e_I/AAAAAAAAAJ4/6YFbgfWHRFM/s72-c/100_0149-koin_preview.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-2549657856663748288</id><published>2010-02-08T05:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T21:51:08.590-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>MUARA TELANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muara Telang adalah salah satu kecamatan yang ada di Sumatera Selatan, jarak nya kurang lebih 60 km dari kota palembang, butuh waktu 1 jam lebih untuk ke kota palembang dengan menggunakan Spetboat (Perahu Motor yang cepat).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Disana ada sebuah Desa Bernama Muktijaya,kampung Halaman saya yang selalu saya rindukan, walaupun bukan tahah kelahiran saya, tapi setidaknya disanalah saya tumbuh dan besar, menghabiskan masa kecil dan remaja di Sebuah pulau yang dikelilingi oleh sungai musi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan disana, Kenangan tentang masa kecil ku yang begitu indah, kebersamaan dengan keluarga yang begitu hangat, tentang keramah tamahan para tetangga, tentang lingkungan yang masih sangat alami, hamparan sawah yang lias dan hijau di musim tanam, sungguh lingkungan yang jauh dari polusi, tentang teman-teman kecil ku yang masih begitu polos dan lugu, sebuah lingkungan yang masih belum terjamah oleh energi-energi negatif seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3AuV94jJMI/AAAAAAAAAIw/vrsPJ3gF9Uo/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3AuV94jJMI/AAAAAAAAAIw/vrsPJ3gF9Uo/s400/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435895705160066242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Tak terasa sudah lebih dari 7 tahun saya pergi meninggalkan kampung halaman saya, hanya pulang sesekali saja di waktu libur Idul Fitri. Tak heran bila sekarang pulang bukan lagi merasa pulang di rumah sendiri, tapi malah serasa tamu..banyak sekali perubahan yang telah terjadi disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3Au4diUwKI/AAAAAAAAAJQ/35Sn5W-7hGs/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3Au4diUwKI/AAAAAAAAAJQ/35Sn5W-7hGs/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435896297772335266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuh tahun yang lalu,selepas saya lulus dari Smu, Desa ini belum terjamah Listrik, belum ada Yang memiliki Telpon/HP,Belum ada Mobil, Bahkan Motor masih sangat sedikit yang punya..Suatu keadaan yang bisa dibilang sangat jauh tertinggal. tahun 2003 belum terjamah oleh listrik dan perangkat komunikasi seperti Hp atau Telpon. Namun saya justru merasakan kedamaian disana, suatu kedamaian yang tidak pernah saya dapatkan di tempat lain, apalagi di kota besar. Tak ada Kebisingan, kegaduhan, tak ada Kekacauan. Semua berjalan begitu saja tanpa ada masalah, walau dengan keadaan yang boleh di bilang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3Av4uAnx6I/AAAAAAAAAJY/6MujlcGmbLE/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3Av4uAnx6I/AAAAAAAAAJY/6MujlcGmbLE/s400/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435897401706006434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Desa inilah saya tumbuh, belajar, dididik ahklak, di tempa pendidikan agama, dan mempunyai cita-cita. Saya selalu di dorong terus oleh orang tua untuk terus sekolah setinggi-tingginya agar bisa jadi orang sukses. Sebisa mungkin mereka akan memberi dukungan moril dan materil untuk itu. jangan seperti Orang tua atau teman-teman yang tidak sekolah, yang hanya bisa bekerja jadi petani, kerja di ladang yang penuh lumpur dan berada di bawah terik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3AwOHHq_RI/AAAAAAAAAJg/FkBxiH7LjRk/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3AwOHHq_RI/AAAAAAAAAJg/FkBxiH7LjRk/s400/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435897769223716114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dorongan dari meraka membuat saya mempunyai cita-cita yang tinggi, walau belum terarah dan selalu berganti-ganti setiap tahun. sewaktu saya kecil saya pengen sekali menjadi Dokter, mana kepikiran waktu itu sekolah kedokteran sangat mahal untuk ukuran seorang petani. tapi ketika sakit dan di bawa ke mantri dan mersakan sakitnya jarum suntik, cita-cita itu langsung di batalkan. masuk sekolah dasar tiba-tiba pengen jadi pelukis, karena memang saya sangat gemar menggambar, nilai pelajaran menggambar saya selalu yang tertinggi selama 6 tahun di Sekolah dasar. bukan hanya di buku gambar saya menggambar, setiap buku tulis saya juga tak luput dari coretan pensil saya, bahkan dinding rumah dan meja juga penuh coretan pensil dan kapur oleh saya. sedikitpun Bapak dan ibu tidak memarahi saya, dengan sabar ibu membersikan meja dari coretan kapur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak selalu bilang, eko ini bakat jadi Arsitek..gambarnya realistik..apa itu Arsitek pak? "Arsitek itu orang yang kerjanya membangun rumah dan gedung-gedung yang bagus, tapi bukan seperti tukang" jawab bapak. wah.boleh tuh pak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuk SMP, Cita-cita saya berubah lagi, tiba-tiba pengen jadi Guru, pengen nanti mendirikan sekolah sendiri atau paling tidak mengajar di desa sendiri kalau nanti sudah di bangun SMP dan SMA, capek rasanya sekolah di Kecamatan, Jarak 10 Kilo harus di tempuh tiap hari dengan mengayuh sepeda, melewati jalanan desa yang terkadang becek dan penuh lumpur jika hujan deras, melewati puluhan Hektar jalanan di sawah, terkadang naik perahu melewati sungai.. tapi saya dan teman-teman bisa melewati masa-masa itu dengan riang gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3Aue749s2I/AAAAAAAAAI4/tgl7itmgYxc/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3Aue749s2I/AAAAAAAAAI4/tgl7itmgYxc/s400/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435895859243758434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setamat SMP, beruntung waktu itu bisa di terima di satu-satunya SMA yang ada di kecamatan Muara telang, SMA Negeri 1 Muara Telang. Disanalah saya makin semangat untuk meraih cita-cita saya. Saya ingin kerja di kota, saya ingin seperti paman-paman yang ada di jawa, jadi akuntan, Staff ahli di perusahaan yang besar, atau syukur-syukur jadi manajer. hal itu membuat saya nekat pindah jurusan IPS, walaupun oleh Guru di masukan di kelas IPA. Saya harus bisa kuliah di Universitas Negeri. agar orang tua tidak terlalu berat membiayai kuliah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat menggembirakan saat pengumuman kelulusan, saya meraih nilai terbesar dan menjadi juara umum untuk jurusan IPS, serasa maling, saya di arak dan di jeburkan ke sungai sebagai ucapan selamat. cara yang aneh saya pikir..tapi justru hal itu yang tidak bisa di lupakan sampai sekarang. untuk di ketahui, air di sana gak selalu bening, di bulan-bulan tertentu air akan terluhat keruh..tapi gak masalah bagi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita sekarang sudah lebih dari 7 tahun saya pergi meninggalkan Muara Telang, berjuang menggapai cita-cita. Belum jadi Satupun yang di cita-citakan dulu, bukan jadi Akuntan, Bukan Bekerja di Perusahaan Besar, Bukan Jadi Manajer, Guru, Apalagi Dokter, Entah dari mana jalan nya, sekarang justru jadi Instruktur Komputer. Tapi setidaknya masih ada kaitanya, Karena sekarang kerjanya hampir sama seperti Guru, dan masih berkaitan dengan Hobi menggambar, walau lewat komputer. Masa Depan Itu benar-benar sebuah misteri, apa yang kita cita-citakan atau rencanakan tidak selalu jadi kenyataan. di tengah jalan kemungkinan untuk erputar haluan itu selalu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Cita-cita itu masih terus ada, lebih Realistis, aku ingin selesaikan Kuliah Ku di Jurusan Manajemen, bukan mau jadi Manajer, bukan juga mau kerja di Perusahan besar, aku ingin pulang kembali ke Desa ku tercinta, Hidup di kota tak seenak apa yang mereka bayangkan, Bukan  hanya materi yang kita butuhkan dalam hidup ini. Membangun rumah di desa, membuat usaha, dan sesekali ke kota hanya untuk berbisnis dan rekreasi mungkin akan terasa mengasyikan. toh sekarang di desa tercinta saya sudah Terang oleh cahaya listrik, Sudah bisa terdengar suara mobil dan motor, namun masih tetap akan ada suara jangkrik, kicauan burung dan kokok  ayam jantan di pagi hari. dan yang gak kalah penting sudah merasakan juga dampak Globalisasi, dimana HP sudah jadi kebutuhan pokok seperti hal nya di kota, dan gak nyangka sudah pada kenal internet..Maaf ya bang Ari, gambar yang saya pasang ini saya ambil dari Facebook muara telang ku yang mas ari buat. Salam buat teman-teman di Telang. (08/02/10)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-2549657856663748288?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/2549657856663748288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=2549657856663748288' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2549657856663748288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2549657856663748288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/muara-telang.html' title='MUARA TELANG'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S3AuV94jJMI/AAAAAAAAAIw/vrsPJ3gF9Uo/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5261370786613426195</id><published>2010-02-07T05:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T07:21:52.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Diary'/><title type='text'>SAHABAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata sahabat adalah sebuah kata yang menandakan bahwa manusia adalah makhluk sosial namun demikian besar arti sebenarnya dari sebuah persahabatan sehingga membuatnya begitu berarti. kadang sahabat dapat membuat hari-hari yang kita lalui benar-benar indah dan memiliki banyak cerita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="snap_preview"&gt;&lt;br /&gt;Gak bisa di pungkiri, kita sangat membutuhkan kehadiran seorang sahabat..terlebih bagi kita yang tinggal jauh dari keluarga  "Merantau". Saya selalu ingat pesan dari Orang Tua saya "Jaga diri baik-baik di sana, pintar-pintar bergaul dan membawa diri, berbuat baiklah selalu kepada teman karena hanya teman yang bisa menemani dan membantu kamu disaat kamu mengalami kesulitan, karena kami jauh dari mu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya sangat merasakan kebenaran nasehat mereka, Berbuat baik dengan teman itu sangat  bermangfaat, Teman bisa memberi kita inspirasi dan menjadi partnet usaha.bicara soal usaha, jadi ingat sama seorang teman di kampus, Ade Irwansyah.yang mengajak untuk mencoba membuka usaha sampingan "Tambak Lele"..Sudah sempat lihat-lihat budidaya lele sampai di Natar  dan Bandar jaya, cari lokasi tempat yang cocok untuk budi daya lele. tapi realisasinya belum pasti, karena dengar-dengar Ade mau di Pindah Tugaskan ke Batam..Kita lihat saja nanti Sobat..kalau gak jadi pindah Lanjutkan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma teman kampus saja yang ada rencana pergi,teman-teman kantor satu persatu justru sudah pergi, ada yang di pindah tugas, Ada yang Resign, pindah kerja..Saya yakin saya dan teman-teman sependapat bahwa  tidak mudah memutuskan untuk pindah kerja, apalagi sudah cukup lama bekerja di sini. Tapi mungkin jika kita ingin melakukan perubahan yang lebih baik, ingin mencari suasana yang baru, apalagi ada kesempatan untuk itu, jadi tidak ada salahnya mereka mencoba. Karena kesempatan berharga tidak akan datang dua kali.sukses untuk teman-teman ya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, terpaksa untuk sementara waktu saya harus tinggal di kantor tercinta ini..karena kang Dadang juga sudah Resign 4 hari yang lalu..pindah ke Bandar Jaya. Sepi, hujan lagi..untuk tadi sudah sempat makan, sama beli Pop Mie dan chiky di Carrefour..jadi sekarang bisa ngeblog sambil ngemil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir-pikir sekarang terasa sekali sepinya..sejak teman-teman Resign, Putus Hubungan dengan Some One, Libur Kuliah..Sudah lama gak pernah rasain jalan bareng lagi, makan bareng, nonton bareng, Olahraga bareng..tapi ya sudahlah, semua sudah di atur oleh-Nya..pasti ada hikmah dibalik semua ini, walau sekarang harus jaga di Kantor Sendirian..Mudah -mudahan ini gak akan lama, karena masih banyak hal yang mesti di kerjakan di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang pasti teman boleh datang dan pergi silih berganti, namun tetaplah berbuat baik kepada orang yang ada di sekitar kita saat ini, karena sebenarnya Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada diri kita dalambentuk persahabatan, cinta kasih, perasaan bermakna maupun kepusaan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada teman, kita sebenarnya sedang berbuat baik pada diri kita sendiri. (07/02/10)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5261370786613426195?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5261370786613426195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5261370786613426195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5261370786613426195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5261370786613426195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/sahabat.html' title='SAHABAT'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-3344175100710404390</id><published>2010-02-07T05:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T05:39:21.917-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>PRODUKTIVITAS PENGUSAHA - "DINDING" PENGUSAHA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S27CT6zcxuI/AAAAAAAAAIg/KTYYH2cSG8k/s1600-h/dinding.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S27CT6zcxuI/AAAAAAAAAIg/KTYYH2cSG8k/s400/dinding.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435495447741122274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru-baru ini saya berbicara dengan pengusaha yang menceritakan seorang sales yang baru ditemuinya. Dia mengatakan dalam beberapa tahun dia mengenalnya, sales ini telah bergabung dengan tiga perusahaan yang berbeda. Kemudian pengusaha ini diam sejenak dan berkata, “Mungkin saya juga memiliki kecenderungan yang sama. Intinya adalah rumput tetangga selalu nampak lebih hijau, saya kira .”  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tendensi ke pergeseran tugas-makro, untuk mengubah perhatian karir ke sesuatu yang lebih besar adalah hal yang umum terjadi di semua jenis kewirausahaan. Saya sendiri sudah merasakannya di berbagai kejadian yang beragam. Selalu ada peluang lain didalamnya, sesuatu yang lebih menarik.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanyakan pada pelari marathon dan dia akan mengatakan pada Anda tentang “Dinding”; titik dalam pertandingan dimana simpanan energi internal digunakan. Menghantam dinding ini bisa jadi mengecewakan pelari, dan mereka akan menyerah saat pertandingan. Namun, jika atlet mendorong dan “memanjat” dinding ini, mereka akan menemukan dorongan energi baru dan mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengusaha mengalami hal ini, serta “dinding pengusaha.” Dinding ini adalah momen saat usaha tidak lagi menarik. Pada awalnya, pengusaha bangun tiap hari dengan semangat untuk menjalankan usahanya. Tiba-tiba, menjadi surut. Alasannya menabrak dinding ini beragam, dari kondisi perekonomian yag menurun, sampai penjualan yang buruk, hubungan dengan karyawan, atau hanya karena bosan. Namun, jika pengusaha bisa mendorong dan mendaki dinding, dia akan mengalami level kesuksesan baru dan antusiasme baru.&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti pelari marathon yang juga mengkondisikan dirinya supaya tidak terlalu terkejut dengan sistem, begitu juga dengan pengusaha, yang bisa menggunakan beberapa alat spesifik yang mempermudah mereka untuk mendaki dinding personal mereka. Tiga alat tersebut adalah :&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Visi perusahaan &lt;/strong&gt; - Visi perusahaan adalah dokumen yang memuat gambaran perusahaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun mendatang atau lebih. Ini menciptakan arah yang konkret bagi Anda dan perusahaan. Dengan visi perusahaan yang tertulis dan dipajang di dinding merupakan alat yang ampuh untuk mengingatkan Anda. Akan semakin ampuh saat Anda ditanya keinginan apa yang ingin dicapai mendatang.  Saat pengusaha mengacu ke visi perusahaan, mereka akan ingat keinginan untuk mencapai tujuan perusahaan.&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Liburan&lt;/strong&gt; – Pengusaha selalu menolak waktu yang dianggarkan untuk liburan rutin. Ini membuat mereka berada di situasi dimana mereka tidak menmukan peluang untuk mengisi ulang energi mereka. Buatlah jadwal liburan. Dengan membuat jadwal liburan, pengusaha selalu memiliki apa yang diharapkan. Saat kembali, pengusaha akan menemukan masalah yang dihadapi saat sebelum liburan bukanlah menjadi masalah yang besar.&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Pelatihan bisnis &lt;/strong&gt;– sebagai seorang  business coach , saya sering membantu klien untuk kembali ke kelas saat mereka merasa putus asa atau saat mereka kehilangan perspektif.  Ungkapan kuno yang mengatakan ‘tidak bisa melihat hutan melalui pepohonan’ memang benar adanya dalam bisnis. Saat Anda mencapai dinding pengusaha, Anda membutuhkan seseorang dari luar yang bisa melihat segala sesuatunya dari perspektif jauh, yang bisa melihat gambaran secara keseluruhan dan menanyakan pertanyaan yang tepat.  Pelatihan bisnis merupakan komponen penting bagi pengusaha untuk menciptakan akuntanbilitas personal . Akuntanbilitas ini tidak hanya memberikan pandangan yang berharga dari sisi bisnis, tapi juga membantu pengusaha untuk maju kedepan saat mereka menjumpai dinding pengusaha.&lt;/p&gt;      &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: www.articlebase.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-3344175100710404390?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/3344175100710404390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=3344175100710404390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3344175100710404390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3344175100710404390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/produktivitas-pengusaha-dinding.html' title='PRODUKTIVITAS PENGUSAHA - &quot;DINDING&quot; PENGUSAHA'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S27CT6zcxuI/AAAAAAAAAIg/KTYYH2cSG8k/s72-c/dinding.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-2682870187077800549</id><published>2010-02-07T05:34:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T05:36:24.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>5 KUNCI KEBERHASILAN USAHA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S27Bu6kxhHI/AAAAAAAAAIY/tolx3pNJ09Y/s1600-h/kunciusaha.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 232px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S27Bu6kxhHI/AAAAAAAAAIY/tolx3pNJ09Y/s400/kunciusaha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435494812024407154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai seorang pengusaha, Anda memiliki banyak cara untuk menggambarkan kesuksesan. Anda bisa menganggap sukses dengan memiliki sejumlah pelanggan, prosentase net profit dari pasar Anda, periode dalam menjalankan usaha, jumlah karyawan yang Anda miliki, atau berbagai kombinasi lainya. Terlepas dari apapun defines Anda, pada umumnya bisnis yang berhasil memiliki lima elemen kunci ini   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Perencanaan &lt;/strong&gt;– Memang benar tanpa adanya rencana kemana Anda menuju, Anda memiliki peluang yang kecil untuk mencapainya. Alasan nomor satu mengapa banyak usaha baru yang gagal adalah kurangnya antisipasi mereka dalam menghadapi masalah karena tidak adanya perencanaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Menetapkan tujuan&lt;/strong&gt; – Bersamaan dengan perencanaan adalah menetapkan tujuan. Tanyakan pada pengusaha sukses, dimanapun, jika mereka menetapkan dan mengerjakan yang mengarah mencapai tujuan, atau  mereka melakukannya "mengikuti aliran" dan berharap yang terbaik. Jawabannya sudah jelas namun sering diabaikan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Adaptasi &lt;/strong&gt;– Setiap bisnis, apapun jenisnya, menghadapi tantangan dan persaingan yang tidak ada habisnya. Diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi tantangan-tantangan ini untuk menentukan apakan usaha bisa bertahan atau tidak. Pasar dipenuhi dengan berbagai usaha yang tidak mampu atau tidak mau beradaptasi pada perubahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Inovasi&lt;/strong&gt; – Lebih penting daripada sekedar mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar, pengusaha yang sukses akan terus-menerus fokus pada upaya mereka untuk berinovasi dan peningkatan atau membuat mereka keluar dari bisnis saat pelanggan mencari pesaing yang menawarkan sesuatu yang tidak Anda pikirkan .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Memasarkan secara konstan&lt;/strong&gt; – Marketing tidak hanya sekedar menjual atau mengiklankan sesuatu. Namun ini segala sesuatu yang Anda kerjakan dan hadapi. Setiap saat Anda berbicara dengan pelanggan, menjawab telepon, mengisi order, atau saat berbicara dengan supplier Anda memasarkan diri Anda dan perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lima elemen ini merupakan hal penting untuk kesuksesan bisnis Anda. Ini akan membantu jika Anda berpikir sebagai potongan puzzle yang harus diletakkan bersamaan untuk mengubah ide anda, kerja keras, uang, dan ketrampilan menjadi usaha yang sukses.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: http://www.businessstartupresource.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-2682870187077800549?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/2682870187077800549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=2682870187077800549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2682870187077800549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2682870187077800549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/5-kunci-keberhasilan-usaha.html' title='5 KUNCI KEBERHASILAN USAHA'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S27Bu6kxhHI/AAAAAAAAAIY/tolx3pNJ09Y/s72-c/kunciusaha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5451011511824256334</id><published>2010-02-06T22:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T22:21:50.013-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>10 Cara Membangun Kepercayaan dalam Bisnis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25bqMS_xkI/AAAAAAAAAIQ/sYFIvTwvYas/s1600-h/trust.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 282px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25bqMS_xkI/AAAAAAAAAIQ/sYFIvTwvYas/s400/trust.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435382580696303170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kepercayaan adalah hal yang sangat penting untuk menarik klien baru dan membangun kepercayaan seharusnya menjadi bagian penting dalam strategi marketing Anda. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Anda tidak akan membeli mobil jika menurut Anda tidak bisa dikendarai pulang. Dan Anda tidak akan membeli dari dealer yang curang, dengan memberikan harga yang tinggi dan tidak bertanggung jawab saat terjadi kerusakan mesin saat mobil dibawa pulang.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebelum membeli dari Anda, pembeli harus percaya bahwa produk dan jasa Anda akan memenuhi fungsinya. Apakah marketing Anda membantu membangun kepercayaan yang dibutuhkan untuk meyakinkan prospek agar membeli dari Anda? &lt;span lang="DE"&gt;Jika Anda berupaya keras untuk menarik klien dan pelanggan, gunakan taktik berikut untuk merubah prospek menjadi klien.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;strong&gt;1. Mendapatkan Testimoni&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Terlepas dari seberapa besar kredibilitas Anda atau banyaknya pengalaman yang Anda miliki, orang akan lebih memperhatikan apa yang dikatakan ORANG LAIN mengenai Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Angkat telepon dan hubungi pelanggan Anda untuk menanyakan pendapat mereka terhadap produk atau jasa Anda, apa yang mereka sukai dan bagaimana bisa membantu mereka. Edit komentar mereka, mintalah ijin untuk menggunakan komentar mereka dan tampilkan testimoni ini dalam materi marketing Anda.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;strong&gt;2. Gunakan artikel daripada iklan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Kami mulai tidak mempercayai iklan dan mulai meyakini apa yang kami baca di artikel yang diterbitkan. Investasikan waktu Anda untuk menulis artikel&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang menjadikan Anda seorang ahli. Jika Anda membuat iklan, masukkan testimoni kedalamnya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="DE"&gt;3. Memberi sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Saat Anda memberi sesuatu pada orang lain, terlepas&lt;span&gt; dari&lt;/span&gt; masalah harga, mereka akan percaya pada Anda dan sebagai gantinya mereka akan membeli sesuatu dari Anda. &lt;/span&gt;Gunakan ebook, artikel, workshop&lt;span&gt; &lt;/span&gt;atau demo gratis untuk membangun kepercayaan.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;4. Mendapatkan referal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika Anda membutuhkan dokter baru, pengacara, tukang ledeng, tukang kayu, atau tempat makan, Anda bertanya pada teman untuk mendapatkan referal. Anda percaya rekomendasi yang diberikan oleh orang yang Anda kenal, dan kenyataannya, dengan cara demikianlah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kebanyakan orang mendapatkan pekerjaan. Jangan menunggu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;referal datang secara tiba-tiba, terapkan sistem proaktif untuk mendapatkan referal.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;5. Saling mendukung &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Membangun usaha yang Anda percayai serta menyasar pasar Anda. &lt;span lang="DE"&gt;Libatkan mereka untuk mendukung produk dan jasa Anda didalam pemasaran mereka dan lakukan hal yang sama untuk mereka.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jika referal personal adalah ideal, dukungan adalah penutup kedua. Taktik ini bisa melipatgandakan pencapaian marketing tanpa biaya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;6. Memberi contoh/sample&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Memberikan informasi daripada membuat klaim dramatis tentang apa yang bisa dilakukan produk Anda. Gunakan studi kasus untuk menginformasikan apa yang telah Anda lakukan, untuk siapa dan perbedaan yang diciptakan dalam kehidupan atau usaha mereka.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;7. Personalisasi marketing Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Orang berbisnis dengan orang lain. Anda harus membantu prospek mengenal dan mempercayai Anda. Biarkan hasrat dan kepribadian Anda masuk dalam pemasaran dan profesionalisme Anda. &lt;span lang="DE"&gt;Masukkan foto diri yang tersenyum, ditempat yang meyakinkan untuk dipasang di halaman pertama materi marketing Anda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;strong&gt;8. Mengurangi resiko yang diterima&lt;/strong&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Perhatian terbesar pembeli adalah seberapa baik kinerja produk atau jasa Anda. Memberikan garansi mungkin membantu tapi dalam banyak kasus ini tidak akan menciptakan penjualan. Perjelas nilai yang bisa Anda berikan dan nyatakan komitmen Anda untuk tidak hanya melihat senang, tapi juga puas dengan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;produk dan jasa Anda.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;strong&gt;9. Mempermudah kontak&lt;/strong&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Jika Anda ingin klien bisa berhubungan dengan Anda, tunjukkan caranya. Cantumkan nomer telepon Anda di bagian atas materi marketing dan informasikan pada mereka untuk menghubungi Anda. Ketika Anda menghubungi mereka, berikan nomor telepon Anda sekali lagi di akhir pembicaraan dan sampaikan untuk menghubungi Anda. Jika Anda memiliki web site, cantumkan form kontak di bagian atas home page Anda .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;strong&gt;10. Menjalin komunikasi&lt;/strong&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Orang yang Anda temui dan ajak bicara secara rutin biasanya adalah orang-orang yang paling Anda percayai.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Komunikasi bukanlah satu-satunya bahan dalam mengembangkan kepercayaan, tapi ini merupakan hal yang sangat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;penting. Jika Anda menjual jasa atau produk high end, telepon pribadi adalah salah satu cara terbaik untuk menjawab pertanyaan prospek, dan membangun kepercayaan. &lt;/span&gt;Hubungi prospek atau klien secara rutin dan dapatkan feedback&lt;span&gt; &lt;/span&gt;apa yang menjadi perhatian mereka.&lt;span lang="DE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Gunakan sepuluh taktik marketing ini untuk membangun kepercayaan dan Anda akan menemukan lebih banyak prospek membeli produk dan jasa Anda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: www.charliecook.net&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5451011511824256334?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5451011511824256334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5451011511824256334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5451011511824256334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5451011511824256334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/kepercayaan-adalah-hal-yang-sangat.html' title='10 Cara Membangun Kepercayaan dalam Bisnis'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25bqMS_xkI/AAAAAAAAAIQ/sYFIvTwvYas/s72-c/trust.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-3969231748421705978</id><published>2010-02-06T22:12:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T22:16:22.450-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>Strategi Alternatif Bagi yang Ragu Menjadi Pengusaha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25aarwmQAI/AAAAAAAAAII/1AqCG0cdrIk/s1600-h/trapped.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25aarwmQAI/AAAAAAAAAII/1AqCG0cdrIk/s400/trapped.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435381214752423938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemampuan untuk sukses sebagai pengusaha adalah salah satu pengalaman yang tidak ternilai yang dinikmati seseorang. Melihat produk Anda terpajang di rak merupakan hal yang menakjubkan. Mengetahui bahwa produk Anda bermanfaat bagi orang lain merupakan hal yang sangat berharga. Di balik penghargaan secara materi, pengetahuan dimana Anda bisa mencapai level keberhasilan, dimana orang lain enggan melakukannya merupakan berkah yang signifikan.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi apa yang dilakukan oleh penemu, pencipta untuk memajukan peluang mereka jika mereka tidak memiliki ketrampilan wirausaha. Dalam usaha konsultasi yang saya geluti, saya melihat sejumlah peluang penempatan produk yang besar dan sebaliknya ada sejumlah kecil potensi pengusaha sukses. Ini sangat berat bagi siapapun untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan benar-benar memakai baju baru. Ini adalah satu alasan dimana hanya ada sedikit pengusaha dan banyak pemimpi. Namun, ada peluang dan strategi yang bisa mengatasi batasan personal pengusaha.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada sejumlah jasa konsultasi yang mampu, memiliki legitimasi yang biasa menangani peluang usaha bagi para investor. Mereka mampu melakukan banyak pekerjaan yang bagi kebanyakan orang enggan melakukannya. Seorang konsultan yang baik akan menghemat waktu, uang, dan meminimalkan kesalahan klien. Pastikan Anda mewawancara lebih dari satu perusahaan, tanyakan referensi terdahulu dan terbaru,  minta contoh produk yang sudah dikembangkan perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang konsultan yang efektif harus mampu menawarkan strategi pelaksanaan sebelum investor mengeluarkan uangnya. Perusahaan harus mampu melakukan, atau memiliki akses ke profesional sehingga bisa melakukan setiap elemen aspek proyek yang dibutuhkan.  Jika investor memiliki ketrampilan tertentu, (ketrampilan untuk menata keuangan, engineering, pembuatan 3D CAD, dsb). Konsultan yang mumpuni harus bisa bertindak selaku projects managing consultant (menangani setiap aspek pengembangan, sales, marketing, produksi, negosiasi, dsb). Seringkali investor hanya membutuhkan mengerjakan tugas tertentu yang spesifik, di area dimana mereka tidak memiliki pengalaman atau tantangan.  Ini termasuk sales dan marketing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang konsultan  harus mampu memberikan strategi terbaik dengan jelas, peluang dan batasan proyek yang mungkin dihadapi. Mereka harus realistis dalam mengakses potensi kesuksesan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak investor pernah mendekati saya dan tanpa ragu menyatakan mereka membutuhkan sejumlah uang. Saya belum pernah bertemu seorang investor yang  bisa memperkirakan sejumlah uang yang mereka PIKIR dibutuhkan. Mereka hanya menebak dan belum melakukan riset penting yang dipersyaratkan untuk  mengukur kebutuhan finansial sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak investor yang percaya bahwa mereka perlu meningkatkan jumlah dana untuk menyelesaikan pengembangan, produksi dan menjual produk mereka. Jarang ada yang melakukan hal ini. Yang sering terjadi prototype bisa dijual atau dibuatkan lisesnsi, memasuki kerjasama stratejik, atau membentuk kemitraan. Ini merupakan beberapa stratagi yang bisa dipertimbangkan oleh konsultan yang kompeten.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai investor dengan peluang potensi komersial, penting bagi Anda untuk tetap fleksibel dan realistis. Saat saya bertemu dengan seorang investor yang sudah mengerjakan proyeknya selama bertahun-tahun, saya menjadi sangat khawatir. Ini merupakan tanda bahwa mereka menginginkan kontrol yang lebih serta dengan harapan finansial yang tidak realistis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika konsultan sudah tersedia, ada banyak sumber potensial yang membantu investor. Saat ini banyak universitas yang memiliki program studi kewirausahaan dan menawarkan mentoring. Juga, banyak pemerintahan lokal/regional yang mengorganisir program pengembangan usaha kecil, dimana diakui bahwa usaha kecil adalah pemicu pertumbuhan pekerjaan dan pendapatan pajak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya karena Anda tidak memiliki ketrampilan kewirausahaan tidak berarti menghilangkan peluang usaha kreatif dari potensi pasar. Namun, uang dan peluang selalu menarik teknologi, produk, dan jasa baru. Dapatkan bantuan profesional untuk mendorong proyek dan nikmati potensi pendapatan yang signifikan yang dihasilkan dari apakah produk dijual di berikan lisensi atau kemitraan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: www.articlebase.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-3969231748421705978?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/3969231748421705978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=3969231748421705978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3969231748421705978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3969231748421705978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/strategi-alternatif-bagi-yang-ragu.html' title='Strategi Alternatif Bagi yang Ragu Menjadi Pengusaha'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25aarwmQAI/AAAAAAAAAII/1AqCG0cdrIk/s72-c/trapped.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-1240469348708369509</id><published>2010-02-06T22:07:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T22:12:24.042-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>Beberapa Alasan Kegagalan Pengusaha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25Y4lVlS4I/AAAAAAAAAIA/48_7dodbLyg/s1600-h/1_407797408l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 273px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25Y4lVlS4I/AAAAAAAAAIA/48_7dodbLyg/s400/1_407797408l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435379529401322370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan pengalaman saya selama lebih dari 25 tahun bekerja sebagai profesional di   Business Development, secara umum saya menemukan bahwa mereka telah berpikir layaknya pengusaha. Inilah yang membuat mereka bisa mencapai puncak profesi mereka. Masing-masing akan mengajarkan pada Anda selama dalam perjalanannya bahwa mereka telah belajar bagaimana berbikir secara berbeda.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengusaha sejati berjuang untuk mendapatkan peluang usaha dengan berbagai alasan. Diantaranya yang paling nyata adalah kurangnya modal, kurangnya pemahaman mengenai pemasaran, dan isu personal. Namun, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan, ada tiga alasan penting mengapa seseorang gagal menjadi pengusaha.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka mengaitkan keberhasilan usaha dengan nilai pribadi mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka menolak menetapkan tujuan yang realistik dan membuat rencana bagi dirinya dan usahanya. Mereka tidak siap untuk membayar harga kesuksesan. Pengusaha sejati dengan pemikiran yang tepat akan terus mengembangkan pemikirannya sepanjang waktu. Mereka sudah belajar untuk memahami Peran, Tujuan, dan Konsekwensi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Peran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengusaha sukes, adalah mereka yang berjuang keras, telah belajar untuk memisahkan peran dalam kehidupan mereka dari nilai diri atau identitias diri. Mereka memahami bahwa kinerja peran atau kegagalan dalam usaha mereka bukanlah penilaian terhadap mereka selaku individu. Orang yang cenderung menyamakan nilai diri mereka dengan peran identitas akan menjadikan resiko dan mencari jalan untuk memelihara status quo. Dengan kemampuan memisahkan kedua identitas ini memungkinkan mereka untuk mudah mendapatkan resiko daripada resiko yang merugikan, yang merupakan kunci kesuksesan seorang pengusaha. Seseorang yang memiliki resiko kegagalan, mengalaminya, dan belajar darinya, tidak hanya belajar bagaimana membedakan peran identitas mereka dengan identitas diri, mereka  juga telah belajar mengenai resiko dan kegagalan. Mereka memahami bahwa kegagalan di awal usaha merupakan bagian dari awal kesuksesan. Mereka mampu menghadapi pengalaman ini, belajar dengan cepat dan bergerak. Ini hal penting dalam kesuksesan pengusaha. Mereka harus bersedia menghadapi dan menangani kegagalan yang terjadi di awal dari waktu ke waktu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski banyak yang dikatakan dan ditulis mengenai pentingnya tujuan dan rencana untuk mencapai kesuksesan sebagai seorang pengusaha, hanya ada sedikit orang yang belajar mekanisme penetapan tujuan dan perencanaan kesuksesan. Ini bukanlah tentang rencana, tapi perencanaan yang penting, dan proses penentuan tujuan yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri untuk mengambil resiko dan kegagalan. Pengusaha sukses tidak hanya terdorong untuk mencapai tujuannya dan berorientasi pada tujuan, mereka juga belajar untuk melaksanakan proses strategi dan taktis penetapan dan perencanaan tujuan. Dengan visualisasi tujuan, menuliskannya dan memberikan rencana detil untuk pencapaian memberikan kepercayaan diri dan motivasi. Lebih dari sekedar rencana bisnis atau operasional, mereka memiliki tujuan dan rencana untuk semua peran penting dalam kehidupannya. Dari awal mereka sudah belajar jika mereka tidak mengerjakan rencana mereka sendiri, bisa jadi mereka menjadi bagian dari tujuan dan rencana orang lain. Mereka menciptakan arah sendiri, menghadapi posisi sebagai pemimpin yang mengambil resiko, dan membuat penyesuaian yang diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Konsekwensi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terakhir, pengusaha memahami adanya konsekwensi yang mereka bayar. Agar berhasil dalam peran apapun di kehidupan, Anda harus siap untuk membayar penuh seketika. Tidak ada kesuksesan instan untuk menjadi seorang pengusaha. Pada kenyataannya, saya mendengar keberhasilan biasanya membutuhkan waktu 15-20 tahun. Salah satu konsekwensi awal yang disering dihadapi adalah membuat mereka memperbaiki diri yang mencakup pertumbuhan dibalik lingkaran hubungan saat ini. Karena kebanyakan orang cenderung mempertahankan zona nyaman psikologis,  mereka mulai kehilangan identitas dengan mengambil resiko. Mereka merasa nyaman dengan tipe orang yang kurang lebih sama seperti mereka. Seringkali pengusaha bergerak menuju ke lingkaran yang berbeda yang memahami perjalanan tersebut. Dengan melangkah keluar, dengan menjadi diri sendiri dan menghadapi resiko sendirian. Konsekwensinya, ditemukan tekanan baru dalam hubungan yang sudah lama. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa pemimpin , dengan melalui proses pembedaan peran kinerja dari nilai diri, menghadapi resiko, menghadapi berbagai hambatan, berpegang teguh pada tujuan Anda, dan menyesuaikan rencana Anda, siapkah Anda membayar konsekwensi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak hal yang harus dipelajari oleh pengusaha agar berhasil, termasuk mekanisme harian dalam menjalankan usaha, menghasilkan produk, menyampaikan jasa, menghasilkan pemasukan dan berkaitan dengan orang.  Tantangan terbesar dari semua ini adalah mengembangkan pemahaman terhadap diri mereka sendiri. Mereka akan mendapatkan pegangan apa yang mereka inginkan dan apa yang memotivasi mereka. Pengusaha sukses harus belajar mentransformasi pemikiran mereka, memungkinkan mereka untuk menghadapi kegagalan yang ditemui sepanjang jalan.&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: www.articlebase.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-1240469348708369509?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/1240469348708369509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=1240469348708369509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1240469348708369509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1240469348708369509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/beberapa-alasan-kegagalan-pengusaha.html' title='Beberapa Alasan Kegagalan Pengusaha'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S25Y4lVlS4I/AAAAAAAAAIA/48_7dodbLyg/s72-c/1_407797408l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5560606074998031014</id><published>2010-02-06T22:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T22:05:15.929-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>Memecahkan Masalah - Memulai Usaha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda mencari ide besar untuk memulai usaha, mengapa tidak menggunakan metode pemecahan masalah? Metode ini memberikan Anda ide-ide untuk kebutuhan bisnis dan sudah diidentifikasi oleh pasar dengan menetapkan target pasar dan mengenali masalah yang belum diketahui. Pada akhirnya, Anda membangun bisnis Anda dengan memberikan solusi untuk masalah mereka. Solusi Anda bisa jadi produk, jasa, atau keduanya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk memulai mencari usaha yang sempurna, pikirkan kelompok orang yang spesifik. Kelompok ini seharusnya cukup besar untuk mendukung usaha Anda. Beberapa contohnya adalah penggemar baseball, wali murid, remaja, dsb.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Anda perlu melakukan sumbang saran dan mengumpulkan data masalah kelompok. Tidak harus masalah yang jelas atau masalah yang menjadi perhatian , tapi semakin besar masalah yang tidak terjawab, semakin banyak membutuhkan solusi. Beberapa contoh masalah penggemar baseball yang mungkin sulit ditemukan seperti   memorabilia,  peralatan khusus, dsb. Penderita diabetes mungkin kesulitan membeli makan yang bebas-gula, atau menemukan pengganti gula.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah Anda mendata berbagai kelompok, dan permasalahan mereka yang belum terselesaikan, maka Anda menambahkan daftar solusi untuk masing-masing masalah ini.  Ingatlah, solusi bisa jadi dalam bentuk produk atau jasa. Sebagai contoh penderita diabetes yang tidak bisa menemukan menu makanan bebas gula, Anda bisa menawarkan solusi dengan membuka toko yang hanya menyediakan produk bebas gula. Masalahnya hanya ada sedikit toko yang menyediakan produk yang lengkap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebuah toko yang menyediakan produk-produk ini akan memiliki market yang instan, yang tidak hanya sekedar belanja disana, tapi mereka memang membutuhkannya.   Ingatlah, produk termudah yang dijual adalah yang sudah ada yang membutuhkannya. Jika memungkinkan, cobalah untuk tidak membuat produk dimana Anda harus meyakinkan orang lain untuk membelinya atau mengajarkan untuk menggunakannya. Secara umum ini memerlukan upaya marketing yang mahal, lebih baik meninggalkan ke orang lain kecuali Anda bisa melakukannya dengan murah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cara termudah untuk mengelola semua data ini adalah dengan memisahkan kedalam tiga kolom dengan label masing-masing kelompok, masalah, dan solusi. Ketika Anda mulai mendata ide, cobalah pikiran Anda berkelana sejauh yang Anda inginkan, Anda tidak pernah tahu darimana asalnya inspirasi. Carilah solusi untuk masalah-masalah umum yang mungkin menjadi perhatian orang-orang di kelompok tertentu. Pada akhirnya, ingatlah persamaan ini :masalah yang belum terselesaikan + produk atau jasa Anda  = bisnis baru Anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: www.articlebase.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5560606074998031014?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5560606074998031014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5560606074998031014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5560606074998031014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5560606074998031014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/memecahkan-masalah-memulai-usaha.html' title='Memecahkan Masalah - Memulai Usaha'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-8690045238282524018</id><published>2010-02-06T21:49:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T22:01:07.778-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis-Entrepreneurship'/><title type='text'>Bagaimana Memilih Bisnis Yang Tepat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menentukan jenis usaha apa yang cocok untuk Anda, mulai dengan apa yang Anda ketahui. Jika Anda menghabiskan 20 tahun bekerja sebagai akuntan atau Anda hobi membuat mainan kayu, pertimbangkan pengalaman tersebut menjadi usaha yang menjanjikan. Tidak menutup kemungkinan Anda menemukan ide usaha yang besar di depan mata Anda. Lihat sekitar tempat kerja Anda. Apakah Anda melihat kebutuhan yang belum terpenuhi atau cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu? Jika demikian, Anda punya benih untuk usaha yang menguntungkan.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah beberapa panduan yang membantu Anda untuk memilih bisnis yang tepat:&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Lakukan apa yang Anda cintai&lt;/strong&gt;. Penting untuk memilih usaha yang Anda nikmati untuk dijalankan. Saya tidak bisa memberikan penekanan yang lebih pada poin ini. Banyak orang yang memulai usaha dengan alasan yang salah: menjadi kaya. Memang ada benarnya jika banyak jutawan di negeri ini yang mendapatkan kekayaannya dari usahanya sendiri, yang seharusnya bukan satu-satunya motivasi Anda untuk memulai usaha. Jika Anda tidak menikmati apa yang Anda lakukan, Anda tidak akan sukses, setidaknya dari sudut pandang mental. Memang, penghargaan secara finansial adalah hal yang luar biasa, tapi beban mental mengerjakan usaha yang tidak bisa dinikmati adalah harga yang sangat tinggi yang harus dibayar. Saya sering berbicara dengan para pengusaha yang bisnisnya sukses, namun tidak bahagia dikarenakan mereka sendiri yang menyebabkannya. Jika Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan, usaha akan menjadi beban, bukan kenikmatan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan menemukan kembali roda, tapi buatlah menjadi lebih baik&lt;/strong&gt;. Banyak pengusaha baru yang menganggap mereka harus hadir dengan ide usaha baru agar sukses. Ini tidak sepenuhnya benar. Kebanyakan usaha tidak dilahirkan dari inovasi, tapi kebutuhan. Alih-alih mencoba menghadirkan ide yang bisa merubah dunia, perhatikan sekeliling Anda dan lihatlah dimana ada celah kebutuhan atau konsep bisnis yang perlu perbaikan.Banyak usaha sukses yang dilakukan dengan konsep usaha yang sudah mapan dan membuatnya menjadi lebih baik. Pizza Domino bukanlah satu-satunya yang menawarkan jasa antar ke rumah, tapi satu-satunya yang menjamin pizza dihantar masih panas dan diterima dalam waktu 30 menit atau kurang. Amazon.com bukanlah perusahaan pertama yang menjual buku, tapi salah satu yang pertama yang memberikan kenyamanan membeli buku dari rumah, meskipun Anda sedang bersantai di rumah.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Fokus pada ceruk&lt;/strong&gt;. Banyak usaha yang gagal karena mencoba terlalu banyak hal. Kemampuan untuk menyediakan ribuan produk dalam satu atap sesuai untuk Wal-Mart, tapi tidak untuk kebanyakan usaha baru. Cobalah menentukan cerek yang Anda sukai dan pikirkan untuk memulai usaha dari sana. Jika Anda suka bekerja diluar ruangan, pertimbangkan terjun di bisnis lanskap. Jika Anda menikmati bekerja dengan angka, pertimbangkan untuk bekerja sebagai akuntan. Fokus pda ceruk dan jadilah ahli di bidangnya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pertimbangkan opsi franchise&lt;/strong&gt;. Banyak pengusaha baru yang mempertimbangkan untuk membeli franchise daripada memulai usaha dari awal. Franchise adalah langkah yang baik untuk melalui proses karena mereka yang bekerja keras untuk Anda. Mereka sudah memiliki model usaha yang teruji, panduan baku untuk menjalankan usaha, menghabisan jutaan dollar untuk membangun brand dsb. Membeli franchise membutuhkan dana yang besar dengan proses yang tidak sederhana. Nasehat terbaik yang bisa saya berikan adalah teliti franchisor dengan baik dan peluangnya, gunakan pengacara untuk melakukan deal dan membaca perjanjian franchise.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ketahui apa yang membedakan Anda dengan pesaing&lt;/strong&gt;. Jika bisnis sudah dipenuhi dengan banyak perusahaan lain yang melakukan hal yang sama seperti yang Anda inginkan, peluangnya adalah Anda akan gagal jika berhadapan dengan persaingan yang sudah ada. Agar berhasil dalam persaingan yang ketat, Anda harus melakukan sesuatu agar nampak menonjol. Jika Anda tidak bisa dengan cepat dan mudah membuat pembedaan diri Anda dai pesaing yang besar, lebih baik Anda memilih usaha lainnya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Yang terpenting, luangkan waktu Anda&lt;/strong&gt;. Pertimbangkan untuk mengerjakannya paruh waktu ketika Anda masih bekerja (dan mendapatkan pemasukan) yang masih bisa diAndalkan. Berbicara dengan teman dan rekan yang menggunakan produk atau jasa yang akan Anda berikan untuk melihat apakah mereka bisa menjadi pelanggan Anda.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bisnis apapun yang Anda pilih untuk memulainya, saya sarankan untuk meluangkan waktu untuk mendapatkan informasi yang lengkap.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: www.enterpreneur.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-8690045238282524018?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/8690045238282524018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=8690045238282524018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8690045238282524018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8690045238282524018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/02/bagaimana-memilih-bisnis-yang-tepat.html' title='Bagaimana Memilih Bisnis Yang Tepat'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-4760698592355977469</id><published>2010-01-31T22:24:00.001-08:00</published><updated>2010-02-06T00:40:45.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>PULAU TANGKIL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Jika kita menyusuri jalur yang menuju ke Padang Cermin atau tempat latihan angkatan laut, maka selama perjalanan tersebut kita bisa menemui beberapa pantai yang layak dikunjungi, salah satunya Pantai Mutun. yang di tengahnya terdapat sebuah pulau yang dikenal dengan Pulau Tangkil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eHrFptzdI/AAAAAAAAAHY/WILP88ljLAw/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eHrFptzdI/AAAAAAAAAHY/WILP88ljLAw/s400/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433460649767062994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Pantai Mutun ini letaknya kurang lebih 25 km arah barat daya dari kota Bandar Lampung. Kondisi jalan menuju lokasi, masih berupa aspal mulus dan sepanjang perjalanan tersaji pemandangan yang cukup indah untuk dinikmati. Letak pantai ini sendiri berada di sebelah kiri dari jalan utama, sebuah papan penunjuk objek wisata bertuliskan "Pantai Mutun 1km" yang dibuat ala kadarnya dari sebuah papan triplek, merupakan satu-satunya penunjuk jalan menuju lokasi pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eHip94NEI/AAAAAAAAAHQ/n7cB0qW8SfU/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eHip94NEI/AAAAAAAAAHQ/n7cB0qW8SfU/s400/8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433460504896484418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Untuk masuk ke Pantai Mutun dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000,- per orang dan Rp. 10.000,- per motor, biaya yang boleh dibilang masih cukup murah sebagai uang tiket tempat wisata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eHMIslw9I/AAAAAAAAAHI/NQZ-Jq76GcY/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eHMIslw9I/AAAAAAAAAHI/NQZ-Jq76GcY/s400/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433460118008480722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Hamparan pantai berpasri putih dengan laut biru berombak tenang tampak mendominasi objek wisata ini. Di pantai ini, oleh penduduk setempat juga disediakan tempat-tempat yang bisa disewa untuk istirahat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eG4zclTpI/AAAAAAAAAHA/DwzbeiW-qNE/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eG4zclTpI/AAAAAAAAAHA/DwzbeiW-qNE/s400/10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433459785886682770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Bagi yang berniat untuk berenang atau mandi dilaut, penulis menyarankan untuk menyeberang ke pulau kecil yang ada diseberang pantai, pulau tersebut bernama Pulau Tangkil. Untuk menyeberang ke pulau tersebut banyak tersedia perahu-perahu yang siap mengantarkan kita, cukup dengan uang Rp. 5000,- kita akan diantarkan pulang pergi kepulau tersebut. Jangan lupa untuk membikin janji dengan yang punya perahu kapan kita ingin dijemput.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eGvsyj5BI/AAAAAAAAAG4/JFjFjre2LYc/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 293px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eGvsyj5BI/AAAAAAAAAG4/JFjFjre2LYc/s400/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433459629480993810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Suasana di pulau tangkil ini jauh lebih indah dari pantai mutun, pantainya lebih bersih dan suasananya tidak seramai suasana di pantai mutun, sehingga kita lebih nayaman untuk berenang atau sekedar berjalan mengelilingi pantai di pulau itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eGmLM88mI/AAAAAAAAAGw/W2MJwqcO0bg/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eGmLM88mI/AAAAAAAAAGw/W2MJwqcO0bg/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433459465846059618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apabila kita ingin berkunjung ke pantai mutun atau pulau tangkil pada hari libur, sebaiknya sudah berangkat sejak pagi atau tidak terlalu siang. Jika tidak, pondokan yang ada sudah penuh oleh pengunjung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eGdFr9fRI/AAAAAAAAAGo/oSqTiYCjAhY/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eGdFr9fRI/AAAAAAAAAGo/oSqTiYCjAhY/s400/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433459309746683154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain Pantai Mutun, ada juga Pantai Kelara (Kelapa Rapat) letaknya kurang lebih 10 Km dari Mutun, sayangnya air di pantai ini tidak terlalu jernih namun karena dilokasi ini banyak pohon kelapa maka cukup nyaman digunakan sebagai tempat beristirahat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-4760698592355977469?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/4760698592355977469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=4760698592355977469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/4760698592355977469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/4760698592355977469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2010/01/pulau-tangkil.html' title='PULAU TANGKIL'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eHrFptzdI/AAAAAAAAAHY/WILP88ljLAw/s72-c/7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-2281753805994202969</id><published>2009-12-15T23:41:00.001-08:00</published><updated>2009-12-19T22:55:26.555-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>BUBAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiRImQs4-I/AAAAAAAAAFA/SCXZZHdqCcM/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiRImQs4-I/AAAAAAAAAFA/SCXZZHdqCcM/s400/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415738128808600546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiQ3wBJVMI/AAAAAAAAAE4/q-hHjcawo_0/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiQ3wBJVMI/AAAAAAAAAE4/q-hHjcawo_0/s400/9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415737839369934018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiQX5qAdTI/AAAAAAAAAEw/7CoZVQ1pB24/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiQX5qAdTI/AAAAAAAAAEw/7CoZVQ1pB24/s400/8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415737292201424178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sy3J4wLJFbI/AAAAAAAAAFI/i0gPHCpzpLs/s1600-h/1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sy3J4wLJFbI/AAAAAAAAAFI/i0gPHCpzpLs/s400/1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417207903638066610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiPfTc8ZiI/AAAAAAAAAEo/uyiSvSrhDjY/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiPfTc8ZiI/AAAAAAAAAEo/uyiSvSrhDjY/s400/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415736319873410594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-2281753805994202969?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/2281753805994202969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=2281753805994202969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2281753805994202969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2281753805994202969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/12/bubar.html' title='BUBAR'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyiRImQs4-I/AAAAAAAAAFA/SCXZZHdqCcM/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-2400700764201540893</id><published>2009-12-15T21:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T21:53:16.242-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>PERSAMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Syh1w_D1prI/AAAAAAAAAEg/k9DT0BZIm2k/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Syh1w_D1prI/AAAAAAAAAEg/k9DT0BZIm2k/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415708036334724786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Syh1DhJuOcI/AAAAAAAAAEY/dJZ3dS8wL-o/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Syh1DhJuOcI/AAAAAAAAAEY/dJZ3dS8wL-o/s400/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415707255212227010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Syh0oQPWaQI/AAAAAAAAAEQ/-FIISq_f4R4/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Syh0oQPWaQI/AAAAAAAAAEQ/-FIISq_f4R4/s400/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415706786815961346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyhyUxxgatI/AAAAAAAAAEA/Bqc6J2_3S9A/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyhyUxxgatI/AAAAAAAAAEA/Bqc6J2_3S9A/s400/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415704253196954322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-2400700764201540893?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/2400700764201540893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=2400700764201540893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2400700764201540893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2400700764201540893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/12/persami.html' title='PERSAMI'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Syh1w_D1prI/AAAAAAAAAEg/k9DT0BZIm2k/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-3273862765200836680</id><published>2009-12-09T17:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T00:23:19.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>LEMBAH HIJAU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SzxfY778tnI/AAAAAAAAAFY/85UBd7KWT-c/s1600-h/b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SzxfY778tnI/AAAAAAAAAFY/85UBd7KWT-c/s400/b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421312933457868402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SzxfDqjkaSI/AAAAAAAAAFQ/I_FrAIMqWwA/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SzxfDqjkaSI/AAAAAAAAAFQ/I_FrAIMqWwA/s400/a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421312568014956834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyBTjmkrV0I/AAAAAAAAAD4/L27bo8UVLD0/s1600-h/w.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyBTjmkrV0I/AAAAAAAAAD4/L27bo8UVLD0/s400/w.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413418623214245698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyBTcFOAZrI/AAAAAAAAADw/VKv0Wr8efdM/s1600-h/q.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SyBTcFOAZrI/AAAAAAAAADw/VKv0Wr8efdM/s400/q.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413418494001702578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-3273862765200836680?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/3273862765200836680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=3273862765200836680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3273862765200836680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3273862765200836680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/12/lembah-hijau.html' title='LEMBAH HIJAU'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SzxfY778tnI/AAAAAAAAAFY/85UBd7KWT-c/s72-c/b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5241962092880623193</id><published>2009-12-07T19:46:00.001-08:00</published><updated>2010-02-01T18:11:48.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>PANTAI MUTUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJ3U_r8jI/AAAAAAAAAH4/0XkJMKjCUD0/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJ3U_r8jI/AAAAAAAAAH4/0XkJMKjCUD0/s400/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433463059067433522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJxME0WMI/AAAAAAAAAHw/iD0x5qIewJE/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJxME0WMI/AAAAAAAAAHw/iD0x5qIewJE/s400/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433462953593821378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJkxtc-xI/AAAAAAAAAHo/xE0MBSyYa3c/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJkxtc-xI/AAAAAAAAAHo/xE0MBSyYa3c/s400/9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433462740358069010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJOte0D2I/AAAAAAAAAHg/ZuqeJyuNQsc/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJOte0D2I/AAAAAAAAAHg/ZuqeJyuNQsc/s400/11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433462361265803106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3PFiFnl4I/AAAAAAAAADo/SzE-49yMlEQ/s1600-h/c-%2857%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3PFiFnl4I/AAAAAAAAADo/SzE-49yMlEQ/s400/c-%2857%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412710021125871490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3OfRlruvI/AAAAAAAAADg/KKikkFbDIXo/s1600-h/c-%2856%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3OfRlruvI/AAAAAAAAADg/KKikkFbDIXo/s400/c-%2856%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412709363861928690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3N7iEXCYI/AAAAAAAAADY/MrGK164IQIU/s1600-h/c-%2855%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3N7iEXCYI/AAAAAAAAADY/MrGK164IQIU/s400/c-%2855%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412708749810272642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3MXdlf8-I/AAAAAAAAADQ/JbuOfawVC1M/s1600-h/c.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 280px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sx3MXdlf8-I/AAAAAAAAADQ/JbuOfawVC1M/s400/c.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412707030620173282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5241962092880623193?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5241962092880623193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5241962092880623193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5241962092880623193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5241962092880623193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/12/mutun.html' title='PANTAI MUTUN'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/S2eJ3U_r8jI/AAAAAAAAAH4/0XkJMKjCUD0/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5581812170693152292</id><published>2009-12-03T05:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:26:04.219-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>IPI-LEPPINDO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhrYHxPSFI/AAAAAAAAACo/kugWAidSRFo/s1600-h/c-%2818%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhrYHxPSFI/AAAAAAAAACo/kugWAidSRFo/s400/c-%2818%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411193014432254034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bekerja itu akan lebih terasa menyenangkan kalau di lakukan karena kita memang menyukai pekerjaan..bukan sekedar tanggung jawab...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhrL5cuiuI/AAAAAAAAACg/ePkBJZ5tmmg/s1600-h/c-%2850%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhrL5cuiuI/AAAAAAAAACg/ePkBJZ5tmmg/s400/c-%2850%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411192804429695714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Front Office..Senyum itu wajib..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxhpylzac5I/AAAAAAAAACY/_h4DZVGYKeM/s1600-h/c-%2874%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 302px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxhpylzac5I/AAAAAAAAACY/_h4DZVGYKeM/s400/c-%2874%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411191270147781522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang terpenting bukanlah seberapa pintar dan hebat ilmu kita.tapi seberapa mampu kita mentransfer ilmu yang kita punya untuk sesama..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhpjtLnQ6I/AAAAAAAAACQ/y0HCRtEbi8Y/s1600-h/c-%2817%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhpjtLnQ6I/AAAAAAAAACQ/y0HCRtEbi8Y/s400/c-%2817%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411191014430294946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxfAtPtoDWI/AAAAAAAAACA/wQ3KsP4M08I/s1600-h/c-%2860%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxfAtPtoDWI/AAAAAAAAACA/wQ3KsP4M08I/s400/c-%2860%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411005360853486946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5581812170693152292?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5581812170693152292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5581812170693152292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5581812170693152292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5581812170693152292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/12/ipi-leppindo.html' title='IPI-LEPPINDO'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhrYHxPSFI/AAAAAAAAACo/kugWAidSRFo/s72-c/c-%2818%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5310950316043587696</id><published>2009-12-03T05:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T18:26:24.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>Menara Ziger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhtsqKCFWI/AAAAAAAAADI/jjfRtHJ1ojE/s1600-h/c-%2852%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhtsqKCFWI/AAAAAAAAADI/jjfRtHJ1ojE/s400/c-%2852%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411195566283691362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhtbvbcwXI/AAAAAAAAADA/bytxQClXwR0/s1600-h/c-%2821%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhtbvbcwXI/AAAAAAAAADA/bytxQClXwR0/s400/c-%2821%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411195275641143666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxe7TJ1PN-I/AAAAAAAAABY/B7mJfJNryfg/s1600-h/c-%2840%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxe7TJ1PN-I/AAAAAAAAABY/B7mJfJNryfg/s400/c-%2840%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410999415040063458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxe9mFrvq1I/AAAAAAAAABw/1hK3fI8DWjY/s1600-h/c-%2846%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxe9mFrvq1I/AAAAAAAAABw/1hK3fI8DWjY/s400/c-%2846%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411001939367275346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxe-L4cr72I/AAAAAAAAAB4/tjnFiL2QeqY/s1600-h/c-%2868%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxe-L4cr72I/AAAAAAAAAB4/tjnFiL2QeqY/s400/c-%2868%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411002588649484130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain di jadikan icon kota Lampung Menara Siger juga merupakan sebuah Prasasti Titik Kilomer nol jalan lintas Sumatera dan menjadi penanda bahwa Menara Siger ini adalah pintu gerbang pulau Sumatera.&lt;span id="more-223"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menara ini diresmikan oleh Pemerintah Daerah Propinsi Lampung pada tanggal 29 Mei 2009. Menara Siger dengan bentuk architecture crawn yang indah berwana kuning dapat dilihat dari jauh ketika kapal akan berlabuh di pelabuhan Bakauheni baik pagi maupun malam hari dengan lampu sorot dan sekaligus dijadikan menara lampu oleh kapal – kapal yang akan merapat di pelabuhan. Di puncak menara, ada payung tiga warna (putih-kuning-merah) sebagai simbol tatanan sosial masyarakat Lampung Bila akan melintas jalan darat menuju Sumatera dari Jakarta dan sebaliknya, tentu tak seorang pun tidak melewati dan melihat Menara Siger yang kini menjadi icon Propinsi Lampung. Menara yang mengusung adat budaya Lampung dan sekaligus landmark dari kawasan Bakauheni didalamnya menara Siger terdapat bangunan utama dan terdapat Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan bagi masarakat &lt;a href="http://www.visitlampung2009.com/id/content/konsep-dan-fungsi-menara-siger"&gt;Lampung&lt;/a&gt;, ini membuat Menara Siger menjadi mahkota budaya kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sxe-L4cr72I/AAAAAAAAAB4/tjnFiL2QeqY/s1600-h/c-%2868%29.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5310950316043587696?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5310950316043587696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5310950316043587696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5310950316043587696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5310950316043587696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/12/menara-ziger.html' title='Menara Ziger'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SxhtsqKCFWI/AAAAAAAAADI/jjfRtHJ1ojE/s72-c/c-%2852%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-8644746429178228928</id><published>2009-11-17T23:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:36:14.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><title type='text'>II. PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN HARGA</title><content type='html'>Teori permintaan menjelaskan sifat para pembeli dalam permintaan suatu barang, sedangkan teori penawaran menjelaskan sifat para penjual dalam penawaran suatu barang. Teori permintaan yang menjelaskan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang dan harganya dikenal dengan hukum permintaan yang berbunyi: “ makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta ; sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta”. Teori penawaran yang yang menjelaskan sifat hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dan harganya dikenal dengan hukum penawaran yang berbunyi : “ makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual; sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan”. Dengan menghubungkan permintaan&lt;br /&gt;pembeli dan penawaran penjual akan dapat ditentukan harga pasar dan jumlah barang yang dijual-belikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1. Kurva Permintaan dan Fungsi Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :&lt;br /&gt;(a) Harga barang itu sendiri&lt;br /&gt;(b) Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut&lt;br /&gt;(c) Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat&lt;br /&gt;(d) Selera seseorang atau masyarakat&lt;br /&gt;(e) Jumlah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk analisis permintaan ini sangat sukar menganalisis pengaruh dari semua faktor-faktor tersebut terhadap permintaan suatu barang secara bersama-sama sekaligus. Oleh karena itu, ahli ekonomi menyederhanakan analisis tersebut, dengan menganggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri , sedangkan faktor-faktor lainnya dianggap tidak berubah atau ceteris paribus. Jadi, sesuai dengan hukum permintaan, yang dianalisis dalam permintaan suatu barang adalah hubungan antara jumlah barang yang diminta dan harga barang itu sendiri. Analisis permintaan ini dapat dilakukan dengan pendekatan grafis atau matematis. Pendekatan grafis akan menghasilkan kurva permintaan, sedangkan pendekatan matematis akan menghasilkan fungsi permintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1.1. Kurve Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurve permintaan adalah suatu kurve yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riel di masyarakat tentang jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk tabel. Tabel ini dapat disebut tabel permintaan. Berikut ini diberikan contoh tabel permintaan hand-phone pada berbagai tingkat harga, dalam tabel 2.1.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tabel 2.1. Permintaan Hand-Phone pada berbagai tingkat harga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa makin tinggi harga HP makin sedikit jumlah HP yang diminta. Pada harga Rp.1.000.000,- hanya 500 buah HP yang diminta, sedangkan jika harga Rp. 600.000,- sebanyak 900 buah yang minta. Berdasarkan data tabel 2.1. tersebut dapat dibuat kurve permintaan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;seperti Gb. 2.1&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; berikut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Gb. 2.1, pada kurve dd, terdapat lima titik A,B,C,D, dan E, yang menggambarkan tiap-tiap keadaan pada tabel 2.1. Sebagai contoh, titik A menggambarkan bahwa pada harga HP Rp. 1.000.000,- jumlah HP yang diminta pembeli sebanyak 500 buah. Kurve permintaan suatu barang pada umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah ( ber-slope negatif), yang menunjukkan sifat hubungan terbalik antara harga suatu barang dan jumlah barang yang diminta. Dengan demikian perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat pengaruh perubahan harga barang itu sendiri, ditandai oleh gerakan turun atau naik di sepanjang kurve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1.2. Fungsi Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi permintaan ( demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan seperti yang telah disebutkan diatas, maka dapat disusun fungsi permintaan umum, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qd = f ( Pq, Ps.i, Y, S, D), di mana :&lt;br /&gt;Qd = jumlah barang yang diminta&lt;br /&gt;Pq = harga barang itu sendiri&lt;br /&gt;Ps.i = harga barang-barang substitusi ( i = 1,2,…,n)&lt;br /&gt;Y = pendapatan&lt;br /&gt;S = selera&lt;br /&gt;D = jumlah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi permintaan tersebut merupakan fungsi umum sehingga belum bisa mem-berikan keterangan secara spesifik seberapa besar pengaruh dari masing-masing faktor tersebut. Untuk itu perlu disusun fungsi permintaan spesifik, misalnya dalam bentuk linear sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qd = b0 + b1Pq + b2Ps.1 + b3Ps.2 + b4Y +b5S + b6D + e. ( e = error term).&lt;br /&gt;Dengan demikian fungsi permintaan ini dapat untuk menganalisis semua faktor-faktor secara simultan atau bersama-sama sekaligus. Tentu saja fungsi ini tidak dapat digambar dalam diagram dua dimensi, seperti halnya kurva permintaan pada Gb. 2.1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita hanya ingin menganalisis hubungan antara jumlah barang yang diminta dan harga barang itu sendiri, maka fungsi permintaan umum tersebut dapat ditulis menjadi: Qd = f (Pq  Ps.i ,Y,S,D), di mana variabel di belakang garis tegak dianggap ceteris paribus. Fungsi permintaan spesifiknya dapat ditulis : Qd = a – bPq , dimana a adalah konstante dan b adalah koefisien yang menunjukkan besar perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan satu satuan harga barang tersebut. Berdasarkan data pada tabel 2.1 diperoleh persamaan permintaan sebagai berikut: Qd = 1.500 – 0,001 Pq , di mana Qd = jumlah barang yang diminta dan Pq = harga barang itu sendiri. Interpretasi dari persamaan ini adalah apabila harga HP naik satu rupiah maka jumlah barang yang diminta turun sebesar 0,001 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1.3. Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu Sendiri Terhadap Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum permintaan hanya menekankan pengaruh harga barang itu sendiri terhadap jumlah barang yang diminta. Pada kenyataannya, permintaan suatu barang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti yang telah disebutkan di atas. Bagaimana pengaruh faktorfaktor lain tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harga barang-barang substitusi. Barang substitusi adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsi barang lain. Sebagai contoh, kopi dan teh. Jika pada suatu waktu kopi tidak ada maka peminum kopi dapat menggantikannya dengan teh dan sebaliknya jika teh tidak ada peminum teh dapat menggantikannya dengan kopi. Harga barang substitusi dapat mempengaruhi permintaan barang yang disubstitusi. Jika harga kopi turun, maka permintaan teh menjadi turun dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pendapatan para pembeli. Pendapatan merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan permintaan berbagai jenis barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan permintaan berbagai jenis barang. Menurut sifat perubahan permintaan akibat perubahan pendapatan, berbagai jenis barang dapat dibedakan menjadi : barang inferior, barang esensial, barang normal, dan barang mewah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Barang inferior : adalah barang yang umumnya diminta oleh orang-orang berpendapatan rendah. Jika orang-orang tersebut bertambah pendapatannya, mereka akan mengurangi permintaannya terhadap barang inferior tersebut dan menggantikannya dengan barang lain yang mutunya lebih tinggi. Sebagai contoh, ubi kayu. Ketika pendapatannya rendah, orang-orang mengkonsumsi ubi kayu. Jika pendapatan mereka meningkat maka mereka akan mengurangi konsumsi ubi kayu dan menggantinya dengan beras.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang esensial : adalah barang yang sangat penting manfaatnya bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Contoh : makanan ( beras, gula, kopi, teh) dan pakaian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang normal : adalah barang yang akan mengalami kenaikan permintaannya apabila terjadi kenaikan pendapatan masyarakat. Sebagian besar barang yang ada, umumnya termasuk barang normal, seperti perabot rumah-tangga, pakaian, dan beberapa makanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang mewah: adalah barang-barang yang dibeli oleh orang-orang yang berpendapatan tinggi. Contoh : mobil, emas, berlian, lukisan yang mahal, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Selera masyarakat. Selera masyarakat mempengaruhi permintaan suatu barang. Pada tahun 1960-an relatif sedikit orang yang menggunakan mobil buatan Jepang. Namun, mulai tahun 1970-an masyarakat di berbagai negara telah banyak menggunakan mobil buatan Jepang, sehingga mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa menurun permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Penduduk. Pertambahan jumlah penduduk yang diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan suatu barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan permintaan suatu barang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor selain harga barang itu sendiri, akan ditunjukkan oleh pergeseran kurve permintaan ke kiri atau ke kanan. Pergeseran ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan, sedangkan pergeseran ke kanan menunjukkan peningkatan jumlah permintaan. Sebagai contoh, jika pendapatan para pembeli meningkat sedangkan faktor-faktor lainnya tidak berubah, maka akan meningkatkan jumlah barang yang diminta, yang ditandai oleh pergeseran kurve permintaan ke kanan. Sebaliknya, jika pendapatan masyarakat menurun sedangkan faktor-faktor lainnya tidak berubah, maka jumlah barang yang diminta akan menurun, yang ditandai pergeseran kurva permintaan ke kiri. Keadaan ini dapat digambarkan dalam diagram Gb. 2.2. berikut. Semula, pada saat harga barang sebesar P dan pendapatan sebesar Q, jumlah barang yang diminta sebesar q, dengan kurve permintaan adalah DD. Ketika pendapatan menurun menjadi Q2 sedangkan harga tetap sebesar P, maka permintaan barang turun menjadi q2, dan kurva permintaan bergeser ke kiri menjadi D2D2. Jika pendapatan naik menjadi Q1 sedangkan harga barang tetap sebesar P, maka jumlah barang yang diminta meningkat menjadi q1, dan kurva permintaan bergeser ke kanan menjadi D1D1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Gb. 2.2. Pergeseran Kurve Permintaan Akibat Perubahan Pendapatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2. Kurve Penawaran dan Fungsi Penawaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di mana keinginan para penjual menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Diantaranya yang penting adalah:&lt;br /&gt;1) Harga barang itu sendiri&lt;br /&gt;2) Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi)&lt;br /&gt;3) Biaya produksi&lt;br /&gt;4) Tujuan-tujuan perusahaan&lt;br /&gt;5) Tingkat teknologi yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seperti pada analisis permintaan, untuk menganalisis semua faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran secara bersama-sama sekaligus agak rumit, bahkan tidak dapat dilakukan dengan analisis grafis (kurve). Oleh karena itu, harus dilakukan satu per satu, dengan menganggap faktor-faktor lain tidak berubah (ceteris paribus). Seperti yang dinyatakan dalam hukum penawaran, yang dianalisis hanya hubungan antara harga barang itu sendiri dengan jumlah barang itu yang ditawarkan, sedangkan faktor-faktor lain seperti harga barang-barang lain, biaya produksi, tujuan-tujuan perusahaan, dan teknologi yang digunakan dianggap tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2.1. Kurve Penawaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kurve penawaran adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Kurve ini dibuat atas dasar data riel mengenai hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang tersebut yang dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel penawaran). Sebagai contoh, penawaran “Hand Phone” di suatu pasar ditunjukkan dalam Tabel 2.2. berikut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.SIP/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.png" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-8644746429178228928?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/8644746429178228928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=8644746429178228928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8644746429178228928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8644746429178228928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/11/ii-permintaan-penawaran-dan-harga.html' title='II. PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN HARGA'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-2379631307640555055</id><published>2009-11-17T20:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T05:11:26.402-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><title type='text'>I. PENDAHULUAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1. Macam, Penggerak, dan Sumberdaya Aktivitas Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegitan manusia di dalam masyarakat dalam bidang ekonomi pada dasarnya meliputi (a) kegitan produksi, (b) kegitan konsumsi, dan (3) kegiatan pertukaran. Kegitan ekonomi itu timbul karena adanya kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia timbul dari :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan biologis ( seperti makanan, pakaian, tempat tinggal)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan yang timbul dari peradaban dan kebudayaan ( seperti rumah yang bagus, pendidikan yang tinggi, dsb)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lain-lain kebutuhan yang khas masing-masing perorangan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya kebutuhan manusia mempunyai sifat yang tidak terbatas. Artinya, begitu satu macam kebutuhan terpuaskan akan timbul macam kebutuhan lain. Jadi, kebutuhan manusia yang tidak terbatas tersebut merupakan penggerak aktivitas ekonomi. Dalam ilmu ekonomi “ kepuasan yang tidak terbatas” ini dipandang sebagai “anggapan kerja = working hypothesis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan seseorang dikatakan terpenuhi apabila ia mengkonsumsikan barang/jasa yang ia butuhkan. Barang/ jasa akan tersedia apabila diproduksikan. Namun, produksi barang /jasa tersebut adalah terbatas karena sumberdaya ekonomi yang tersedia selalu terbatas jumlahnya. Sumberdaya ekonomi dapat digolongkan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sumberdaya alam ( tanah, minyak bumi, air, udara, dsb)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumberdaya manusia ( fisik, mental, ketrampilan, dan keahlian)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumberdaya buatan manusia ( mesin-mesin, gedung-gedung, jalan, dan sebagainya yangsering disebut sebagai modal atau kapital).Adanya ketiga sumberdaya itu tidak menjamin timbulnya kegiatan produksi. Agar timbulkegiatan produksi perlu ada pihak yang mengorganisirnya. Kegiatan mengorganisir tersebutbiasanya digolongkan menjadi sumberdaya ekonomi yang keempat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepengusahaan (entrepreunership).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah lain bagi sumberdaya ekonomi adalah faktor produksi. Bagaimana dengan teknologi? Teknologi tidak dimasukkan ke dalam sumberdaya ekonomi tersendiri. Ia dianggap telah terkandung dalam sumberdaya-sumberdaya diatas. Teknologi berkaitan dengan kualitas sumberdaya. Teknologi dapat tercermin dalam keahlian karyawan, efisiensi mesin, bibit unggul, dan sebagainya (Boediono, 1982 :1-4).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Ilmu Ekonomi Mikro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ekonomi memusatkan perhatiannya pada ketiga proses aktivitas ekonomi di atas beserta pihak-pihak yang terkait dengan aktivitas tersebut, yaitu produsen, konsumen, pedagang, pemerintah, dan sebagainya. Secara umum, ilmu ekonomi adalah studi tentang alokasi sumberdaya yang langka diantara penggunaan-penggunaan akhir yang bersaing (Nicholson, 1995 : 3). Definisi serupa dikemukakan oleh Henderson &amp;amp; Quandt (1980 : 1), ilmu ekonomi adalah studi tentang penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk pencapaian alternatif akhir. Selanjutnya Henderson &amp;amp; Quandt (1980 : 1) mendefinisikan ilmu ekonomi lebih spesifik yaitu ilmu sosial yang meliputi aksi-aksi individu-individu dan kelompokkelompok individu di dalam proses produksi, pertukaran, dan konsumsi barang-barang dan jasa-jasa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ekonomi dibagi ke dalam cabang dan sub-cabang. Cabang utama adalah ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. Ilmu ekonomi mikro mempelajari aksi-aksi ekonomi dari individu-individu dan kelompok-kelompok individu. Ilmu ekonomi makro mempelajari aksi-aksi ekonomi agregat seperti total tenaga-kerja dan pendapatan nasional. Kedua cabang ilmu ekonomi ini berkaitan dengan penetapan harga dan pendapatan dan penggunaan sumberdaya. Namun demikian, ekonomi mikro konsentrasi pada analisis hargaharga dan pasar-pasar individual, dan alokasi sumberdaya-sumberdaya spesifik pada penggunaan tertentu. (Henderson &amp;amp; Quandt, 1980 : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3. Teori dan Model Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan ilmu ekonomi, seperti halnya ilmu-ilmu yang lain, adalah untuk penjelasan dan prediksi. Baik analisis teoritis maupun investigasi empiris diperlukan untuk pencapaian tujuan tersebut. Teori menggunakan penalaran deduktif abstrak dalam menarik kesimpulan berdasarkan asumsi-asumsi. Sedangkan studi empiris bersifat induktif. Kedua pendekatan ini saling melengkapi, karena teori memberikan arah studi empiris dan studi empiris memberikan uji pada asumsi-asumsi dan kesimpulan-kesimpulan dari teori (Henderson &amp;amp;Quandt, 1980 :1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ekonomi mengarahkan penyusunan model yang menjelaskan perilaku unit-unit ekonomi individual (para konsumen, para produsen, agen-agen pemerintah) dan interaksi mereka di dalam membangun sistem ekonomi suatu wilayah, suatu negara, atau dunia secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model adalah representasi yang disederhanakan dari situasi yang nyata. Model disusun dimaksudkan untuk dua tujuan utama, yaitu analisis dan prediksi Analisis menyatakan penjelasan perilaku unit-unit ekonomi, yaitu konsumen dan produsen. Prediksi menyatakan kemungkinan perkiraan pengaruh perubahan besaran-besaran (variabel) di dalam ekonomi. Contoh : model penawaran dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh penarikan pajak terhadap penjualan dari perusahaan. Validitas model dapat dinilai dari beberapa kriteria, yaitu : kekuatan prediksinya, konsistensi dan realisme asumsinya, tingkat informasi yang diberikan, generalisasinya, dan simplisitinya (Koutsoyiannis, 1985: 3-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya semua model ekonomi mengandung tiga unsur yang sama:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;asumsi ceteris paribus,&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;anggapan bahwa para pengambil keputusan ekonomi berusaha mengoptimalkan sesuatu (optimalisasi), dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembedaan yang seksama antara pertanyaan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;positif dan pertanyaan normatif. Ekonomi positif berusaha menetapkan bagaimana sumberdaya pada kenyataannya dialokasikan dalam sebuah perekonomian. Ekonomi normatif menetapkan bagaimana sumberdaya seharusnya dialokasikan dalam perekonomian. Menurut Keynes, ekonomi positif berkenaan dengan upaya memahami mengenai “what is”, sedangkan ekonomi normatif berusaha memahami mengenai “what ought to be”. Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan harus memaksimumkan keuntungan. Pandangan demikian termasuk posisi normatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.4. Pelaku-Pelaku Aktivitas Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku-pelaku aktivitas ekonomi secara umum terdiri dari tiga unsur, yaitu rumahtangga, perusahaan, dan pemerintah. Berikut ini diuraikan peranan mereka dalam aktivitas ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.4.1. Rumah-Tangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga adalah pemilik dari berbagai faktor produksi. Sektor rumah-tangga ini memiliki (1) tenaga kerja ( fisik dan otak) ; dan (2) modal ( tanah, bangunan, peralatan modal, uang ,dll). Mereka dapat menawarkan faktor-faktor produksi tersebut kepada perusahaan. Sebagai balas jasa dari faktor-faktor produksi yang ditawarkan, perusahaan memberikan berbagai jenis “pendapatan” kepada sektor rumah-tangga. Tenaga kerja menerima gaji atau upah, pemilik tanah dan bangunan menerima uang sewa, pemilik saham menerima keuntungan. Pendapatan tersebut oleh rumah-tangga akan digunakan untuk dua tujuan, yaitu konsumsi dan tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.4.2. Perusahaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan adalah organisasi yang dibentuk oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Seseorang atau sekumpulan orang tersebut dikenal dengan pengusaha. Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh keuntungan yang maksimum. Oleh karena itu, pengusaha harus memiliki keahlian mengenai bagaimana mengalokasikan faktor-faktor produksi yang diperlukan untuk menghasilkan produk agar dapat diperoleh keuntungan yang maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.4.3. Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dalam hal ini adalah lembaga-lembaga atau badan-badan pemerintah yang ditugasi untuk mengatur perekonomian negara. Lembaga-lembaga ini antara lain, Bank Sentral, Departemen Pemerintahan, Pemerintah Daerah, Parlemen, TNI-POLRI, dan sebagainya. Pemerintah mengatur dan mengawasi aktivitas ekonomi rumah-tangga dan perusahaan, agar mereka melakukan aktivitas ekonomi dengan wajar dan tidak merugikan masyarakat banyak. Disamping tugas pengaturan dan pengawasan, pemerintah juga melakukan aktivitas ekonomi sendiri, terutama aktivitas yang oleh swasta dipandang kurang atau tidak menguntungkan. Aktivitas-aktivitas tersebut, misalnya pembangunan infrastruktur ( jalan, jembatan, pelabuhan, lapangan terbang, gedung sekolah, dan sebagainya). Disamping itu, juga menyediakan jasa-jasa penting, seperti angkutan kereta api, bus dan pesawat terbang, jasa telpon, pos, telegram, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sektor ekonomi juga dibedakan menjadi sektor pemerintah dan sektor swasta. Untuk membiayai aktivitas ekonomi ini, pemerintah mengenakan pajak kepada rumah-tangga dan perusahaan. Disamping itu juga berasal dari keuntungan yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar uraian diatas, dapat digambarkan bagaimana hubungan antara ketiga pelaku pasar tersebut dalam Gb. 1.1. berikut. Gb. 1.1. menjelaskan bagaimana hubungan antara rumah-tangga dan perusahaan baik melalui pasar barang maupun melalui pasar faktor produksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-2379631307640555055?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/2379631307640555055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=2379631307640555055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2379631307640555055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2379631307640555055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/11/i-pendahuluan.html' title='I. PENDAHULUAN'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5266624979765215503</id><published>2009-11-16T20:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T20:17:58.337-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Agama Islam'/><title type='text'>BAB 4 -  SUMBER AGAMA DAN AJARAN ISLAM</title><content type='html'>Ajaran Islam adalah pengembangan agama Islam. Agama Islam bersumber dari Al-Quran yang memuat wahyu Allah dan al-Hadis yang memuat Sunnah Rasulullah. Komponen utama agama Islam atau unsur utama ajaran agama Islam (akidah, syari’ah dan akhlak) dikembangkan dengan rakyu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat runtuk mengembangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari agama Islam merupakan fardhu ’ain , yakni kewajiban pribadi setiap muslim dan musimah, sedang mengkaji ajaran Islam terutama yang dikembangkan oleh akal pikiran manusia, diwajibkan kepada masyarakat atau kelompok masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah telah menetapkan sumber ajaran Islam yang wajib diikuti oleh setiap muslim. Ketetapan Allah itu terdapat dalam Surat An-Nisa (4) ayat 59 yang artinya :” Hai orang-orang yang beriman, taatilah (kehendak) Allah, taatilah (kehendak) Rasul-Nya, dan (kehendak) ulil amri di antara kamu ...”. Menurut ayat tersebut setiap mukmin wajib mengikuti kehendak Allah, kehendak Rasul dan kehendak ’penguasa’ atau ulil amri (kalangan) mereka sendiri. Kehendak Allah kini terekam dalam Al-Quran, kehendak Rasul terhimpun sekarang dalam al Hadis, kehendak ’penguasa’ (ulil amri) termaktum dalam kitab-kitab hasil karya orang yang memenuhi syarat karena mempunyai ”kekuasaan” berupa ilmu pengetahuan untuk mengalirkan ajaran Islam dari dua sumber utamanya yakni Al-Quran dan Al-Hadis dengan rakyu atau akal pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hadis Mu’az bin Jabal (nama sahabat nabi yang diutus Rasulullah ke Yaman untuk menjadi Gubernur di sana) sumber ajaran Islam ada tiga, yakni (1) Al-Quran (Kitabullah), (2) As-Sunnah (kini dihimpun dalam al-Hadis) dan (3) Rakyu atau akala pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. Berijtihad adalah berusaha sungguh-sungguh dengan memperguna kan seluruh kemampuan akal pikiran, pengetahuan dan pengalaman manusia yang memenuhi syarat untuk mengkaji dan memahami wahyu dan sunnah serta mengalirkan ajaran, termasuka ajaran mengenai hukum (fikih) Islam dari keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;4.1  Al-Quran : Isi dan Sistematikanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah sumber agama (juga ajaran) Islam pertama dan utama yang memuat firman-firman (wahyu) Allah, sama benar dengan yang disampai- kan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah sedikit demi sediki selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, mula-mula di Mekah kemudian di Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat al-Quran yang diturunkan selama lebih kurang 23 tahun itu dapat dibedakan antara ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Mekah (sebelum hijrah) dengan ayat yang turun setelah Nabi Muhammad hijrah (pindah) ke Madinah. Ayat-ayat yang tutun ketika Nabi Muhammad masih berdiam di Mekkah di sebut ayat-ayat Makkiyah, sedangkan ayat-ayat yang turun sesudah Nabi Muhammad pindah ke Medinah dinamakan ayat-ayat Madaniyah&lt;br /&gt;Ciri-cirinya adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ayat-ayat Makiyah pada umumnya pendek-pendek, merupakan 19/30 dari seluruh isi al-Quran, terdiri dari 86 surat, 4.780 ayat. Sedangkan ayat-ayat Madaniyah pada umumnya panjang-panjang, merupakan 11/30 dari seluruh isi al-Quran, terdiri dari 28 surat, 1456 ayat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ayat-ayat Makkiyah dimulai dengan kata-kata yaa ayyuhannaas (hai manusia) sedang ayat –ayat Madaniyah dimulai dengan kata-kata yaa ayyuhallaziina aamanu (hai orang-orang yang beriman).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada umumnya ayat-ayat Makkiyah berisi tentang tauhid yakni keyakinan pada Kemaha Esaan Allah, hari Kiamat, akhlak dan kisah-kisah umat manusia di masa lalu, sedang ayat-ayat Madaniya memuat soal-soal hukum, keadilan, masyarakat dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kandungan Al-Quran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam hidup baik di dunia dan akhirat, berisi hal-hal antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Petunjuk mengenai akidah yang harus diyakini oleh manusia. Petunjuk akidah ini berintikan keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan kepastian adanya hari kebangkitan, perhitungan serta pembalasan kelak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petunjuk mengenai syari’ah yaitu jalan yang harus diikuti manusia dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesama insan demi kebahagiaan hidup manusia di dunia ini dan di akhirat kelak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petunjuk tentang akhlak, mengenai yang baik dan buruk yang harus diindahkan leh manusia dalam kehidupan, baik kehidupan individual maupun kehidupan sosial. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kisah-kisah umat manusia di zaman lampau. Sebagai contoh kisah kaum Saba yang tidak mensyukuri karunia yang diberikan Allah, sehingga Allah menghukum mereka dengan mendatangkan banjir besar serta mengganti kebun yang rusak itu dengan kebun lain yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit rasanya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berita tentang zaman yang akan datang. Yakni zaman kehidupan akhir manusia yang disebut kehidupan akhirat. Kehidupan akhirat dimulai dengan peniupan sangkakala (terompet) oleh malaikat Israil. “ Apabila sangkakala pertamaditiupkan, diangkatlah bumi dan gunung-gunung, la- lu keduanya dibenturkan sekali bentur. Pada hari itulah terjadilah kiamat dan terbelahlah langit...”. (Qs al-Haqqah (69) : 13-16. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benih dan Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hukum yang berlaku bagi alm semesta.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;4.2  Al-Hadis : Arti dan Fungsinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hadis adalah sumber kedua agama dan ajaran Islam. Sebagai sumber agama dan ajaran Islam, al-Hadis mempunyai peranan penting setelah Al-Quran. Al-Quran sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam diturunkan pada umumnya dalam kata-kata yang perlu dirinci dan dijelaskan lebih lanjut, agar dapat dipahami dan diamalkan.&lt;br /&gt;Ada tigaperanan al-Hadis disamping al-Quran sebagai sumber agama dan ajaran Islam, yakni sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menegaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam al-Quran. Misalnya dalam Al-Quran terdapat ayat tentang sholat tetapi mengenai tata cara pelaksanaannya dijelaskan oleh Nabi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai penjelasan isi Al-Quran. Di dalam Al-Quran Allah memerintah- kan manusia mendirikan shalat. Namun di dalam kitab suci tidak dijelaskan banyaknya raka’at, cara rukun dan syarat mendirikan shalat. Nabilah yang menyebut sambil mencontohkan jumlah raka’at setiap shalat, cara, rukun dan syarat mendirikan shalat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samar-samar ketentuannya di dalam Al-Quran. Sebagai contoh larangan Nabi mengawini seorang perempuan dengan bibinya. Larangan ini tidak terdapat dalam larangan-larangan perkawinan di surat An-Nisa (4) : 23. Namun, kalau dilihat hikmah larangan itu jelas bahwa larangan tersebut mencegah rusak atau putusnya hubungan silaturrahim antara dua kerabat dekat yang tidak disukai oleh agama Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Hadis atau sunnah yang dihimpun kini dalam kitab-kitab hadis (al-Hadis), terdiri dari ucapan (qaul), perbuatan (fi’il) dan sikap diam nabi tanda setuju (taqrir atau sukut). Orang-orang yang mengumpulkan sunnah nabi (dalam kitab-kitab hadis) menyelusuri seluruh jalur riwayat ucapan, perbuatan dan sikap diam nabi. Hasilnya di kalangan Sunni terdapat enam kumpulan hadis, yang utama ialah yang dikumpulkan oleh Bukhari dan Muslim yang mendapat pengakuan di kalangan Sunni (ahlul sunnah wal jama’aah) sebagai sumber ajaran Islam kedua (utama) sesudah kitab suci al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan Syi’ah juga terjadi proses serupa, tetapi disamping ucapan-ucapan nabi melalui keluarganya, ditambahkan lagi dengan ucapan para Imam Syi’ah yang menjelaskan arti petunjuk nabi itu menjadi bagian kumpulan hadis. Kitab-kitab hadis (al-Hadis), baik di kalangan Sunni maupun Syi’i adalah sumber pengetahuan yang monumental bagi Islam, sekaligus menjadi penafsir dan bagian yang komplementer terhadap al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;4.3  Rakyu atau Akal Pikiran yang Dilaksanakan dengan Ijtihad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ajaran Islam manusia dibekali Allah dengan berbagai perlengkap- an yang sangat berharga antara lain akal, kehendak, dan kemampuan untuk berbicara. Dengan akalnya manusia dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah, yang baik dengan yang buruk, antara kenyataan dengan khayalan. Dengan mempergunakan akalnya manusia akan selalu sadar dan dapat memilih jalan yang dilaluinya, membedakan mana yang mutlak mana yang nisbi. Karena manusia bebas menentukan pilihannya, ia dapat dimintai pertanggungan jawab mengenai segala perbuatannya dalam memilih sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan al-’aqal dalam bahasa Arab berarti pikiran dan intelek. Di dalam bahasa Indonesia pengertian itu dijadikan kata majemuk akal pikiran. Perkataan akal dalam bahasa asalnya dipergunakan juga untuk menerangkan sesuatu yang mengikat manusia dengan Tuhan. Akar kata ’aqal mengandung makna ikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sumber ajaran yang ketiga, kedudukan akal pikiran manusia yang memenuhi syarat penting sekali dalam sistem ajaran Islam. Sumber ajaran Islam ini biasa disebut dengan istilah ar-ra’yu atau sering juga disebut ijtihad. Namun makna ijtihad sendiri sebenarnya adalah usaha yang sungguh-sungguh yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan pengalaman tertentu yang memenuhi syarat untuk mencari, menemukan dan menetapkan nilai dan norma yang tidak jelas atau tidak terdapat patokannya di dalam Al-Quran dan Al-Hadis. Ia merupakan suatu proses, karena itu ijtihad dapat dilakukan bersama-sama oleh beberapa orang (yang hasilnya menjadi ijma’ atau konsensus dan dapat pula dilakukan oleh orang tertentu yang hasilnya menjadi qiyas atau analogi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasil ketekunan keilmuwan muslim mempelajari Al-Quran dan Al-Hadis (sebagai sumber utama agama dan ajaran Islam) dan kemampuan mereka mempergunakan akal pikiran atau rakyu melalui ijtihad, mereka telah berhasil menyusun berbagai ilmu dalam ajaran Islam seperti ilmu tauhid atau ilmu kalam yang (kini) sering disebut dengan istilah teologi, ilmu fikih, ilmu tasawuf dan ilmu akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu mereka juga telah berhasil menyusun norma-norma dan seperangkat penilaian mengenai perbuatan manusia dalam hidup dan kehidupan, baik dalam hidup pribadi maupun di dalam hidup kemasyarakatan. Sistem penilaian mengenai perbuatan manusia yang diciptakan oleh ilmuwan muslim itu, dalam kepustakaan Indonesia dikenal dengan nama al-khamsah (lima kategori penilaian, lima kaidah atau sering disebut juga lima hukum dalam Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sistem al-ahkam al-khamsah ada lima kemungkinan penilaian mengenai benda dan perbuatan manusia. Penilaian itu menurut Hazairin mulai dari ja’iz atau mubah atau ibahah. Ja’iz adalah ukuran penilaian atau kaidah kesusilaan (akhlak) pribadi, sunat dan makruh adalah ukuran penilaian bagi hidup kesusilaan (akhlak) masyarakat, wajib dan haram adalah ukuran penilaian atau kaidah atau norma bagi lingkungan hukum duniawi. Kelima kaidah ini berlaku di dalam ruang lingkup keagamaan yang meliputi semua lingkungan itu. Pembagian ke alam ruang lingkup kesusilaan, baik pribadi maupun perseorangan. Ukuran penilaian tingkah laku ini dikenakan bagi perbuatan-perbutan yang sifatnya pribadi yang semata-mata diserahkan kepada pertimbangan dan kemauan orang itu sendii untuk melakukannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5266624979765215503?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5266624979765215503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5266624979765215503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5266624979765215503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5266624979765215503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/11/bab-4-sumber-agama-dan-ajaran-islam.html' title='BAB 4 -  SUMBER AGAMA DAN AJARAN ISLAM'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-6083792805295664291</id><published>2009-11-16T19:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T20:05:13.178-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Agama Islam'/><title type='text'>BAB 3 AGAMA ISLAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;3.1 Pengertian Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ilmu bahasa (Etimologi) kata ”Islam” berasal dari bahasa Arab, yaitu kata salima yang berarti selamat, sentosa dan damai. Dari kata itu terbentuk kata aslama, yuslimu, islaman, yang berarti juga menyerahkan diri, tunduk, paruh, dan taat. Sedangkan muslim yaitu orang yang telah menyatakan dirinya taat, menyerahkan diri, patuh, dan tunduk kepada Allah s.w.t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara istilah (terminologi), Islam berarti suatu nama bagi agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Allah kepada manusia melalui seorang rasul. Ajaran-ajaran yang dibawa oleh Islam merupakan ajaran manusia mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Islam merupakan ajaran yang lengkap , menyeluruh dan sempurna yang mengatur tata cara kehidupan seorang muslim baik ketika beribadah maupun ketika berinteraksi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga merupakan agama yang dibawa oleh Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Ya’kub, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, Nabi Isa as. Dan nabi-nabi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 132, Allah berfirman : ”Nabi Ibrahim telah berwasiat kepada anak-anaknya, demikian pula Nabi Ya’kub, Ibrahim berkata : Sesungguhnya Allah telah memilih agama Islam sebagai agamamu, sebab itu janganlah kamu meninggal melainkan dalam memeluk agama Islam”. (QS. Al-Baqarah, 2:132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa juga membawa agama Islam, seperti dijelaskan dalam ayat yang berbunyi sebagai berikut : ”Maka ketika Nabi Isa mengetahui keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkata dia : Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah (Islam)? Para Hawariyin (sahabat beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim” (QS. Ali Imran, 3:52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-rasul-Nya untuk diajarkankan kepada manusia. Dibawa secara berantai (estafet) dari satu generasi ke generasi selanjutnya dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Islam adalah rahmat, hidayat, dan petunjuk bagi manusia dan merupakan manifestasi dari sifat rahman dan rahim Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama-agama selain Islam umumnya diberi nama yang dihubungkan dengan manusia yang mendirikan atau yang menyampaikan agama itu atau dengan tempat lahir agama bersangkutan seperti agama Budha (Budhism), agama Kristen (Christianity), atau agama Yahudi (Judaism). Nama agama yang disampaikan oleh Nabi Muhammad ini tidak dihubungkan dengan nama orang yang menyampaikan wahyu itu kepada manusia atau nama tempat agama itu mula-mula tumbuh dan berkembang. Pendidikan Agama Islam – Hal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu penamaan Muhamedanism untuk agama Islam dan Mohammedan untuk orang-orang Islam yang telah dilakukan berabad- abad oleh orang Barat, terutama oleh para orientalis adalah salah. Kesalahan ini disebabkan karena para penulis Barat menyamakan agama Islam dengan agama-agama lain, misalnya dengan Chrisianity yang diajarkan oleh Jesus Kristus atau Budhism yang diajarkan oleh Budha Gautama dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami ajaran Islam dengan sebaik-baiknya, merupakan komitmen umat Islam terhadap Islam. Komitmen tersebut intinya terdapat dalam QS. Al-Asr(103) yang berbunyi : ”Wal Ashri innal-insaana lafii khusrin illalladziina aamanun wa ’amilushshoolihati wa tawaa shoubil haqqi wa tawa sha bishobri”. Artinya Demi waktu. Sesungguhnya manusia senantiasa berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, saling nasihat menasihati tentang kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dari surat Al-Asr di atas ada 5 (lima) komitmen atau kerikatan seorang muslim dan muslimat terhadap Islam. Komitmen tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Meyakini, mengimani kebebaran agama Islam seyakin-yakinnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempelajari, mengilmui ajaran Islam secara baik dan benar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendakwahkan, menyebarkan ajaran Islam secara bijaksana disertai argumentasi yang meyakinkan dengan bahasa yang baik dan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sabar dalam berIslam, dalam meyakini mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkan agama Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;3.2 Karakteristik Agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami karakteristik Islam sangat penting bagi setiap muslim, karena akan dapat menghasilkan pemahaman Islam yang komprehen- sif. Beberapa karakteristik agama Islam, yakni antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rabbaniyah (Bersumber langsung dari Allah s.w.t) Islam merupakan manhaj Rabbani (konsep Allah s.w.t), baik dari aspek akidah, ibadah, akhlak, syariat, dan peraturannya semua bersumber dari Allah s.w.t &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Insaniyah ’Alamiyah (humanisme yang bersifat universal) Islam merupakan petunjuk bagi seluruh manusia, bukan hanya untuk suatu kaum atau golongan. Hukum Islam bersifat universal, dan dapat diberlakukandi setiap bangsa dan negara. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syamil Mutakamil (Integral menyeluruh dan sempurna) Islam membicarakan seluruh sisi kehidupan manusia, mulai dari yang masalah kecil sampai dengan masalah yang besar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Basathah (elastis, fleksibel, mudah) Islam adalah agama fitrah bagi manusia, oleh karena itu manusia niscaya akan mampu melaksanakan segala perintah-Nya tanpa ada kesulitan, tetapi umumnya yang menjadikan sulit adalah manusia itu sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-’Adalah (keadilan) Islam datang untuk mewujudkan keadilan yang sebenar-benarnya, untuk mewujudkan persaudaraan dan persamaan di tengah-tengah kehidupan manusia, serta memelihara darah (jiwa), kehormatan, harta, dan akal manusia.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keseimbangan (equilibrium, balans, moderat) Dalam ajaran Islam, terkandung ajaran yang senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum, antara kebutuhan material dan spiritua serta antara dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perpaduan antara Keteguhan Prinsip dan Fleksibilitas Ciri khas agama Islam yang dimaksud adalah perpaduan antara hal-hal yang bersifat prinsip (tidak berubah oleh apapun) dan menerima perubahan sepanjang tidak menyimpang dari batas syariat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graduasi (berangsur-angsur/bertahap) Hukum atau ajaran-ajaran yang diberikan Allah kepada manusia diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan fitrah manusia. Jadi tidak secara sekaligus atau radikal.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Argumentatif Filosofis Ajaran Islam bersifat argumentatif, tidak bersifat doktriner. Dengan demikian Al-Quran dalam menjelaskan setiap persoalan senantiasa diiringi dengan bukti-bukti atau keterangan-keterangan yang argumentatif dan dapat diterima dengan akal pikiran yang sehat (rasional religius).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.3 Fungsi, Tujuan dan Cita-Cita Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlaksananya tujuan hidup manusia merupakan perwujudan diberlakukan nya fungsi-fungsi Islam dalam kehidupan manusida dan masyarakat yang beriman dan bertakwa. Oleh karena itu untuk memahami fungsi-fungsi atau kedudukan Islam dalam kehidupan, berikut ini penjelasannya :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Islam Sebagai Agama Allah Fungsi Islam sebagai agama Allah dinyatakan dalam predikatnya yaitu dienul haq (agama yang benar), dimana kehadiran dan kebenaran agama Islam nyata sepanjang zaman. Islam juga dinyatakan sebagai dinul khalis yang berarti kesucian dan kemurnian serta keaslian Islam terjaga sepanjang masa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam sebagai Panggilan Allah. Allah memanggil orang yang beriman dan bertakwa kepada Islam dengan mengutus Rasul-Nya membawa Islam agar supaya disampaikan dan diajarkan kepada manusia . Oleh karena itu para rasul dan para pengikut nya yang setia hanya mengajak manusia kepada Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam sebagai Rumah yang Dibangun oleh Allah.Allah menjadikan Islam sebagai ”rumah” yang disediakan bagi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa agar mereka hidup sebagai keluarga muslim. Dengan demikian Islam merupakan wadah yang mempersatukan orang yang beriman dan bertakwa dalam melaksanakan dan menegakkan agama Allah dalam kehidupan manusia dan masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam Sebagai Jalan yang Lurus Orang yang beriman dan bertakwa yang memenuhi panggilan Allah kepada Islam, tetap dalam Islam melaksanakan ajaran Islam, karena mereka tahu dan mengerti bahwa Islam itu agama Allah. Merekalah yang sedang berjalan pada jalan Allah yaitu sirathal Mustaqim(jalan yang lurus). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam Sebagai Tali Allah Sebagai tali Allah, Islam merupakan pengikat yang mempersa- tukan orang yang beriman dan bertakwa dalam melaksanakan dan menegakkan agama Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam Sebagai Sibgah Allah. Sibgah atau celupan yaitu zat pewarna yang memberikan warna bagi sesuatu yang dicelupkan. Dengan Islam, Allah bermaksud memberkan warna atau corak kepadapa manusia. Untuk mendapatkan corak atau warna tersebut adalah dengan jihad, mengerahkan segala kemampuan nya dalam melaksanakan agama Allah. Muslim yang tersibghah adalah Allah tetapkan sebagai saksi atas manusia dan yang sadar akan identitasnya serta tahu akan harga dirinya sebagai hamba Allah yang beriman dan bertakwa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam Sebagai Bendera Allah. Islam sebagai bendera Allah di bumi. Bendera tersebut mesti dikibarkan setinggi tingginya, sehingga tampak berkibar menjulang tinggi di angkasa. Untuk mengibarkan atau menampakkan Islam, Allah mengutus Rasul-Nya dengan Alquran dan Islam, sehingga dengan demikian kekafiran dan kemusrikan akan dapat diatasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.4 Klasifikasi Agama dan Agama Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sumber ajaran suatu agama, agama-agama dapat dibagi menjadi (1) Agama wahyu (revealed religion) atau agama langit dan (2) Agama budaya (cultural religion /natural religion) yang disebut juga agama bumi atau agama alam. Agama wahyu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Agama wahyu dapat dipastikan kelahirannya. Pada waktu agama wahyu disampaikan malaikat (Jibril) kepada manusia pilihan yang disebut utusan atau Rasul-Nya, pada waktu itulah agama wahyu lahir. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agama tersebut disampaikan kepada manusia melalui Utusan atau Rasul Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki kitab suci yang berisi himpunan wahyu yang diturunkan oleh Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajaran agama wahyu mutlak benar karena berasal dari Allah yang Maha Benar, Maha Mengetahui segala-galanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem hubungan manusia dengan Allah dalam Agama wahyu, ditentu kan sendiri oleh Allah dengan penjelasan lebih lanjut oleh Rasul-Nya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsep ketuhanan agama wahyu adalah monoteisme murni sebagai- mana yang disebutkan dalam ajaran agama langit itu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dasar-dasar agama wahyu bersifat mutlak, berlaku bagi seluruh umat manusia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem nilai agama wahyu ditentukan oleh Allah sendiri yang diselaras- kan dengan ukuran dan hakikat kemanusiaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agama wahyu menyebut sesuatu tentang alam yang kemudian dibuktikan kebenarannya oleh ilmu pengetahuan(sains) modern. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melalui agama wahyu Allah memberi petunjuk, pedoman, tuntunan dan peringatan kepada manusia dalam pembentukan insan kamil, yakni manusia yang sempurna, manusia baik yang bersih dari noda dan dosa.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sebagai contoh agama yang masuk ke dalam kelompok agama wahyu adalah : Islam, Yahudi dan Nasrani. Sedangkan kelompok agama budaya contohnya adalah Kong Hu Cu, Budha dan Hindhu. Islam sebagai agama wahyu, tentunya jika kesepuluh tolok ukur di atas diterapkan kepada agama Islam, hasilnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Agama Islam dilahirkan pada tanggal 17 Ramadhan tahun Gajah, bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 M. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meimiliki kitab suci Alquran yang memuat asli semua wahyu yang diterima oleh Rasul-Nyaselama 22 tahun 2 bulan 22 hari, mula-mula di Mekah dan kemudian di Madinah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajaran Islam mutlak benar karena berasal dari Allah yang Maha Benar dan Maha Mengetahui segala sesuatu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem hubungan manusia dengan Allah disebutkan dalam Alquran, dijelaskan dan dicontohkan pelaksanaannya oleh Rasul-Nya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsep Ketuhanan Islam adalah tauhid, monoteisme murni, ke Esaan Allah, esa dalam Zat, esa dalam sifat , esa dalam perbutan dan seterusnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dasar-dasar agama Islam bersifat fundamental dan mutlak, berlaku untuk seluruh umat manusia di manpun dia berada. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai-nilai terutama nilai-nilai etika (akhlak) dan estetika (keindahan) yang ditentukan oleh Agama Islam sesuai dengan fitrah manusia dan kemanu siaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Soal-soal alam (semesta) yang disebutkan dalam Agama Islam yang dahulu diterima dengan keyakinan saja, kini telah banyak dibuktikan kebenarannya oleh sains modern. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila petunjuk, pedoman dan tuntunan serta peringatan agama Islam dilaksanakan dengan baik dan benar akan terbentuk insan kamil, manusia sempurna.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-6083792805295664291?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/6083792805295664291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=6083792805295664291' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6083792805295664291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/6083792805295664291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/11/bab-3-agama-islam.html' title='BAB 3 AGAMA ISLAM'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-7142473085144679020</id><published>2009-11-16T19:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T19:48:59.341-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Agama Islam'/><title type='text'>BAB II MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;2.1 Hakekat dan Martabat Manusia dalam Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT. yang misterius dan sangat menarik. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak hal-hal mengenai manusia yang belum terungkapkan. Dan dikatakan menarik karena manusia sebagai subyek sekaligus sebagai objek kajian yang tiada henti-hentinya terus dilakukan manusia khususnya para ilmuwan. Oleh karena itu ia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu, kini dan kemudian hari. Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia, karya dan dampak karyanya terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli telah mengkaji manusia menurut bidang studinya masing-masing, tetapi sampai sekarang para ahli masih belum mencapai kata sepakat tentang manusia. Ini terbukti dari banyaknya penamaan manusia, misalnya homo shapien (manusia berakal), homo ecominicus (manusia ekonomi) yang kadang kala disebut economic animal (binatang ekonomi), Al-Insanu hayawanun nathiq (manusia adalah hewan yang berkata-kata) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok binatang (animal) selama manusia mempergunakan akalnya. Namun, kalau manusia tidak mempergunakan akal dan berbagai potensipemberian Allah SWT. yang sangat tinggi nilainya yakni pemikiran (rasio), kalbu, jiwa, raga dan panca indera secara baik dan benar, ia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi hewan seperti yang dikatakan oleh Allah SWT. dalam QS. Al-A’raf ayat 179 yang artinya : “Mereka (jin dan manusia) punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), punya telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka (manusia) yang seperti itu sama (martabatnya) dengan hewan bahkan lebih rendah lagi dari binatang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2 Kelebihan Manusia dari Makhluk Lainnya, Fungsi dan Tanggung Jawab Manusia dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ajaran Agama Islam, manusia dibandingkan dengan makhluk lain mempunyai berbagai macam ciri utamanya, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Makhluk yang paling unik, dijadikan dalam bentuk yang paling baik, ciptaan Allah SWT. yang paling sempurna. Firman Allah SWT. : “Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS. At-Tiin ayat 4). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah SWT. Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya, ruh yang berada di alam gaib itu ditanyai oleh Allah, sebagaimana yang tertera dalam QS. Al-A’raf ayat 172 : “Apakah kalian mengakui Aku sebagai Tuhan kalian? (para ruh itu menjawab) ‘ya’, kami akui (kami saksikan) Engkau adalah Tuhan kami”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia diciptakan oleh Allah SWT. untuk mengabdi kepada-Nya, sebagaimana yang tertera di dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 : “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia diciptakan oleh Allah SWT. untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Hal ini dinyatakan Allah dalam firman-Nya QS. Al-Baqarah ayatn 30, bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Perkataan “menjadi khalifah” dalam ayat tersebut mengandung makna bahwa Allah menjadikan manusia wakil atau pemegang kekuasaan-Nya mengurus dunia dengan jalan melaksanakan segala yang diridhai-Nya di muka bumi ini. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di samping akal, manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh kepada Allah, menjadi muslim. Tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia dapat tidak percaya, tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah, bahkan mengingkari-Nya, menjadi kafir. Karena itu di dalam Al-Qur’an ditegaskan oleh Allah SWT. : “Dan katakan bahwa kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Barang siapa yang mau beriman hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang tidak ingin beriman, biarlah ia kafir”. (QS. Al-Kahf ayat 29). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secara individual manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Hal ini dinyatakan oleh Allah SWT dalam QS. Ath-Thur ayat 21 : “Setiap orang terikat (bertanggung jawab) atas apa yang dilakukannya”. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berakhlak. Berakhlak adalah ciri utama manusia dibandingkan makhluk lain. Artinya manusia adalah makhluk yang diberikan oleh Allah SWT. kemampuan untuk membedakan yang baikdengan yang buruk. Dalam Islam kedudukan akhlak sangat penting, ia menjadi komponen ketiga dalam Islam. Kedudukan ini dapat di lihat dalam As-Sunnah Nabi Muhammad SAW. yang mengatakan bahwa beliau diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak manusia yang mulia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur’an cukup banyak ayat-ayat yang menerangkan tentang asal usul dan kejadian manusia, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Firman Allah SWT. : “Sesungguhnya Aku menjadikan manusia dari tanah liat”. (QS. As-Shaffat ayat 11). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Firman Allah SWT. : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam”. (QS. Al-Hijr ayat 28). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Firman Allah SWT. : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari (sari pati) tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-banar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat”. (QS. Al-Mu’minuun ayat 12 s/d 16).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keimanan dan ketaqwaannya, amal saleh atau amal salah yang dilakukan manusia baik sebagai abdi maupun sebagai khalifah selama hidup di dunia ditentukanlah nasib manusia itu. Yang beriman dan taqwa, mengikuti pedoman yang diberi Allah dan melaksanakannya, dimasukkan ke dalam jannah yang disebut surga yaitu alam akhirat tempat (ruh) manusia mengenyam kebahagiaan sempurna sebagai balasan pahala amal salehnya selama hidup di dunia. Sebaliknya, jikan manusia tidak beriman dan tidak bertaqwa serta melakukan amal salah selama hidupnya di dunia dimasukkan ke dalam nar yang disebut juga dengan neraka yaitu tempat penyiksaan dengan api menyala untuk orang yang tidak beriman dan tidak pula bertaqwa, beramal salah penuh dosa selama dalam kehidupan di dunia. Dalam tahap akhir atau kelima ini (ruh) manusia akan hidup abadi, kekal selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT. yang terdiri dari jiwa dan raga, berwujud fisik dan ruh. Sebagai makhluk Ilahi, hidup dan kehidupannya berjalan melalui lima tahap, masing-masing tahap disebut “alam” yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Di alam gaib (alam ruh/arwah) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di alam rahim &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di alam dunia (yang fana ini) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di alam barzah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di alam akhirat (yang kekal = abadi) yakni alam tahapan terakhir hidup dan kehidupan manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Karena pentingnya kehidupan manusia di dunia, maka selama hayatnya di alam fana ini, manusia di karunia oleh Allah SWT. dengan berbagai alat perlengkapan dan bekal supaya manusia dapa melaksanakan tugasnya sebagai abdi dan khalifah Allah di dunia ini. Selain itu, Allah SWT. juga memberi kepada manusia pedoman hidup yang mutlak kebenarannya, agar kehidupan manusia dapat selamat sejahtera di dunia ini dalam perjalanannya menuju tempatnya yang kekal di akhirat nanti. Pedoman itu adalah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan pilihan, manusia memerlukan petunjuk. Petunjuk yang benar terdapat dalam agama Allah SWT. yang menciptakan manusia itu sendiri yaitu Agama Islam. Karena Agama Islam adalah agama yang tidak hanya berorintasi kepada dunia ini saja ( yang dilambangkan oleh kata “ruh” ciptaan-Nya itu) tetapi kepada keseimbangan antara dunia dan akhirat, manusia yang menpunyai dua dimensi atau bi-demensional itu akan mampu menetapkan pilihannya dan melaksanakan tanggung jawabnya di dunia ini dan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa agama yang benar di sisi Allah SWT hanyalah satu yakni Agama Islam. Sebagai mana Allah SWT. berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 19 yang artinya : “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam”. Al-Qur’an adalah sumber Agama Islam, mengandung berbagai ajaran termasuk tentang kehidupan manusia. Melalui Al-Qur’an, manusia mengetahui siapa dirinya, dari mana ia berasal, di mana ia berada dan kemana ia akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an tidak memandang manusia sebagai makhluk yang tercipta secara kebetulan, tetapi diciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban tugas, mengabdi dan menjadi khalifah di muka bumi ini (QS. Al-Baqarah ayat 30). Untuk mengemban tugas sebagai khalifah, manusia dibekali oleh Allah SWT. potensi dan kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan di dunia ke arah yang lebih baik (QS. Ar-Ra’d ayat 11). Ditundukkan dan dimudahkan oleh Allah SWT. baginya untuk mengelola dan memanfaatkan alam semesta (QS. Al-Jatsiyah ayat 12 s/d 13). Antara lain, ditetapkan arah yang harus ia tuju serta dianugerahkan kepadanya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanannya dan ditetapkan tujuan hidupnya, yakni mengabdi kepada Allah SWT. (QS. Adz-Dzariyat ayat 56).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-7142473085144679020?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/7142473085144679020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=7142473085144679020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/7142473085144679020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/7142473085144679020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/11/bab-ii-manusia-dalam-perspektif-islam.html' title='BAB II MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-3954636324641532294</id><published>2009-11-16T19:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T19:36:50.691-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Agama Islam'/><title type='text'>BAB I TUHAN YANG MAHA ESA DAN KETUHANAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;1.1 Keimanan dan Implikasi Tauhid dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya agama dapat bersifat primitif dan ada yang dianut oleh masyarakat yang telah meninggalkan fase keprimitifan. Agama-agama yang terdapat dalam masyarakat primitif adalah dinamisme, animisme, politeisme dan henoteisme. Dinamisme adalah kepercayaan pada kekuatan gaib yang misterius. Dalam faham ini ada benda-benda tertentu yang dianggap mempunyai kekuatan gaib yang berpengaruh pada kehidupan manusia sehari-hari. Kekuatan gaib itu ada yang bersifat baik dan ada pula yang bersifat jahat. Benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib yang bersifat baik, disenangi dan dipakai bahkan dimakan agar orang yang memakannya senantiasa dipelihara dan dilindungi oleh kekuatan gaib yang ada di dalamnya. Kekuatan gaib itu disebut mana yang dalam Bahasa Indonesia disebut tuah atau sakti. Dalam masyarakat Indonesia ada orang yang masih menghargai barang-barang yang dianggap bertuah atau sakti, misalnya keris, batu dan cincin yang apabila dipakai akan terpelihara dari penyakit, kecelakaan, bencana dll. Semakin banyak mana yang dimiliki oleh sebuah benda maka semakin jauh orang dari bahaya dan selamatlah dia dalam hidupnya, kehilangan mana berarti maut. Sedangkan benda yang mempunyai kekuatan gaib yang bersifat jahat banyak ditakuti oleh orang, oleh karena itu dijauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animisnme adalah kepercayaan yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa memiliki roh. Roh ada yang baik dan ada pula yang jahat. Kepada roh yang baik senantiasa dijaga hubungan baiknya dan dihormati dengan cara senantiasa membuat roh-roh baik itu agar merasa senang yaitu dengan mengadakan dan memberika sesajen, sebagai makanannya dalam bentuk binatang, makanan, kembang dan lainnya agar roh-roh itu merasa senang. Roh nenek moyang juga merupakan roh yang dihormati dan ditakuti. Jika roh-roh itu merasa senang dipercayai dapat menyelamatkan hidupnya dan terhindar dari segala malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politeisme adalah kepercayaan pada dewa-dewa. Bahwa hal-hal yang menyebabkan taajub dan dahsyat bukan lagi dikuasai oleh roh-roh akan tetapi oleh para dewa. Dewa-dewa dalam politeisme dipercayai masing-masing memiliki tugas tertentu. Ada dewa yang bertugas menyinarkan cahaya ke permukaan bumi, yang dalam agama Mesir kuno disebut Ra, dalam agama India kuno disebut Surya, dan dalam agama Persia kuno disebut Mithra. Sedangkan dewa yang bertugas menurunkan hujan yang diberi nama Indera dalam agama India kuno dan Donnar dalam agama Jerman kuno. Ada pula dewa yang bertugas mengatur angin yang disebut Wata dalam agama India kuno dan Wotan dalam agama Jerman kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henoteisme adalah mempercayai satu Tuhan untuk satu bangsa dan bangsa-bangsa lain memiliki tuhannya sendiri-sendiri. Henoteisme mengandung faham tuhan nasional. Faham yang serupa ini terdapat dalam perkembangan faham keagamaan masyarakat Yahudi. Yahweh pada akhirnya mengalahkan dewa-dewa yang lainnya, sehingga Yahweh menjadi tuhan nasional bangsa Yahudi. Dalam masyarakat yang sudah maju agama yang dianut bukan lagi dinamisme, animisme, politeisme dan henoteisme akan tetapiagama monoteisme, yaitu agama tauhid. Dasar ajaran agama monoteisme adalah tuhan satu, Tuhan Maha Esa, dengan demikian tuhan tidak lagi merupakan tuhan nasional akan tetapi tuhan internasional, tuhan semua bangsa di dunia ini dan bahkan Tuhan Alam Semesta. Disinilah Islam mengambil posisi sebagai agama tauhid yang hanya mengakui adanya satu tuhan yaitu Allah SWT. yang merupakan inti dari ajaran Agama Islam yang terumuskan dalam kalimat tauhid Laa ilaaha illallah. Dan keyakinan atau keimanan yang merupakan pengembangan dari kalimat tauhid di atas sering disebut dengan Aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah menurut etimologi adalah ikatan atau sangkutan. Disebut demikian, karena ia mengikat dan menjadi sangkutan atau gantungan segala sesuatu. Aqidah dalam pengertian teknis artinya iman atau keyakinan. Aqidah Islam berawal dari keyakinan kepada Dzat Mutlak Yang Maha Esa yang disebut Allah SWT. Allah Maha Esa dalam dzat, sifat dan perbuatan wujud-Nya itu disebut tauhid. Tauhid menjadi inti rukun iman dan prima causa seluruh keyakianan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok keyakinan Islam yang terangkum dalam istilah Rukun Islam adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keyakinan kepada Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keyakinan kepada Malaikat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keyakinan kepada Kitab Suci&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keyakinan kepada Nabi dan Rasul&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keyakinan kepada Hari Akhir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keyakinan kepada Qadha dan Qadhar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan Kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriman kepada Allah SWT. berarti yakin dan percaya dengan sepenuh hati akan adanya Allah SWT., baik keesaan-Nya (QS. Al-Ikhlash ayat 1 s/d 4) maupun sifat-sifat-Nya yang sempurna (yang terdapat dalam al-Asma’ul Husna = 99 nama sifat Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahasiswa, yang perlu diketahui lebih baik adalah bahwa Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Esa itu bersifat :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hidup:Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Hidup. Hidupnya itu Maha Esa tanpa memerlukan makanan, minuman, istirahat dan sebagainya. Konsekuensi keyakinan yang demikian adalah setiap atau segala sesuatu yang sifat hidupnya memerlukan makanan, minuman, tidur dan sebagainya bagi seorang muslim bukanlah Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkuasa :Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kekuasaan-Nya Maha Esa, tiada setara, tidak ada tolok bandingnya. Ia Maha Kuasa tanpa memerlukan pihak lain manapun juga dalam kekuasan-Nya. Ia adalah Maha kuasa dengan sendiri-Nya. Konsekuensi keyakinan yang demikian adalah seorang muslim harus teguh dalam keyakinannya pada kekuasaan Allah, melampaui segala kekuasaan selain dari kekuasaan Allah. Dan sebagai akibatnya, seorang muslim tidak boleh takut pada kekuasaan lain yang ada dalam alam ini, baik kekuasaan itu berupa kekuatan-kekuatan alamiah maupun kekuasaan insaniah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkehendak :Allah SWT. mempunyai kehendak. Kehendak-Nya Maha Esa dan berlaku untuk seluruh alam semesta, termasuk manusia di dalamnya.Konsekuensi keyakinan yang demikian adalah Kehendak Allah Tuhan Yang Maha Esa wajib diikuti oleh setiap muslim. Selain itu, kehendak Allah dapat pula dijumpai pada ayat-ayat kauniyah di alam semesta berupa sunnatullah yaitu hukum-hukum Allah yang oleh para sarjana disebut law of nature (hukum-hukum alam).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan Kepada Malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Malaikat adalah makhluk gaib, tidak dapat ditangkap oleh panca indera manusia. Akan tetapi dengan izin Allah, malaikat dapat menjelmakan dirinya seperti manusia, sebagai contoh Malaikat Jibril menjadi manusia dihadapan Maryam, ibu Nabi Isa AS. (QS. Maryam ayat 16 s/d 17). Allah SWT. menciptakan malaikat dari nur (cahaya). Di dalam Al-Qur’an dijelaskan malaikat selalu taat dan patuh kepada Allah, tidak pernah maksiat kepada Allah SWT. (QS. At-Tahrim ayat 6).&lt;br /&gt;Tugas-tugas Malaikat di alam dunia ini antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia melalui para Rasul-Nya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengukuhkan hati orang-orang yang beriman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi pertolongan kepada manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu perkembangan rohani manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendorong manusia untuk berbuat baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencatat perbuatan manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan hukuman Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan Kepada Kitab Suci &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan kepada kitab suci merupakan rukun iman ketiga. Kitab suci itu memuat wahyu Allah. Perkataan kitab yang berasal dari kata kerja kataba (artinya ia telah menulis) memuat wahyu Allah. Perkataan wahyu berasal dari bahasa Arab al-wahy. Kata ini mengandung makna suara, bisikan, isyarat, tulisan dan kitab. Dalam pengertian yang umum wahyu adalah firman Allah yang disampaikan Malaikat Jibril kepada para Rasul-Nya. Dengan demikian dalam perkataan wahyu terkandung pengertian penyampaian firman Allah kepada orang yang dipilih-Nya untuk diteruskan kepada umat manusia guna dijadikan pegangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah itu mengandung ajaran, petunjuk dan pedoman yang diperlukan oleh manusia dalam perjalanan hidupnya di dunia ini menuju akhirat. Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia, semua terekam dengan baik di dalam Al-Qur’an, kitab suci umat Islam. Al-Qur’an meyebut beberapa kitab suci misalnya Zabur yang diturunkan melalui Nabi Daud AS., Taurat melalui Nabi Musa AS., Injil melalui Nabi Isa AS., dan Al-Qur’an melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam perjalanan sejarah kecuali Al-Qur’an, isi kitab-kitab suci itu telah berubah, tidak lagi memuat firman-firman Allah yang asli secara utuh sebagaimana disampaikan Malaikat Jibril kepada para Rasul dahulu. Taurat dan Injil misalnya, dapat dibuktikan telah diubah, ditambah dan dikurang isinya oleh tangan-tangan manusia yang menjadi pemimpin atau pemuka agama bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Al-Qur’an berasal dari kata kerja qara-a artinya (dia telah) membaca. Kata kerja ini berubah menjadi kata benda qur’an yang secara harfiah berarti bacaan atau sesuatu yang harus dibaca atau dipelajari. Di dalam Al-Qur’an sendiri ada pemakaian kata Qur’an dalam arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca) sebagaimana tersebut dalam QS. Al-Qiyamah ayat 17-18, artinya “Sesungguhnya Kami mengumpulkan Al-Qur’an di dadamu dan menetapkan bacaannya pada lisanmu itu adalah tanggungan Kami, jika Kami telah membacakannya maka ikutilah bacaannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Mula-mula di kota Mekkah dan kemudian kota Madinah. Secara garis besar Al-Qur’an berisi atau memuat :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aqidah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syariah, baik ibadah maupun muamalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhlak dengan semua ruang lingkupnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kisah-kisah umat manusia di masa lampau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berita-berita tentang zaman yang akan datang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benih dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, dasar-dasar hukum yang berlaku bagi alam semesta termasuk manusia di dalamnya. (Muhammad Daud Ali; 1997:217)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan Kepada Nabi dan Rasul &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Nabi dan Rasul terdapat perbedaan tugas utama. Para Nabi menerima tuntunan atau wahyu dari Allah, akan tetapi tidak diwajibkan untuk menyampaikan kepada umat manusia. Sedangkan Rasul adalah utusan Allah yang menerima wahyu dan wajib menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia. Oleh karena itu seorang Rasul pastilah Nabi, tetapi seorang Nabi belum tentu seorang Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah para Rasul yang pernah diutus oleh Allah SWT. untuk memimpin manusia adalah 313 orang, sedangkan jumlah para Nabi 124.000 orang. Sedangkan dalam Al-Qur’an ada 25 orang Nabi atau Rasul. Setelah Nabi dan Rasul yang cukup banyak di atas diutus Allah untuk membimbning dan memimpin masing-masing umatnya di mukabumi ini, Allah SWT. mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir dan penutup. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab ayat 40 yang artinya : “Muhammad SAW itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah seorang Rasul Allah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah mengetahui atas segala sesuatu”.&lt;br /&gt;Dan firman-Nya : “Dan Kami tidak mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pembawa peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Saba’ ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW adalah Rasul penutup (khatamin nabiyyin), sejarah hidupnya dari awal hingga akhir jelas dan lengkap serta terpelihara oleh umat dari masa ke masa. Akhlaknya baik, terlukiskan dengan kata-kata :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Shidiq (benar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amanah (dapat dipercaya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabligh (menyampaikan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fathanah (cerdas).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan Kepada Hari Akhir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan ini sangat penting dalam rangkaian kesatuan rukun iman lainnya, sebab tanpa mempercayai hari akhirat sama halnya orang yang tidak mempercayai Agama Islam, walaupun orang itu menyatakan beriman kepada Allah. Dalam banyak ayat maupun hadits Nabi, beriman kepada hari akhir hampir selalu dirangkaikan dengan beriman kepada Allah SWT. sebagaimana yang terdapat dalam QS.An-Nisa ayat 59 yang artinya : “Jika kalian beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kiamat dimulai dengan rusaknya alam ini. Setiap manusia yang hidup di alam ini akan mati, dan bumi akan diganti, bukan bumi dan langit yang sekarang ini. Allah yang membangkitkan semua manusia dan mengembalikan mereka pada kehidupan kedua. Setelah manusia dibangkitkan (hari itu dinamakan hari ba’ats) maka setiap orang dihisab oleh Allah berdasarkan perbuatannya, baik ataupun jelek (hari itu disebut hari hisab atau yaumul hisab). Barang siapa yang perbuatan baiknya lebih banyak dari pada perbuatan jeleknya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dan barang siapa yang perbuatan jeleknya lebih banyak dari baiknya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan Kepada Qadha dan Qadhar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriman kepada qadha dan qadhar adalah rukun iman yang ke enam atau rukun iman yang terakhir. Qadha dan qadhar disebut juga dengan takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Qur’an, qadha berarti : hukum (QS. An-Nisa ayat 65), perintah (QS. Al-Isra ayat 23), memberitakan (QS. Al-Isra ayat 24), menghendaki (QS. Ali Imran ayat 47), menjadikan (QS. Fushilat ayat 12). Kemudian arti qadhar dalam Al-Qur’an dapat kita memahaminya bahwa qadhar itu adalah suatu peraturan umum yang telah diciptakan oleh Allah SWT. untuk menjadi dasar alam ini, dimana terdapat hubungan sebab dan akibat. Telah menjadi sunnatullah yang abadi dimana manusia juga terikat pada sunnatullah itu, sebagaimana yang terdapat dalam QS. Al-Qamar ayat 49, QS. Al-Ahzab ayat 38, dan Al-Furqan ayat 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu beriman kepada takdir memberikan arti dimana kita wajib mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini, dalam kehidupan dan diri manusia adalah menurut hukum berdasarkan suatu undang-undang universil atau kepastian umum atau takdir. Dari sekian banyak ayat Al-Qur’an dipahami bahwa semua makhluk telah ditetapkan takdirnya oleh Allah SWT. Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu dan Allah SWT. menuntun dan menunjukkan mereka arah yang seharusnya mereka tuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;1.2 Ketaqwaan dan Implikasinya dalam Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata taqwa berasal dari kata waqaya yang memiliki arti takut, menjaga diri tanggung jawab dan memenuhi tanggung jawab. Karena itu orang yang bertaqwa adalah orang yang takut kepada Allah SWT. berdasarkan kesadaran, mengerjakan perintah-Nya dan tidak melanggar larangan-Nya baik secara lahiriah maupun batiniah, ia takut terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Orang yang taqwa adalah orang yang menjaga (membentengi) dirinya dari perbuatan jahat, memelihara diri agar tidak melakukan perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah SWT., bertanggung jawab mengenai sikap tingkah laku dan perbuatannya serta memenuhi kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam QS. Al-Hujarat ayat 13, Allah SWT. mengatakan bahwa : “Manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa”. Dalam surat lain, taqwa dipergunakan sebagai dasar persamaan hak antara pria dan wanita (suami dan isteri) dalam keluarga, karena pria dan wanita diciptakan dari jenis yang sama (QS. An-Nisa ayat 1). Sedangkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 117 makna taqwa terhimpun dalam pokok-pokok kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup taqwa dalam makna memelihara meliputi empat jalur hubungan manusia, yaitu : a. Hubungan manusia dengan Allah SWT. b. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri c. Hubungan manusia dengan sesama manusia d. Hubungan manusia dengan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan Manusia dengan Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaqwaan atau pemeliharaan hubungan dengan Allah SWT. dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Beriman kepada Allah SWT. menurut cara-cara yang diajarkannya melalui wahyu yang disengaja diturunkannya untuk menjadi petunjuk dan pedoman hidup manusia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beribadah kepada Allah SWT. dengan jalan melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari, menunaikan zakat apabila telah mencapai syarat nisab dan haulnya, berpuasa pada bulan suci ramadhan, dan melakukan ibadah haji seumur hidup sekali dengan cara-cara yang telah ditentukan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mensyukuri nikmat-Nya dengan jalan menerima, mengurus dan memanfaatkan semua karunia dan pemberian Allah kepada manusia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersabar menerima cobaan dari Allah dalam pengertian tabah, tidak putus asa ketika mendapat musibah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan serta bertaubat dalam arti sadar untuk tidak lagi melakukan segala perbuatan jahat atau tercela.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan Manusia dengan Dirinya Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan manusia dengan dirinya sendiri sebagai dimensi taqwa yang kedua dapat dipelihara dengan jalan menghayati benar patokan-patokan akhlak yang telah disebutkan oleh Allah SWT. di dalam Al-Qur’an, begitu pula pedoman yang telah disampaikan oleh Rasul-Nya melalui As-Sunnah (Al-Hadits) sebagai teladan bagi umatnya. Secara singkat berikut dikemukakan beberapa contoh :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sabar (QS. Al-Baqarah ayat 153) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikhlas (QS. Al-Bayyinah ayat 5) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkata benar (QS. Al-Kahfi ayat 29) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlaku adil (QS. An-Nisa ayat 135) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menganiaya diri (QS. Al-Baqarah ayat 195) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlaku benar dan jujur (QS. At-Taubah ayat 119) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjaga diri (QS. At-Tahrim ayat 6) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemaaf (QS. Ali Imran ayat 134) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan Manusia dengan Sesama Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dan pertolongan manusia lain. Karena ternyata manusia yang mengaku pintar ini tidak dapat dan tidak mampu mencukupi kebutuhan diri sendiri tanpa bantuan orang atau pihak lain. Oleh sebab itu manusia sebagaimana diajarkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah agar menjaga dan memelihara hubungan baik antar sesamanya. Hubungan manusia dengan sesamanya dalam masyarakat dapat dibina dan dipelihara melalui :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tolong menolong dan bantu membantu dalam kebaikan dan tidak mengembangkan perbuatan dosa dan menyebarkan permusuhan (QS. Al-Maidah ayat 2)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suka memaafkan kesalahan orang lain (QS. Ali Imran ayat 134) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menepati janji (QS. Al-Maidah ayat 1) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toleransi dan lapang dada (QS. Ali Imran ayat 159) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menegakkan keadilan dengan berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain (QS.An-Nisa 135) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menyombongkan diri/angkuh dalam pergaulan (QS. Luqman ayat 18) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlaku sederhana dan lemah lembut dalam pergaulan (QS.Luqman ayat 19)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan Manusia dengan Lingkungan Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lihat secara umum mengenai pelaksanaan taqwa bila digambarkan oleh kewajiban terhadap lingkungan hidup adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kewajiban terhadap lingkungan hidup dapat disimpulkan dari pernyataan Allah dalam Al-Qur’an yang menggambarkan kerusakan yang telah terjadi di daratan dan di lautan, karena ulah tangan-tangan manusia, yang tidak mensyukuri karunia Allah. Untuk mencegah derita yang dirasakan oleh manusia, manusia wajib memelihara dan melestarikan lingkungan hidupnya. Memelihara dan melestarikan alam lingkungan hidup berarti pula memelihara kelangsungan hidup manusia sendiri dan keturunannya di kemudian hari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kewajiban orang yang taqwa terhadap harta yang dititipkan atau diamanatkan oleh Allah SWT. padanya. Menurut ketentuan Allah SWT. dan Sunnah Nabi Muhammad SAW yang kini terekam dalam kitab-kitab hadits, hubungan manusia dengan hartanya dapat di lihat dari tiga sisi, yaitu (a) cara memperolehnya, (b) fungsi dan harta, (c) cara memanfaatkan atau membelanjakannya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-3954636324641532294?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/3954636324641532294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=3954636324641532294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3954636324641532294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3954636324641532294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/11/materi-1-bab-i-tuhan-yang-maha-esa-dan.html' title='BAB I TUHAN YANG MAHA ESA DAN KETUHANAN'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-3042867635190472897</id><published>2009-11-14T00:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T00:57:22.621-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><title type='text'>KONSEP DASAR DAN PERMASALAHAN EKONOMI</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:459224359; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:540724334 67698709 468337300 -244168398 744005360 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:105.75pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:105.75pt; 	text-indent:-51.75pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level4 	{mso-level-text:"%4\)"; 	mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;KONSEP DASAR EKONOMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Tahoma;" &gt;A. Pengertian Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ekonomi berasal dari bahasa Yunani, “&lt;i style=""&gt;Oikos&lt;/i&gt;” yaitu “Rumah tangga” dan “&lt;i style=""&gt;Nomos&lt;/i&gt;” yang berarti “aturan”. Jadi ekonomi berarti aturan rumah tangga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rumah tangga yang dimaksud adalah rumah tangga dalam arti luas, yaitu setiap bentuk kerjasama manusia untuk mencapai kemakmuran atas dasar prinsip ekonomi. Misalnya: rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, dan rumah tangga pemerintah. Ketiga rumah tangga ini disebut &lt;b style=""&gt;Pelaku Ekonomi&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena ekonomi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai kemakmuran, maka ilmu ekonomi berarti ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhannya untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dimaksudkan sebagai kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya melalui alat pemuas kebutuhan yang ada. Dengan kata lain seorang yang makmur adalah seorang yang relatif seluruh kebutuhannya telah terpenuhi (kebutuhan = alat pemuas kebutuhan).&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Pembagian Ilmu Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:459224359; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:540724334 67698709 468337300 -244168398 744005360 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:105.75pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:105.75pt; 	text-indent:-51.75pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level4 	{mso-level-text:"%4\)"; 	mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semua ilmu pada dasarnya berasal dari suatu rumpun, yaitu filsafat atau philosopia. Sebagai cabang dari ilmu sosial, ilmu ekonomi dibedakan menjadi :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ekonomi Lukisan ialah ilmu ekonomi yang hanya menggambarkan satu masalah ekonomi suatu Negara secara khusus tanpa mengadakan pembahasan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ekonomi Teori adalah ilmu yang bertugas menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hukum ekonomi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ekonomi Terapan adalah ilmu ekonomi yang dipraktekkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: ilmu ekonomi perusahaan, ekonomi koperasi, ekonomi moneter, dll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sejarah Ekonomi adalah ilmu ekonomi yang mempelajari perkembangan teori-teori ekonomi dari masa ke masa sehingga dapat mengetahui perkembangan teori-teori ekonomi sampai dengan ekonomi modern dewasa ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.Prinsip,Motif dan Tindakan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:459224359; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:540724334 67698709 468337300 -244168398 744005360 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:105.75pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:105.75pt; 	text-indent:-51.75pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level4 	{mso-level-text:"%4\)"; 	mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:2042855059; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-26548776 949763190 157436756 534939074 960784234 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.75in; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level2 	{mso-level-text:"%2\)"; 	mso-level-tab-stop:1.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:135.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:135.0pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level4 	{mso-level-tab-stop:2.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.75in; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Prinsip Ekonomi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Dengan pengorbanan tertentu berusaha untuk memperoleh hasil yang optimal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tindakan Ekonomi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Adalah segala tindakan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya selalu berpegang pada prinsip ekonomi senantiasa hidup hemat dan menyusun skala prioritas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Motif Ekonomi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Adalah keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Tujuan akhir dari motif ekonomi adalah tercapainya kemakmuran. Berikut ini adalah motif-motif ekonomi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;keinginan untuk menjadi makmur&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;keinginan untuk memperoleh penghargaan dari masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;keinginan untuk memperoleh kekuasaan dan kepuasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -81pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;keinginan untuk melakukan kegiatan sosial&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Hukum Ekonomi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Adalah keseluruhan rumusan yang berlaku umum yang menggambarkan pertalian peristiwa ekonomi yang satu dengan peristiwa ekonomi lainnya. Hukum ekonomi digolongkan menjadi:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kausal (sebab-akibat) adalah peristiwa ekonomi yang satu mengakibatkan peristiwa ekonomi yang lainnya, tetapi tidak bisa sebaliknya. Contoh: kenaikan gaji pegawai, biasanya menyebabkan kenaikan harga. Dan tidak selalu ada kenaikan harga menyebabkan kenaikan gaji.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Fungsional, contoh: hukum permintaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sifat keberlakuan hukum ekonomi:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Relatif, artinya tidak mutlak seperti ilmu pasti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tendens, artinya bersifat kecenderungan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Berlaku syarat cateris paribus (jika keadaan lain tetap, misalnya: selera, pendapatan, dan psikologi) tetap tidak berubah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:606694590; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:310531802 67698709 1838975360 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;MASALAH EKONOMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Masalah Kelangkaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Inti masalah ekonomi adalah terletak pada masalah kelangkaan, yaitu adanya “kebutuhan menusia tidak terbatas sedangkan alat pemuasnya sangat terbatas”, yang seringkali disebut dengan problem of choise (masalah dalam hal pemilihan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Inti permasalahan ekonomi dirumuskan: kebutuhan &gt; alat pemuas kebutuhan. Jika inti masalah ini sudah terpecahkan maka akan tercapai kemakmuran. Kondisi yang makmur yaitu apabila: kebutuhan = alat pemuas kebutuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sedangkan yang menjadi masalah pokok ekonomi adalah terletak pada:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1. What&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: barang apa yang dibutuhkan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2. How&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: bagaimana cara menciptakan barang yang dibutuhkan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3. For whom&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: untuk siapa barang tersebut di produksi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:606694590; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:310531802 67698709 1838975360 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	border:solid windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:solid windowtext .5pt; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; 	mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Kebutuhan dan Jenis-jenis Kebutuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kebutuhan adalah keinginan terhadap suatu benda atau jasa yang pemuasannya dapat dilaksanakan baik secara jasmani maupun rohani. Macam-macam dan jumlah kebutuhan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Faktor alam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Peradaban dan kebudayaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lingkungan masyarakat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Meniru orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Klasifikasi dan jenis-jenis kebutuhan dapat digolongkan sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; width: 423pt; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" width="564" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jenis   Kebutuhan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Contoh&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1.   Intensitasnya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1) Primer&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2)   Sekunder&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3) Tertier&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;- sandang, pangan, papan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;- perabotan rumah tangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;- mobil BMW, parabola, piano&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.   Waktunya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1)   Sekarang&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2) Yang   akan datang&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;- obat   bagi yang sakit&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;- air bagi   yang haus&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;- menabung&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3.   Sifatnya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1) Jasmani&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2) Rohani&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;- makanan, rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;- agama, rekreasi, pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;4.   Subyeknya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1)   Individu&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2)   Kelompok&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;- cangkul bagi petani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;- dasi bagi manajer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;- pasar,   jalan raya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:459224359; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:540724334 67698709 468337300 -244168398 744005360 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:105.75pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:105.75pt; 	text-indent:-51.75pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level4 	{mso-level-text:"%4\)"; 	mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:606694590; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:310531802 67698709 1838975360 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;C. &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Barang dan Kegunaan Barang serta Jenis-jenis Barang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Barang adalah segala esuatu untuk pemuas kebutuhan manusia. &lt;/span&gt;Jenis-jenis barang sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City" downloadurl="http://www.5iamas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:459224359; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:540724334 67698709 468337300 -244168398 744005360 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:105.75pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:105.75pt; 	text-indent:-51.75pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level4 	{mso-level-text:"%4\)"; 	mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:533735027; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2109780404 67698705 -211937922 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-style:normal;} @list l2 	{mso-list-id:2042855059; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-26548776 949763190 157436756 534939074 960784234 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.75in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level2 	{mso-level-text:"%2\)"; 	mso-level-tab-stop:1.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:135.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:135.0pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level4 	{mso-level-tab-stop:2.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.75in; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	border:solid windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:solid windowtext .5pt; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; 	mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; width: 423pt; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" width="564" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jenis Barang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 153pt;" valign="top" width="204"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wujudnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1) Barang konkrit/nyata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2) Barang abstrak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 153pt;" valign="top" width="204"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;- meja, kursi, makanan, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;- jasa guru, dokter, sopir, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cara memperolehnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.6pt; text-indent: -12.6pt; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Benda   ekonomi (adanya terbatas dan perlu pengorbanan untuk memperolehnya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.6pt; text-indent: -12.6pt; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Benda   bebas (jumlahnya tak terbatas dan untuk memperolehnya tidak perlu   pengorbanan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 153pt;" valign="top" width="204"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -135pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;mobil, rumah, buku, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.6pt; text-align: justify; text-indent: -12.6pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;air laut, udara, air hujan, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kegunaannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in; text-align: left;" valign="top" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.6pt; text-indent: -12.6pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Barang   konsumsi (yang langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.6pt; text-indent: -12.6pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Barang   produksi (tidak langsung memenuhi kebutuhan manusia, melainkan untuk   menghasilkan barang jadi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 153pt;" valign="top" width="204"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -135pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;makanan,   pakaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;- mesin, barang   modal, bahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;,   dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hubungannya dengan benda lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.6pt; text-indent: -18.05pt; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Barang subtitusi (saling mengganti)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.6pt; text-indent: -18.05pt; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Barang komplementer (salaing melengkapi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 153pt;" valign="top" width="204"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -135pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;nasi dengan roti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -135pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;rotan dengan akar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -135pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;mobil dengan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:459224359; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:540724334 67698709 468337300 -244168398 744005360 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:105.75pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:105.75pt; 	text-indent:-51.75pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level4 	{mso-level-text:"%4\)"; 	mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKursus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:2004550660; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:83907374 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan jenis-jenis kegunaan benda (utilitas) untuk memenuhi kebutuhan manusia terdiri dari:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Element utility adalah benda berguna karena mempunyai zat asli yang dibutuhkan. Contoh: telur, umbi-umbian, dll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Time utility adalah kegunaan benda karena waktu, contoh: jas hujan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Place utility adalah kegunaan benda karena tempat, contoh: pasir di sungai dengan pasir di kota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Form utility adalah kegunaan benda karena perubahan bentujnya, contoh: kulit ular jadi ikat pinggang, kayu jadi kursi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ournership adalah kegunaan benda karena kepemilikan yang berbeda. Contoh: baju ketika di toko tidak bisa dipakai ketika sudah dibeli bisa dipakai.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-3042867635190472897?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/3042867635190472897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=3042867635190472897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3042867635190472897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3042867635190472897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/11/konsep-dasar-dan-permasalahan-ekonomi.html' title='KONSEP DASAR DAN PERMASALAHAN EKONOMI'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-1280883561438127773</id><published>2009-10-28T06:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T10:51:08.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Manajemen'/><title type='text'>KONSEP DASAR MANAJEMEN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batasan Manajemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah Manajemen(Management)diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda,misalnya  pengelolaan, pembinaan, pengurusan,ketatalaksanaan, kepemimpinan, pemimpin, ketatapengurusan, administrasi, dan sebagainya.Masing-masing pihak dalam memberikan istilah di warnai oleh latar belakang pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;John D Millett&lt;/span&gt; :Membatasi manajemen adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto,1987:4) Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai suatu proses,yaitu rangkaian aktifitas yang satu sama lain saling berurutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;James A.F Stoner&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Charles Wankel&lt;/span&gt; :Manajemen adalah proses peencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan pengguna seluruh sumber daya organisasi lainya demi tercapainya tujuan organisasi.Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Paul Harsey dan Kenneth H.Blanchard&lt;/span&gt;(1980:3) :Manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan organisasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Untuk kepentingan lebih lanjut,manajemen diberikan batasan sebagai berikut: "Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Manajemen diatas mengandung unsur-unsur sebagaimana disajikan pada tabel di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SuhJYhMzZbI/AAAAAAAAABQ/7ixR1P2uZPE/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 264px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SuhJYhMzZbI/AAAAAAAAABQ/7ixR1P2uZPE/s400/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397644838981297586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elemen Sifat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manajemen sebagai suatu seni yaitu sebagai suatu keahlian, kemahiran, kemampuan, dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan yang telah di sistematisasikan dan diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eleman Fungsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perencanaan (Planning)&lt;/span&gt; :Yaitu suatu rangkaian proses kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus di tempuh untuk mencapai tujuan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengorganisasian (Organizing)&lt;/span&gt; :Yaitu suatu rangkaian proses kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentu hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka, serta pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang kondusif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengarahan (Actuating)&lt;/span&gt; :Yaitu suatu rangkaian proses kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari atasan ke bawahan maupun sejawatnya,serta memberikan inspirasi, semangat, dan kegairahan kerja serta dorongan baik kepada bawahan maupuun sejawatnya untuk melakukan kegiatan semestinya dalam mencapai tujuan bersama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengendalian (Controling)&lt;/span&gt; :Yaitu suatu rangkaian proses kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, dengan demikian apabila ada kegitan yang tidak sesuai dengn rencana dan tahapan tersebut diadakan suatu tindakan perbaikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elemen Sasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang (Manusia) : Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempat bekerjasama untuk mencapai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mekanisme Kerja :Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elemen Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksanaan kegiatan.Dalam arti luas tujuan mengandung hal seperti Objective, Purpose, Mission, Deadline, Standard, Target&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-1280883561438127773?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/1280883561438127773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=1280883561438127773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1280883561438127773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/1280883561438127773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/10/konsep-dasar-manajemen.html' title='KONSEP DASAR MANAJEMEN'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SuhJYhMzZbI/AAAAAAAAABQ/7ixR1P2uZPE/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-3980577109193873307</id><published>2009-10-24T22:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T22:52:16.518-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matematika Bisnis'/><title type='text'>BILANGAN BERPANGKAT</title><content type='html'>Dalam suatu lomba gerak jalan, setiap regu terdiri dari 27 orang yang disusun menjadi 9 baris dan tiap baris terdiri dari 3 orang. Kemudian 9 baris tersebut dibagi menjadi 3 bagian dan tiaptiap bagian terdiri dari 3 baris, yaitu bagian depan, tengah, dan belakang. Masing-masing bagian diberi jarak 1 baris. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dewan juri dalam mengecek jumlah orang tiap regu. Jika tiap regu terdiri dari 3 bagian dan tiap bagian terdiri dari 3 baris, serta tiap baris terdiri dari 3 orang maka jumlah peserta dalam regu tersebut tepat 27 orang. Untuk menuliskan jumlah tiap regu dalam permasalahan di atas, sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien, yaitu dengan cara notasi bilangan berpangkat. Agar lebih memahami bilangan berpangkat dan bentuk akar, pelajarilah bab ini sehingga kalian dapat mengidentifikasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar, melakukan operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat dan bentuk akar, serta dapat memecahkan masalah sederhana yang berkaitan dengan materi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.Bilangan Berpangkat Bilangan Bulat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia yang hidup pasti dia akan membutuhkan sesuatu atas dirinya seperti makan, bernafas, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain. Kebutuhan-kebutuhan manusia sebagian besar diperoleh tidak dengan cuma-cuma. Diperlukan sebuah usaha untuk mendapatkannya baik mencari, membeli, dan usaha-usaha yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Bilangan Berpangkat Sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membeli sebuah kebutuhan, kadang manusia harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Misal untuk membeli rumah mewah manusia harus mengeluarkan uang sebesar 1 milyar rupiah. Jika dalam matematika 1 milyar dapat dituliskan dengan 1.000.000.000. Agaknya untuk menuliskan jumlah tersebut terlalu panjang, dapat juga dituliskan dalam bentuk baku yaitu 1 × 109. Nah, bilangan yang dituliskan sebagai 109 inilah yang disebut sebagai bilangan berpangkat. Dalam hal ini 10 disebut bilangan pokok, sedangkan 9 disebut bilangan pangkat. Karena pangkatnya bilangan bulat, maka disebut bilangan berpangkat bilangan bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui perkalian bilangan-bilangan dengan faktor-faktor yang sama. Misalkan kita temui perkalian bilangan-bilangan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SuPneAugmoI/AAAAAAAAABI/Zx994shiqO4/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 66px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SuPneAugmoI/AAAAAAAAABI/Zx994shiqO4/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396411281297152642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.SIP/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-3980577109193873307?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/3980577109193873307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=3980577109193873307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3980577109193873307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/3980577109193873307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/10/bilangan-berpangkat.html' title='BILANGAN BERPANGKAT'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/SuPneAugmoI/AAAAAAAAABI/Zx994shiqO4/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-2776423639353956793</id><published>2009-10-19T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T20:08:58.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><title type='text'>BAB II MICROECONOMICS: SUPPLY, DEMAND, PRICES</title><content type='html'>I. SUPPLY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supply (penawaran) adalah besarnya resources yang tersedia dalam pasar yang dapat diperoleh oleh konsumen dengan harga tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum-hukum supply:&lt;br /&gt;1. Supply berbanding lurus dengan harga. Maksudnya adalah jika harga naik, maka jumlah supply meningkat, sebaliknya jika harga turun maka jumlah supply juga menurun.&lt;br /&gt;2. Opportunity Cost meningkat jika terjadi pemilihan alokasi resources pada suatu jenis produksi melebihi yang lain.&lt;br /&gt;3. Supply determinant:&lt;br /&gt;a. Production technology : menentukan cost&lt;br /&gt;b. Tujuan perusahaan : menentukan strategi&lt;br /&gt;c. Biaya resource produksi : menentukan lokasi&lt;br /&gt;d. Harga produk lain : menentukan persaingan&lt;br /&gt;e. Jumlah penjual di pasar : menentukan banyaknya supply di pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. DEMAND&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demand (permintaan) adalah jumlah sebuah produk yang ingin dan bisa dibeli oleh konsumen pada harga dan waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum-hukum demand:&lt;br /&gt;1. Demand berbanding terbalik dengan harga. Semakin tinggi harga, demand akan menurun. Semakin rendah harga, demand akan meningkat.&lt;br /&gt;2. Law of Diminishing Marginal Utility&lt;br /&gt;Utility adalah tingkat kepuasan seseorang atas sebuah produk.&lt;br /&gt;Marginal adalah perubahan (peningkatan / penurunan)&lt;br /&gt;Diminishing artinya menghilang / berkurang&lt;br /&gt;Jadi, Law of Diminishing Marginal Utility maksudnya adalah bahwa setiap orang akan terus berkurang tingkat kepuasannya seiring bertambahnya penggunaan atas sebuah produk.&lt;br /&gt;3. Produk substitusi akan mempengaruhi hubungan demand-harga.&lt;br /&gt;4. Demand determinant:&lt;br /&gt;a. Tingkat dan distribusi dari penghasilan&lt;br /&gt;b. Perubahan harga dan ketersediaan produk lain&lt;br /&gt;c. Perubahan keinginan konsumen&lt;br /&gt;d. Jumlah pembeli di pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. PRICE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Equilibrium Price (harga keseimbangan) artinya harga yang terjadi jika jumlah supply produk seimbang dengan jumlah demand produk tersebut. Harga tersebut akan stabil selama tidak ada salah satu determinan supply maupun demand yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/St0ppsdmUfI/AAAAAAAAABA/HBqjkLe3tko/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 288px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/St0ppsdmUfI/AAAAAAAAABA/HBqjkLe3tko/s320/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394513724946403826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-2776423639353956793?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/2776423639353956793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=2776423639353956793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2776423639353956793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/2776423639353956793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/10/bab-ii-microeconomics-supply-demand.html' title='BAB II MICROECONOMICS: SUPPLY, DEMAND, PRICES'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/St0ppsdmUfI/AAAAAAAAABA/HBqjkLe3tko/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-5225928423896604879</id><published>2009-10-19T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T19:57:24.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Ekonomi'/><title type='text'>BAB I DASAR-DASAR EKONOMI</title><content type='html'>I. THE MEANING OF ECONOMICS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adam Smith, ekonomi adalah : “inquiry into the nature and causes of the wealth of nations”&lt;br /&gt;Menurut Alfred Marshall, ekonomi adalah : “a study of mankind in the ordinary business of life”&lt;br /&gt;Menurut John Maynard Keynes, ekonomi adalah “the struggle for subsistence”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus dipelajari? Ada 3 alasan:&lt;br /&gt;1. Kebutuhan manusia banyak ragamnya, dan selalu bertambah terus tidak ada habisnya. (wants)&lt;br /&gt;2. Sumber daya alam jumlahnya terbatas atau langka. (scarcity)&lt;br /&gt;3. Sumber daya alam sebagian besar tidak bisa digunakan secara langsung. Harus diolah, diubah bentuk, jumlah, dipindahkan, dll. (production)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya menimbulkan 4 jenis masalah inti:&lt;br /&gt;1. Saling ketergantungan&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan yang terkecil sekalipun, setiap manusia tergantung pada orang lain, bahkan beratus atau beribu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Harga&lt;br /&gt;Keinginan tanpa batas dan kelangkaan sumber daya menimbulkan kebutuhan akan harga. Harga melambangkan nilai kelangkaan suatu barang, dan biasanya menggunakan suatu media yang disebut uang. &lt;br /&gt;Untuk dapat ikut serta dalam proses ekonomi untuk mendapatkan sebuah barang/jasa, seseorang harus memiliki kemampuan dan kemauan menggunakan uang yang dimiliki untuk memenuhi harga barang tersebut.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi bila seseorang tidak memiliki kemampuan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konflik&lt;br /&gt;Konflik terjadi karena kelangkaan sumber daya, menimbulkan persaingan. Kekuasaan, bila diterapkan dengan keras, bisa menyelesaikan konflik ekonomi, tetapi akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang tidak memiliki kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kebebasan&lt;br /&gt;Karena adanya kelangkaan dan konflik, mau tak mau harus diberlakukan aturan. Aturan akan menimbulkan permasalahan terhadap kebebasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masalah-masalah diatas akan menimbulkan berbagai masalah yang kita rasakan sekarang seperti : pengangguran, kemiskinan, inflasi, distribusi, krisis ekonomi, kriminalitas, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem untuk memanfaatkan sumber daya alam, atau untuk memberikan barang dan jasa kepada anggota masyarakat disebut SISTEM EKONOMI atau PEREKONOMIAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Mikro : dititikberatkan pada konsumen, perusahaan-perusahaan, dan industri-industri secara individual&lt;br /&gt;Ekonomi Makro : dititikberatkan pada agregasi dari unit-unit ekonomi, terutama perekonomian nasional&lt;br /&gt;Ekonomi Positif : ditekankan kepada deskripasi, yaitu menjelaskan bagaimana kekuatan-kekuatan ekonomi bekerja apa adanya tanpa memperhatikan bagaimana seharusnya kekuatan tersebut bekerja (das sein)&lt;br /&gt;Ekonomi Normatif : ditekankan kepada pernyataan-pernyataan yang bersikap preskriptif, yaitu menetapkan aturan-aturan untuk pencapaian tujuan tertentu (das sollen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. ECONOMIC RESOURCES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas? Jawabannya adalah menggunakan sumber daya (resources).&lt;br /&gt;Karena itu, ekonomi mempelajari:&lt;br /&gt;a. Bagaimana cara memanfaatkan sumber daya secara penuh dan stabil&lt;br /&gt;b. Bagaimana cara menggunakan sumber daya secara efisien&lt;br /&gt;c. Menyelesaikan konflik yang timbul dalam sistem ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses ekonomi, sumber daya adalah faktor dari produksi. Ada 4 faktor esensial produksi yaitu: kemampuan usaha (enterpreneurial ability), tenaga kerja (labor), modal (capital), dan sumber daya alam (natural resources). Dua yang pertama adalah human resources, dua yang terakhir adalah property resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human Resources&lt;br /&gt;Tenaga kerja (Labor) mengacu pada kemampuan manusia yang digunakan secara langsung dalam proses produksi.&lt;br /&gt;Kemampuan Usaha (Enterpreneurial Ability) mengacu pada penggunaan secara tidak langsung sumber daya manusia.&lt;br /&gt;Sumber daya manusia adalah sumber daya yang langka, karena sumber daya manusia produktif selalu jauh lebih kecil dibanding dengan total populasi, dikarenakan anak-anak, orang tua, cacat, atau orang yang tidak memiliki keahlian, tidak memberikan kontribusi dalam proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Property Resources&lt;br /&gt;Sumber daya alam, seperti tanah, air, udara, hutan, mineral, dll. Kualitas sumber daya alam merupakan tanggung jawab semua umat manusia.&lt;br /&gt;Modal (Capital) adalah semua faktor produksi yang dibuat oleh manusia. Termasuk diantaranya bangunan, mesin, kendaraan, peralatan, dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-5225928423896604879?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/5225928423896604879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=5225928423896604879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5225928423896604879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/5225928423896604879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/10/bab-i-dasar-dasar-ekonomi.html' title='BAB I DASAR-DASAR EKONOMI'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1373580550962283873.post-8218204197364906099</id><published>2009-08-10T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T22:04:22.726-07:00</updated><title type='text'>Cara Membuat Rencana Bisnis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisnis plan atau yang sering dikenal dengan nama rencana bisnis sangatlah penting didahulukan sebelum kita melangkah lebih lanjut dalam dunia bisnis. Rencana bisnis ini mencakup semua hal yang dibutuhkan, kekurangan serta kelebihan suatu bisnis dibandingkan dengan pesaingnya. Memang banyak sekali variasi dalam membuat rencana bisnis, namun kami akan mencoba untuk menerangkan rencana bisnis yang memang bisa dikatakan simpel dan sangat efektif digunakan hampir dalam semua tipe bisnis, sebut saja rencana bisnis ala twentea ^^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1373580550962283873-8218204197364906099?l=m-eko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-eko.blogspot.com/feeds/8218204197364906099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1373580550962283873&amp;postID=8218204197364906099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8218204197364906099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1373580550962283873/posts/default/8218204197364906099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-eko.blogspot.com/2009/08/cara-membuat-rencana-bisnis.html' title='Cara Membuat Rencana Bisnis'/><author><name>Muhammad Eko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01919030620950597299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oRjlgSxXsbU/Sn_Q-z12sfI/AAAAAAAAAAY/aiEREgET5vQ/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
